Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Apa Betul Kucing Dapat Terinfeksi Virus Corona?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 April 2020 17:48 5:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2020 17:48
Bagikan
[Ilustrasi] Kucing
Bagikan

Hidayatullah.com– Apa betul kucing dapat terinfeksi virus corona? Studi baru yang dirilis pada Rabu (08/04/2020), mengonfirmasi hal itu, namun menyebut anjing tampak lebih kebal.

Hasil studi itu mendorong badan kesehatan dunia (WHO) untuk mencari tahu lebih dalam tentang penularan virus antara manusia dan hewan peliharaan.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan RI menyebut orang yang sudah terinfeksi virus corona jenis baru (Covid-19) termasuk tanpa gejala dapat menularkan virus itu ke hewan peliharaan.

“Yang kita ketahui hewan peliharaan yang tertular. Sampai saat ini yaitu mamalia,” ujar Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi di Jakarta kemarin kutip Antaranews.com pada Kamis (09/04/2020).

Menurut studi terbaru yang dipublikasikan di situs jurnal Science, ditemukan bahwa kucing pun bisa terinfeksi dengan SARS-CoV-2, istilah ilmiah untuk virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

Walau begitu, hewan lain seperti anjing, ayam, babi, dan bebek disebut sepertinya takkan tertular virus.

SARS-CoV-2 diyakini telah menyebar dari kelelawar ke manusia. Kecuali beberapa infeksi yang dilaporkan pada kucing dan anjing, belum ada bukti kuat bahwa hewan peliharaan bisa menjadi pembawa virus.

Penelitian tersebut bertujuan mengidentifikasi hewan mana yang rentan terhadap virus sehingga mereka dapat dimanfaatkan untuk menguji vaksin eksperimental demi memerangi pandemi COVID-19.

Virus corona baru telah menewaskan lebih dari 83.000 orang se-dunia sejak muncul di China, awal Desember lalu.

Sebelumnya dilaporkan seekor harimau bernama Nadia di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat positif terinfeksi Covid-19.

Studi itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan di China pada Januari dan Februari, menyebut bahwa para peneliti menemukan kucing dan musang sangat rentan terhadap virus saat mereka mencoba untuk menginfeksi hewan dengan memasukkan partikel virus lewat hidung.

Mereka pun menemukan kucing bisa saling menginfeksi melalui droplet pernapasan. Kucing yang terinfeksi mempunyai virus di mulut, hidung, dan usus kecil. Anak-anak kucing yang terpapar virus punya luka besar di paru-paru, hidung, dan tenggorokan mereka.

Pada musang, virus ditemukan di saluran pernapasan bagian atas namun tidak menyebabkan penyakit parah.

Sebelumnya, potensi virus corona jenis baru yang menyebabkan Covid-19 bisa menular ke hewan melalui manusia terjadi karena ada kecocokan reseptor dan kemampuan virus untuk bermutasi, namun belum ada bukti virus yang ditularkan ke hewan itu akan menulari manusia lagi.

“Memang potensi itu dimungkinkan ketika kemudian bisa menyeberang ke hewan,” ujar pakar patologi dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Agus Setiyono kuitp Antaranews.com, Selasa pekan ini.

Katanya, virus adalah mikroorganisme yang mempunyai kemampuan mutasi. Agus mengambil contoh kemampuan mutasi virus influenza A penyebab flu burung, yang sama dengan Sars-CoV-2 merupakan jenis RNA, dengan kemampuan mutasi antigenic drift dan antigenic shift.

Antigenic drift adalah saat virus mengalami perubahan kecil seiring waktu ketika bereplikasi, terakumulasi sehingga sifat antigeniknya berbeda dan tidak dapat dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.

Antigenic shift adalah saat terjadi perubahan mendadak yang menghasilkan jenis protein yang baru atau kombinasi protein yang baru.

Menurut pakar mikrobiologi Sugiyono Saputra, fenomena penularan penyakit dari manusia ke hewan disebut dengan istilah zooanthroponosis dan biasanya terjadi karena kecocokan reseptor membuat virus itu bisa menempel ke inang di hewan dan bereplikasi atau memperbanyak diri.

Namun, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini meminta masyarakat tak panik karena isu hewan dapat tertular Covid-19 dari manusia.

“Tapi perlu ditekankan selain jarang terjadi tidak ada bukti yang memperlihatkan hewan yang tertular itu akan menularkan ke manusia lagi,” sebutnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19hewanKesehatankucingpenelitianvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lockdown: Warga Uganda Dilarang Olahraga di Luar, Ojek Tak Boleh Beroperasi
Tulisan selanjutnya Lockdown Covid-19: Jutaan Wanita Tak Dapat Layanan Kontrasepsi akan Ada Banyak Kehamilan Tak Terencana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?