Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Soekarno dan Muhammadiyah

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 10 April 2020 08:43 8:43 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 April 2020 08:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SOEKARNO baru saja berada di pengasingan keduanya di Bengkulu, saat di suatu pagi, seorang Ketua Muhammadiyah setempat, Hassan Din, mendatangi rumahnya. Din sudah mengenal Soekarno dari media massa, sejak lelaki itu memimpin pergerakan di Bandung, sampai keluar masuk penjara, hingga akhirnya dibuang ke Endeh, Nusa Tenggara Timur dan Bengkulu.

Din tak menduga, sosok aktivis pergerakan yang tersohor itu, kini berada dalam pengasingan di kampung halamannya, setelah sebelumnya selama lima tahun berada di pengasingan di Pulau Bunga, Endeh, Nusa Tenggara Timur. Almanak ketika itu menunjuk tahun 1938. “Sekolah Muhammadiyah menyelenggarakan sekolah rendah agama dan kami sedang kekurangan guru,” ujar Din kepada Soekarno.

Din lalu menuturkan, “Selama di Endeh kami tahu Bung Karno telah mengadakan hubungan rapat dengan Persatuan Islam di Bandung dan kami dengar Bung Karno sepaham dengan Ahmad Hassan, guru yang cerdas itu,” tuturnya. “Apakah bung bersedia pula membantu kami sebagai guru?” Tanya Din.

Soekarno  yang telah lama mengenal Muhammadiyah sejak indekos di rumah HOS Tjokroaminoto, kemudian bersedia menerima tawaran itu. “Saya menganggap permintaan ini sebagai Rahmat,” jawabnya.

Singkat cerita, Soekarno kemudian menjadi guru di Sekolah Muhammadiyah di Bengkulu. Di antara muridnya adalah anak Hassan Din sendiri, Fatmawati, yang kelak dipersunting sebagai istrinya.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Soekarno menceritakan keadaan Bengkulu pada masa itu, dimana para perempuan kebanyakan menutup badannya dengan rapi dan terbiasa berbicara dengan lawan jenis di belakang tabir. Di Bengkulu inilah Soekarno aktif di Persyarikatan Muhammadiyah.

Sebagaimana diceritakan, Soekarno mengenal Islam lewat HOS Tjokroaminoto pada sekitar tahun 1918, dimana Tjokro sering mengajaknya hadir di pengajian Muhammadiyah yang tak jauh dari rumahnya di Gang Peneleh, Surabaya.

Soekarno saat itu indekos di rumah tokoh Sarekat Islam tersebut. Ayah Soekarno seorang muslim, tetapi penganut Kebatinan dan Teosofi. Ibunya seorang Hindu yang berasal dari Bali. Bisa dibilang, masa kecil Soekarno jauh dari nilai-nilai Islam yang diajarkan orangtuanya, sampai akhirnya ia tinggal indekos di rumah Tjokroaminoto.

Saat dalam pengasingan di Endeh, Soekarno belajar dengan Tuan A.Hassan melalui korespondensi. Hassan yang waktu itu tinggal di Bandung, seringkali mengirim buku-buku karyanya dan buku-buku pelajaran agama Islam lainnya kepada Soekarno.

Di antara buku-buku itu, diselipkan surat untuk Soekarno. Sayang, surat-surat A.Hassan kepada Soekarno sampai saat ini tidak ditemukan. Yang ada hanyalah surat-surat Soekarno pada A.Hassan. Itu pun, berkat jasa A.Hassan yang mengumpulkan surat-surat Soekarno tersebut secara tertib, yang akhirnya atas izin A.Hassan, Soekarno memuatnya dalam buku monumental karyanya yang berjudul “Di Bawah Bendera Revolusi.” Dalam salah satu bab di buku itu tertulis pembahasan  yang berjudul “Surat-surat Islam dari Endeh.”

Demikian kisah awal mula hubungan Soekarno dan Muhammadiyah, sebagaimana diceritakan dalam biografinya yang dituturkannya kepada Cindy Adam, yang berjudul “Bung Karno: Penjambung Lidah Rakyat Indonesia.”* Artawijaya

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:indonesiaMuhammadiyahsejarahSoekarno
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rumah Sakit Siaga Karena 150 Pangeran Saudi Dilaporkan Positif Covid-19
Tulisan selanjutnya Pangeran Saudi Bantah Tuduhan 150 Keluarga Kerajaan Positif Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara

Berita
28 Oktober 2026 05:00
Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

Terbaru

  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
  • Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
  • LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?