Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Perempuan Skotlandia Yang Meng-Islamkan Keluarga dan 30 Temannya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 10 April 2020 21:31 9:31 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 April 2020 21:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | DEBBIE Rogers, yang kini dipanggil Aisha, berasal dari keluarga Kristen yang taat dan ketat. Ia menghadiri pertemuan Salvation Army (Bala Keselamatan, salah satu denominasi Gereja Protestan yang terkenal dengan pelayanan sosialnya) secara rutin. Di saat gadis-gadis Britania lainnya menciumi poster Goerge Michael sebelum tidur, Rogers memiliki gambar Yesus di dinding kamarnya. Meski begitu, ia mendapati apa yang dianutnya tidaklah cukup, banyak pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab. Ia merasakan ketidakpuasan terhadap kekurangan pada struktur disiplin kepercayaanya. Aisha berkata, “Seharusnya ada hal yang lebih, dibanding sekedar berdo’a saat menginginkanya saja”.

Aisha pertama kali berjumpa dengan suaminya di masa mendatang, Mohammad, saat ia berumur 10 tahun. Ia adalah pelanggan tetap toko yang dijalankan oleh keluarga Mohammad. Aisha seringkali melihat Mohammad melaksanakan sholat. Ia mengenang bahwa, ‘ada kepuasan dan kedamaian pada apa yang Mohammad lakukan’. Maka setelah itu, ia menanyakan tentang hal tersebut. Mohammad menjawab, ia adalah seorang Muslim. Aisyah pun berkata, “Apa itu Muslim?”. Semenjak itu, dengan bantuan Mohammad, ia mulai mengenal lebih dalam mengenai Islam.

Aisha akhirnya memutuskan  memeluk Islam saat berumur 16 tahun. Kemudian ia menyelesaikan bacaan Al-Qur’an dalam bahasa Arab di umur 17 tahun. Bagaimanapun, walau telah menjadi seorang Muslimah, orangtua Mohammad menentang pernikahan keduanya. Mereka mengatakan bahwa perempuan barat akan menuntun anak sulungnya pada kesesatan. Biarpun demikian, mereka tetap dapat melangsungkan pernikahan di sebuah Masjid lokal. Aisha mengenakan gaun jahitan tangan yang dibuat oleh ibu mertuanya. Ibu mertua dan saudari-saudari iparnya diam-diam menghadiri pernikahan mereka menentang keinginan ayah mertuanya yang menolak hadir.

Orangtua Aisha, Michael dan Marjory Roberts, yang meskipun menghadiri pernikahan tersebut, mengkhawatirkan pakaian yang mulai saat itu dikenakan Aisha dan apa yang akan dipikirkan tetangga-tetangga mereka. Enam tahun kemudian, Aisha memulai sebuah misi untuk membawa keluarganya pada Islam. Ia dan suaminya senantiasa berusaha membicarakan tentang Islam kepada ayah dan ibunya. Kedua orangtuanya pun telah melihat perubahan baik pada diri Aisha, seperti ia yang tak pernah lagi bersikap tak hormat dan membantah perkataan keduanya.

Ibunya mengikuti langkahnya dengan segera. Marjory Rogers merubah namanya menjadi Sumayyah, dan menjadi seorang Muslimah yang taat. Ia mengenakan hijab dan melaksanakan shalat tepat waktu. Tak ada lagi kini, yang lebih penting baginya selain hubunganya dengan Allah SWT. Sedang ayah Aisha lebih sulit untuk menerima Islam. Maka ia pun meminta tolong ibunya yang baru saja menjadi Muslimah, untuk ikut membantunya berbicara kepada ayahnya. Ia dan ibunya menjadi terbiasa membicarakan Islam dengan ayahnya tersebut. Hingga suatu hari saat mereka sedang duduk-duduk di dapur, ayahnya tiba-tiba berkata: “Apa kata-kata yang kamu ucapkan untuk menjadi seorang Muslim?”.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Mereka dipenuhi dengan kebahagiaan saat ayahnya akhirnya memeluk Islam. Tiga tahun kemudian, saudara Aisha turut memeluk Islam diikuti oleh istri dan anak-anaknya, dan diikuti pula oleh keponakan laki-laki dari istrinya. Hal ini tak berhenti di situ. Setelah keluarganya menjadi Muslim, Aisha menujukan perhatiannya pada tetangga-tetangganya. Setiap hari minggu selama 13 tahun belakangan, Aisha mengadakan kelas khusus pengajaran Islam untuk perempuan-perempuan Skotlandia. Sejauh ini, ia telah membantu 30 perempuan lebih menjadi Muslimah.

Mereka berasal dari berbagai latar yang berbeda. Salah satunya Trudy, seorang dosen di Universitas Glasgow dan merupakan bekas penganut Katolik. Pada saat itu, ia menghadiri kelas Aisha murni karena dibayar untuk melakukan beberapa penelitian. Tapi setelah 6 bulan mengikuti kelas, ia akhirnya memutuskan menjadi Muslimah, sebab ia mendapati agamanya sebelumnya penuh dengan kebingungan dari logika yang tak konsisten.

Suami Aisha, Mohammad, tak begitu getol untuk membawa teman-teman Skotlandianya menjadi saudara-saudara Muslim. Ia bekerja membantu di restoran keluarga. Tapi tujuan utama hidupnya adalah memastikan lima anak mereka tumbuh menjadi Muslim yang baik. “Aku dapat yakin mengatakan bahwa aku tak pernah menyesalinya”, Aisha berkata mengenai ke-Islamannya. Ia pun menutup dengan sebuah perkataan tentang pernikahnnya;

“Setiap pernikahan memiliki pasang-surutnya, dan terkadang kau memerlukan sesuatu untuk menarik diri dari kesulitan. Tetapi Rasulullah SAW mengatakan, ‘Setiap kesulitan akan diikuti dengan kemudahan’. Maka saat kamu sedang melewati tahapan yang sulit, berusahalah untuk kemudahan yang akan mendatangi.”

Mohammad lebih romantis: “Aku merasa kita telah saling mengenal selama ribuan tahun dan tak akan pernah terpisah satu sama lain. Menurut Islam, kamu bukan sekedar pendamping di kehidupan, tapi juga dapat menjadi pendamping di surga, ini adalah sesuatu yang indah.”*Fida’ Ahmad Syuhada’

Sumber: Muslim Concert Stories

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inspirasiKisahmualaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Aisyah, Al-Ifkul Akbar dan Fitnah Keji Syiah
Tulisan selanjutnya Ketika Pakde Rindu Kembali ke Masjid dan Dapur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?