Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

‘Aisyah, Al-Ifkul Akbar dan Fitnah Keji Syiah

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 10 April 2020 20:39 8:39 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 April 2020 20:32
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abdullah al-Mustofa

 

Hidayatullah.com | KAUM Muslimin dan Mukminin mencintai, mengistimewakan, mendoakan (dengan ucapan radhiyallahu ‘anha yang berarti semoga Allah meridhoinya), menghormati dan memuliakan ibunda mereka, ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha -. Mereka memperlakukan beliau dengan sangat baik salah satu sebabnya adalah karena mereka yakin akan dan telah merasakan keberkahan beliau.

Berbeda dengan mereka ada sebuah kaum yang bukan sekadar menuduh dan memfitnah ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha – , tapi juga mencela, melaknat dan mencaci makinya.

Berikut sebagian bukti tindakan dan ucapan negatif yang ditujukan kepada beliau – radhiyallahu ‘anha – berdasarkan kitab-kitab mereka:

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Aisyah – radhiyallahu ‘anha – adalah seorang perempuan yang (maaf) lemah iman dan lemah akal (Kitab ‘Bihar al Anwar’ karangan Muhammad bin Bagir Al Majlisi).

‘Aisyah dan Hafshah – radhiyallahu ‘anhuma – adalah (maaf) perempuan kafir seperti istri Nabi Nuh as dan istri Nabi Luth as (Kitab ‘Hadits al Ifk’ karangan Pendeta Syi’ah yang menulis banyak kitab pelecehan Rasulullah ﷺ bernama Abu Ja’far Al Kulaini).

Tidak sempurna iman seseorang sebelum ia membenci para sahabat nabi, terutama Abu Bakar, Umar, Utsman, Mu’awiyah, ‘Aisyah, Hafsah, Hindun, dan Ummul Hakam – radhiyallahu ‘anhum -, serta orang-orang yang mengikuti mereka. (Kitab ‘Haqqul Yaqin’ karangan seorang tokoh Syiah Muhammad Bagir Al Majlisi)

Kalimat-kalimat laknat atas Abu Bakar dan Umar, ‘Aisyah dan Hafshah – radhiyallahu ‘anhum – (Kitab ‘Miftahul Jinan’, buku panduan wirid umat Syi’ah).

Rasulullah meninggal dunia karena (maaf) telah diracun oleh ‘Aisyah dan Hafshah – radhiyallahu ‘anhuma – (Tafsir al ‘Ayasyi karangan tokoh Syiah bernama Muhammad Al ‘Ayasyi)

‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha – setelah menjadi janda (maaf) berselingkuh dengan seorang sahabat bernama Thalhah – radhiyallahu ‘anhu – dalam perjalanan ke Basrah menjelang terjadinya Perang Jamal (Tafsir al Quumi karangan Ali bin Ibrahim al Quumi).

Para wanita dari kalangan ahlul bait (keluarga Rasulullah ﷺ setara derajatnya dengan wanita Majusi dan (maaf) wanita pelacur (‘Tahdzibul Ahkam’ karangan seorang tokoh Syi’ah bernama Ja’far Ash Shadiq)

Pandangan negatif yang dimiliki dan ucapan negatif yang dilontarkan kaum tersebut merupakan peristiwa dan berita “Al-Ifkul Akbar”, lebih besar daripada peristiwa dan berita Al-Ifk yang terjadi pada masa hidup Rasulullah ﷺ. Lebih besar karena tuduhan dan fitnahnya lebih banyak ragamnya dan ditujukan kepada banyak shohabah Rasulullah, disebarluaskan secara masif melalui berbagai media seperti kitab, buku, bahkan di zaman modern ini dengan video dan internet. Selain itu juga dilakukan secara masif dan oleh para pengikutnya secara turun temurun di seluruh dunia yang jumlahnya tidak sedikit.

Sikap Yang Harus Kaum Mukminin Ambil Kepada ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha –

Allah – Subhanallahu wa ta’ala – telah meridhoi, memuliakan, mengistimewakan, memberkahi dan membela ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha -, membersihkan dirinya dari tuduhan keji sehingga berakhirlah peristiwa Al-Ifk dan terjaga kehormatan Rasul-Nya, namun kaum tersebut tega dengan sengaja menciptakan Al-Ifk jilid baru, bahkan jauh lebih besar.

Sungguh celaka mereka yang tergolong Ahlu atau Ashhabu (orang-orang yang terlibat di dalam) Al-Ifkul Akbar ini, jika mereka tidak mendapatkan hukuman di dunia karena ulah mereka, maka sesungguhnya mereka pasti akan merasakan hukuman yang sangat pedih di akhirat kelak.

Lain halnya dengan mereka yang beriman. Mereka selama-selamanya tidak akan menuduh, mencela, memfitnah, mencacimaki dan melaknat ibunda mereka, ‘Aisyah – radhiyallahu ‘anha -, karena mereka meyakini kebenaran dan mengamalkan Al-Qur’an, khususnya dalam hal ini ayat ke 17 dari surah An-Nuur.

يَعِظُكُمَ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.”

Demikian pula mereka tidak akan melakukan hal yang serupa kepada para shohabah dan istri Rasulullah ﷺ lainnya, serta kepada orang-orang beriman lainnya.

Mereka paham bahwa mendzolimi dan menyakiti saudaranya seiman sejatinya sama saja dengan mendzolimi dan menyakiti diri sendiri. Mereka yakin kebenaran dan mengamalkan sabda Nabi ﷺ bahwa kaum Muslimin dan Mukminin dalam saling mencintai, menyayangi dan mengasihi ibarat satu badan, jika salah satu anggota badan merasakan sakit maka seluruh anggota badan pasti akan ikut merasakan sakit, sulit tidur dan demam. (HR. Bukhori, Muslim dan Ahmad)

Maka, kita yang mengaku sebagai orang beriman janganlah ikut-ikutan membenarkan sebuah aliran yang mempunyai ajaran dimana para pengikutnya diajari dan diajak untuk berbuat dan berkata keji kepada para shohabah dan istri Rasulullah yang mulia serta diridhoi, dimuliakan dan dicintai Allah. Serta janganlah ikut-ikutan mendukung “dakwah” dan “syi’ar” aliran tersebut, terutama di bulan Muharrom ini kaum yang bersangkutan ini merayakan satu hari besar mereka.*

 

Penulis adalah anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jatim. Tulisan ini pernah dimuat di hidayatullah.com Jumat, 20 Oktober 2015 berjudul “‘Aisyah, Wanita Yang Diberkahi dan Al-Ifkul Akbar [3]”. Dimuat ulang untuk kepentingan aktualitas.

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:'AisyahFitnah Syiahsejarahsirah nabawiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salah Memaknai Puasa Ramadhan
Tulisan selanjutnya Perempuan Skotlandia Yang Meng-Islamkan Keluarga dan 30 Temannya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?