Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bagi Masyarakat Sekular Barat Term Feminisme Sudah Bermasalah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Mei 2020 11:16 11:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Mei 2020 11:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Masyarakat Barat khususnya di Britania Raya (United Kingdom/UK) tidak banyak melirik feminisme.

Pada tahun 2015-2016 berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, kaum wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai feminis hanya berkisar 7 persen saja.

Karena definisi yang tidak jelas ini, feminisme akhirnya terbiarkan menjadi istilah yang terbuka oleh berbagai macam interpretasi.

Demikian diungkapkan Zara Faris, aktivis Muslimah asal Britania Raya (United Kingdom/UK) yang dengan konsisten secara vokal mengkritik paham feminisme.

Zara menyampaikan itu dalam kuliah online internasional bertema “Muslim Feminist: False Hope or Obsolete Utopia” yang digelar The Center for Gender Studies (CGS) baru-baru ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Zara, bahkan bagi masyarakat sekuler-liberal Barat (western secular liberal) sendiri, istilah feminisme secara terminologi sudah mengandung masalah.

“Jika feminisme diartikan sebagai “equal rights and opportunities for women and men”, maka tidak perlu lagi ada feminisme, aktivis perempuan dan kemanusiaan atas nama social justice activist seharusnya bersatu untuk menjadikan ini isu bersama di bawah egalitarianisme,” dikutip website resmi CGS (12/05/2020).

Zara Faris membuka sesi kedua yang berjudul “Do Women Need Feminism?” dengan menerangkan keadaan masyarakat di UK dalam beberapa tahun terakhir.

Disebutkan, jika bagi masyarakat sekular Barat term feminisme sudah bermasalah, seharusnya bagi kaum Muslimin kesalahan itu nampak lebih nyata lagi.

“Sebab permasalahan ini bukan hanya menyangkut aspek fisik semata, tetapi lebih dalam daripada itu ia menyentuh sampai ke tataran metafisik.”

Zara memandang, feminisme bukan hanya sebagai salah satu pendekatan yang digunakan untuk menghadapi isu hak-hak perempuan, feminisme adalah sebuah pendekatan idelogis (ideological approach) yang berakar dari pandangan hidup sekular-liberal (secular-liberal worldview) dan dikemas seindah dan semulia mungkin seakan-akan merepresentasikan perjuangan kemanusiaan melalui term-term equality, freedom, dan empowernment.

Padahal mereka, jelasnya, menggunakan istilah-istilah itu sebagaimana bahasa kaum liberalis yang penuh dengan kontradiksi.

Zara menggunakan analogi permainan Rock Paper Scissors sebagai simbol-simbol yang saling berbenturan satu sama lain layaknya konsep equality, freedom, dan empowernment, karena itu ia disebut erroneous rational.

Acara yang diselenggarakan via Webinar Zoom ini menarik perhatian sampai dengan 500 peserta hanya dalam waktu 2 hari. Acara yang dipandu oleh moderator dari CADIK Indonesia, Zakiyus Shadicky ini berlangsung pada malam 17 Ramadhan 1441H/2020M.

Banyaknya perhatian peserta acara tersebut dinilai boleh jadi menandakan bahwa isu gender dan feminisme masih memiliki daya tarik masyarakat lintas negara.

Selain Indonesia, acara ini juga diikuti oleh masyarakat di negara-negara lainnya seperti Pakistan, Inggris, Malaysia, dan Mesir.

Pada saat pembukaan, Direktur CGS, Dr Dinar Kania menyampaikan, dipilihnya tema ini karena masih ramainya umat Muslim khususnya di Indonesia yang dengan bangga menyatakan dirinya feminis-Muslim secara bersamaan. Bahkan upaya-upaya untuk ‘menyatukan’ kedua pandangan (feminisme dan Islam) yang sejatinya bertolak belakang ini masih terus dilakukan secara militan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratBritania RayaCGSfeminisfeminismeperempuansekularismeZara Faris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus 63 Ton Daging Babi Terungkap, LPPOM MUI: Tindak Tegas Pelaku
Tulisan selanjutnya Sempurnanya Fisik Rasulullah ﷺ

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?