Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Bincang-bincang dengan Imam Masjidil Aqsha (2-tamat)

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 18 Mei 2020 11:36 11:36 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 18 Mei 2020 13:30
Bagikan
Bagikan

Lanjutan artikel PERTAMA

 

Hidayatullah.com | Nama lengkapnya Syeikh Dr Ikrimah Said Shabri, MA. Lahir pada tahun 1939 di Qalqilya, sebuah kota di kawasan Tepi Barat, Palestina. Ia lahir, tumbuh, dan berkembang di tengah keluarga yang dikenal religius dan cinta Ilmu.

Ayahnya bernama Syeikh Said Shabri, seorang hakim syariah di Baitul-Maqdis dan merupakan anggota Pengadilan Banding Syariah. Syeikh Said juga menjadi pendiri Lembaga Islam Tertinggi di Baitul Maqdis dan sempat menjadi khatib di Masjidil-Aqsha al-Mubarak.

Setelah lulus dari jenjang pendidikan menengah atas di Madrasah as-Shalahiyyah di Nablus, ikrimah melanjutkan kuliah di Fakultas Agama dan Bahasa Arab di Universitas Baghdad, Iraq. Gelar sarjana diraihnya pada tahun 1963.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Ikrimah kemudian mengajar di Madrasah Tsanawiyah al-Aqsha Baitul-Maqdis. Pada tahun 1967 ia diamanahi untuk memimpin lembaga pendidikan ini.

Kesibukannya tidak menyurutkan semangat untuk menuntut ilmu. Ikrimah melanjutkan pendidikan pada program pascasarjana di Universitas Negeri an-Najah Nablus. Gelar master di bidang syariah berhasil direngkuh pada tahun 1989.

Lanjut pada tahun 2001, Ikrimah menyelesaikan pendidikan doktoral dalam bidang fiqih di Fakultas Syariah dan Qanun Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir. Disertasi doktoralnya tentang “Wakaf Islam: antara Teori dan Praktik”.

Selain menempuh pendidikan formal, Ikrimah juga berguru kepada ulama-ulama besar. Ia tekun belajar pada ayahnya sendiri, Syeikh Said Shabri, juga kepada ulama lain semisal Syeikh al-‘Allamah Musthafa az-Zarqa, Syeikh Ma’ruf ad-Dawalibi, Dr Muhammad Husain adz-Dzahabi, dan Syeikh Yasin as-Syadzili.

Pada tahun 1992, Syeikh Ikrimah mendirikan Lembaga Ulama dan Dai di Baitul-Maqdis, sekaligus menjabat sebagai ketuanya. Aktivitas penting lainnya adalah sebagai Ketua Majelis Fatwa Tertinggi di Baitul-Maqdis serta menjadi Imam dan Khatib Masjidil-Aqsha. Pada tahun 1997, ia dipilih sebagai ketua lembaga yang didirikan oleh ayahnya, yakni Lembaga Islam Tertinggi di Baitul-Maqdis.

Sebagai ulama dan tokoh masyarakat, Syeikh Ikrimah tak cuma asyik di belakang meja atau perpustakaan. Ia juga sering turun langsung di lapangan. Contohnya pada pertengahan bulan Juli tahun 2017, Syeikh Ikrimah memimpin aksi heroik penduduk Baitul-Maqdis dalam melawan penjajah Zionis. Ketika itu, penjajah memasang gerbang elektronik atau detektor di pintu-pintu Masjidil-Aqsha. Tujuannya adalah untuk mengawasi jamaah.

Serdadu Zionis menyerbu jamaah yang baru saja menunaikan shalat Isya’. Korban berjatuhan. Syeikh Ikrimah mengalami cedera serius akibat terkena tembakan sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Pada bulan Mei 2018, serdadu Zionis menyerbu rumah Syeikh Ikrimah di kawasan al-ﷺwanah, Jerusalem Timur. Pria lembut ini ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Pihak Zionis kemudian mencekal Syeikh Ikrimah karena dianggap “menimbulkan ancaman bagi keamanan Israel”.

Namun ternyata bagi Syeikh Ikrimah, rentetan peristiwa di atas justru menjadi pengalaman yang menyenangkan. Kok bisa?

Anda tinggal di kawasan Baitul-Maqdis. Apa pengalaman yang mengesankan bagi Anda?

Ada pengalaman yang menyedihkan, ada banyak pula yang menyenangkan.

Pengalaman menyedihkan, salah satu yang paling memilukan adalah pembantaian terhadap jamaah Masjidil-Aqsha pada tanggal 9 Oktober 1990.

Ketika itu, gerombolan serdadu Zionis melancarkan serangan dari segala penjuru pintu Masjidil-Aqsha. Mereka juga menembakkan peluru tajam ke arah jamaah. Banyak jatuh korban, karena waktu itu kami tidak mampu berbuat apa-apa.

Saat itu kami melihat langsung “naiknya” para syuhada. Sebagian pemberitaan media massa ketika itu menyebut bahwa para syuhada itu “gugur”. Tetapi bagi kami, sebutan dan anggapan semacam itu keliru. Sebab para syuhada tidaklah “gugur”, tetapi mereka “naik” ke langit.

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki.” (Ali Imran [3]: 169).

Apa pengalaman yang menggembirakan?

Salah satunya adalah ketika Zionis tunduk pada perjuangan Murabithin sehingga mau mencabut gerbang elektronik di Masjidil-Aqsha. Setelah kejadian itu, kaum Muslimin kemudian berbondong-bondong memasuki Masjidil-Aqsha.

Perjuangan itu dimulai dari tanggal 14 Juli hingga 27 Juli 2017. Zionis memasang alat detektor elektronik di gerbang-gerbang Masjidil-Aqsha. Tujuannnya adalah untuk memastikan penguasaan penuh mereka atas Masjidil-Aqsha. Gerbang elektronik itu berfungsi agar kami (rakyat Palestina) selalu melewati itu, supaya memberikan kesan bahwa kita tunduk pada penjajahan Zionis atas Masjidil-Aqsha.

Kami tegas menolak, dan kami bertekad memaksa Zionis untuk mengangkut kembali gerbang-gerbang elektronik itu. Atas izin Allah SWT, kami bisa mengembalikan penguasaan umat Islam atas Masjidil-Aqsha.

Hari Kamis, 27 Juli 2017, ratusan ribu umat Islam akhirnya bebas memasuki Masjidil-Aqsha dengan bertakbir dan bertahlil. Kami merayakan kemenangan atas Zionis, lalu sujud mencium lantai Masjidil-Aqsha.

Bagaimana pandangan Anda tentang kegiatan wisata atau ziarah ke Masjidil-Aqsha sedangkan kondisinya masih terjajah?

Ini isu yang problematik. Ada saja yang terus mengangkatnya.

Hakikatnya kami senang ketika melihat ada kaum Muslimin yang datang ke Masjidil-Aqsha. Kepada saudara-saudara kami yang diberi kemudahan untuk datang ke kawasan suci ini, kami sampaikan ‘Ahlan wa sahlan.’ Kami tidak akan melarang maupun menganjurkannya (karena kondisinya masih terjajah).

Setiap orang mempunyai keadaan dan kondisi yang berbeda dengan yang lainnya. Dan setiap masyarakat juga dengan kondisi dan keadaannya masing-masing.

Saya sering menjumpai saudara-saudara kaum Muslimin dari Malaysia dan Indonesia saat mereka mengunjungi Masjidil-Aqsha. Tentu kami menyambut baik kehadiran mereka. Dan kami tidak menanyai mereka “Mengapa harus datang jauh-jauh ke sini?”.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MaqdisMasjid Al AqshapalestinaSyeikh Ikrimah Sabri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beginilah Baju yang Disukai Rasulullah ﷺ
Tulisan selanjutnya Legislator: Pemerintah Harus Cegah Penganiayaan WNI di Kapal China Berulang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?