Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Yang Membedakan Anadolu dengan Kantor Berita Lain adalah Nuansa Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 November 2017 11:17 11:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 November 2017 12:16
Bagikan
Dandy Koswaraputra, Pimred Anadolu Agency layanan Bahasa Indonesia
Bagikan

Hidayatullah.com—Akhir Oktober 2017 lalu, Kantor berita Turki Anadolu Agency secara resmi mengembangkan sayap internasional dengan layanan berita Bahasa Indonesia.

Anadolu   Agency berdiri sejak tahun 1920, dan kini  telah berkembang  dalam layanan Bahasa Inggris, Arab, Rusia, Bosnia, Kroasia, Serbia, Prancis, Kurdish-Sorani, Kurdish-Kurmanchi, Persia, Albania, Spanyol, dan Makedonia.

Untuk Indonesia, Anadolu   Agency Biro Indonesia menjadi layanan  ke-12. Di saat yang sama, Kantor Berita asal Turki ini juga melakukan peluncuran layanan bahasa ke-13, di Kolombia.

Dengan pengalaman lebih dari 97 tahun,  Anadolu   Agency merupakan satu di antara sepuluh agensi paling berpengaruh di dunia dan menjadi alternatif kantor-kantor berita asing, khususnya dalam melihat persoalan Islam dan Timur Tengah.

“Kita berdiri sejak zaman Khalifah Utsmani tahun 1920. Jadi kalau saya bilang ada nuansa Islamnya ya memang demikian,” ujar  Kepala Biro Anadolu Agency di Jakarta Dandy Koswaraputra. Inilah wawancara lengkapnya.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Mengapa baru sekarang  layanan bahasa Indonesia dibuka?

Anadolu sebetulnya belum lama mengembangkan sayapnya ke luar Turki. Mungkin sekitar lima tahun kami membuka layanan bahasa-bahasa di luar Turki. Dalam proses itu akhirnya Indonesia juga menjadi negara yang ke-12 dari 13 bahasa yang dimiliki Anadolu Agency, termasuk bahasa Turki sendiri. Jadi bahasa non Turkinya ada 12. Kenapa baru sekarang, mungkin karena tahapan-tahapan kita punya skala prioritas.

Baca: Anadolu Agency Resmikan Layanan Berita Bahasa Indonesia

Apa alasan penting Anadolu   membuka layanan bahasa Indonesia?

Karena kita menganggap bahwa masyarakat yang perlu mendapatkan informasi yang komprehensif dari kantor Anadolu Agency  ini cukup besar. Jadi kami menganggap membuka layanan bahasa Indonesia ini menjadi penting. Dan memang ini juga selain dari menyiarkan berita-berita berskala internasional  dalam bahasa Indonesia. Juga kita menjadi jembatan bagi pengembangan budaya Turki dan untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dengan Turki.

Apa yang membedakan Anadolu   dengan kantor berita internasional yang lain?

Pertama, kita lebih menekankan pada berita-berita kemanusiaan. Mungkin kantor berita lain juga sama. Tetapi mungkin mereka punya angle tertentu. Dan kita punya angle lain yang mungkin tidak ditampilkan kantor berita-berita yang kita kenal. Misal soal peristiwa-peristiwa Timur Tengah. Mungkin mereka menampilkan liputan yang sama. Tapi kita menampilkan angle lain. Dan ini penting.

Launching Kantor Berita Anadolu Agency biro Indonesia di Hotel Borobudur, Senin (23/10/2017)

Kedua, kita lebih memberikan nuansa Islam. Karena kita lahir dari sebuah negara Islam. Jadi dalam mempersepsikan sebuah fakta juga terkait dengan persepsi yang dimiliki mindset-nya Turki.

Jadi ciri khas Anadolu   bernuansa Islam ya?

Ya karena memang tidak bisa dilepaskan dari itu. Kita lahir sebelum Turki berdiri. Kita berdiri sejak zaman Khalifah Utsmani tahun 1920. Jadi kalau saya bilang ada nuansa Islamnya ya memang demikian. Karena Turki merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim. Sehingga kebudayaannya juga akan dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan Islam.

Selama ini berita-berita dunia Timur Tengah didominasi oleh media Barat. Bagaimana posisi Anadolu  ?

Berita itu kan produk dari persepsi. Berita-berita yang kita terima adalah fakta yang dipersepsi oleh Barat. Sehingga apa yang terbentuk dalam narasi global adalah yang mewakili persepsi barat. Nah Anadolu   ingin menampilkan persepsi yang lain. Meskipun dari sisi jurnalistik kita tidak harus berbeda. Artinya secara kerja jurnalistik, sama saja. Tapi persepsi yang dibawa adalah persepsi alternatif terhadap persepsi yang dominan saat ini.

‘Bagaimana persepsi Anadolu  dalam memberitakan kasus terorisme?

Tentu saja  terorisme adalah isu universal. Sebetulnya persepsi masyarakat tentang terorisme hampir sama. Bahwa tindakan yang menimbulkan ketakutan adalah sebagian dari teror. Tetapi ada klasifikasi yang disebut teroris.  Tidak bisa dipungkiri Turki sendiri memiliki persepsi sendiri tentang terorisme. Tapi pada intinya terror adalah teror. Jadi dalam batasan itu sebetulnya tidak ada perbedaan yang prinsipil bagaimana Turki melihat terorisme.

Umat Islam sering mengeluh berita bias dari media barat. Bagaimana Anadolu   nantinya?

Sekali lagi saya katakan bahwa mungkin Anadolu   bisa jadi alternatif . Karena berita ini sifatnya produk. Publik adalah konsumennya. Kita semua adalah konsumen dari komoditas yang disebut berita. Misal kita menikmati berita-berita yang diproduksi oleh barat. Mungkin kami akan menampilkan persepsi yang lain dan nuansa dari  produk yang lain. Publik silakan memilih. Kalau pihak lain mengatakan A, kami akan mengatakan ini loh yang benar. Atau tunggu, jangan dulu mengambil kesimpulan, jangan dulu mengambil keputusan apa-apa berdasarkan berita yang Anda baca. Tapi coba baca ini dulu. Apakah Anda sudah bisa mengetahui fakta itu secara komprehensif? Baru kemudian Anda bisa ambil keputusan. Jadi sebetulnya kita sebagai pembanding, sebagai alternative dari narasi yang mendominasi sekarang. Kalau boleh dikatakan begitu ya.

Bagaiamana hubungan Anadolu  dengan Erdogan?

Sebetulnya kita kantor berita yang independen, imparsial. Kita tidak memiliki kaitan struktural dengan pemerintahan Turki.  Tapi karena memang sebagian sahamnya dimiliki oleh Turki, Anadolu   dalam misinya tidak bisa bertentangan dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan Turki.

Jadi tidak bisa kritis ya dengan pemerintahan Turki?

Mungkin kritis dalam cara lain. Artinya kita tidak harus berhadap-hadapan atau menentang kebijakan Turki. Jadi Anadolu   tidak dalam posisi itu. Bahwa kita kritis dan bekerja layaknya jurnalis profesional tidak bisa dipungkiri. Tapi memang ada hal-hal yang harus kita posisikan secara proporsional.

Baca: Turki-Indonesia Perkuat Kerjasama Militer

Artinya bisa dikatakan Anadolu   mendukung pemerintah Turki ya?

Ya saya kira bisa dikatakan demikian, tentu saja mendukung secara konstruktif. Bukan menjadi corong. Karena memang kami meyakini bahwa yang dijalankan pemerintah Turki itu sudah pada rel yang benar. Jadi dalam konteks itu, tidak ada alasan untuk kami berhadap-hadapan.

Tadi Anda sampaikan Anadolu   berdiri sejak lama, sekarang bagaimana perkembangannya di seluruh dunia?

Anadolu  itu awalnya kantor berita yang hanya melayani media-media lokal, misalnya koran-koran di sebuah provinsi di Turki. Tetapi lambat laun seiring berkembangnya zaman, kita merasa kita perlu bermain di level yang lebih tinggi, yakni level internasional. Kita sekarang ada kantor di 41 negara. Kita ada 91 negara. Jadi hampir seluruh dunia. Kami berkeyakinan bisa memberikan sajian berita yang lebih komprehensif bagi public internasional. Dan dibukanya Anadolu   layanan Indonesia sendiri untuk menciptakan penetrasi terhadap jangkauan pemberitaan itu lebih luas lagi.*/Andi Ryansyah

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anadolu AgencyDandy KoswaraputraErdogankantor beritaKhalifah UtsmaniTimur TengahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi: Dukungan PBB terhadap Milisi Houthi Tidak Dapat Diterima
Tulisan selanjutnya Komisi XI: KPP Bea Cukai Harus Permudah Ekspor UMKM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?