Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Serangan Milisi Muslim Meningkat, Ribuan Warga Menuntut Presiden Mali Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Juni 2020 10:49 10:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Juni 2020 10:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ribuan orang di Mali turun ke jalan untuk menuntut mundur Presiden Ibrahim Boubakar Keita meletakkan jabatannya, dikarenakan eskalasi serangan oleh milisi Muslim dan semakin maraknya bentrokan antarkelompok masyarakat di negara itu.

Laporan AFP menyebutkan unjuk rasa itu diikuti oleh sekitar 10.000 orang.

Beberapa kali terjadi aksi protes menentang pemerintahan IBK sejak bulan lalu, menyusul perselisihan soal hasil pemilihan umum yang digelar bulan Maret.

Unjuk rasa yang berlangsung hari Jumat (5/6/2020) di ibu kota Bamako itu dikoordinasikan oleh Front for Safeguarding Democracy, sebuah aliansi baru yang terdiri dari partai-partai utama oposisi dan sejumlah kelompok masyarakat sipil, lansir BBC.

Aliansi itu menyebut pemerintahan Keita “kacau-balau” dan tidak sanggup mengatasi masalah keamanan dan perekonomian dalam negeri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Front itu dipimpin oleh seorang tokoh Muslim terkemuka bernama Mahmoud Dicko. Sebelum terjun ke dunia politik beberapa bulan lalu, Dicko dikenal sebagai teman akrab Presiden Ibrahim Boubakar Keita (populer dengan sebutan IBK). Dicko ingin agar pemerintahan IBK melakukan pembicaraan dengan kelompok-kelompok bersenjata Muslim guna meredam kekerasan di negeri itu.

“Ulama ini, yang pernah menjadi sekutu dekat Keita dan yang mengajak rakyat agar memilihnya, sekarang mengatakan dia harus turun, mengatakan bahwa dia gagal memenuhi janjinya untuk mengembalikan kedamaian di Mali,” kata Nicolas Haque, jurnalis Al Jazeera yang banyak melaporkan kabar tentang Mali.

Keita pertama kali terpilih sebagai presiden pada tahun 2013, dan kembali terpilih untuk periode lima tahun kedua dalam pemilu 2018.

Selama menjabat, pemerintahan Keita berupaya menghentikan kekerasan bersenjata di dalam negeri yang pertama kali muncul di bagian utara Mali pada tahun 2012, yang sampai sekarang telah merenggut nyawa ribuan prajurit dan warga sipil.

Bukannya mereda, konflik justru semakin meluas ke bagian tengah, serta melebar ke negara tetangga Burkina Faso dan Niger. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan sejak 2016 serangan bertambah lima kali lipat dengan jumlah kematian lebih dari 4.000 pada tahun 2019.

Akibat maraknya kekerasan bersenjata oleh militan dan bentrokan antarkelompok masyarakat, “empat juta orang di Mali saat ini membutuhkan bantuan kemanusian, satu juta orang kehilangan tempat tinggal tahun ini saja,” lapor Haque.

“Rakyat sudah muak dengan kekerasan dan kegagalan negara dalam memberikan perlindungan terhadap rakyatnya,” imbuh jurnalis Al Jazeera itu.*

 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ibrahim Boubakar KeitaMahmoud DickomalimilisimilitanMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Normal Baru: Semua Pekerja Bisnis Makanan di Korsel Wajib Pakai Masker
Tulisan selanjutnya Politik Kristenisasi dan Perlawanan KH Ahmad Dahlan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?