Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Selalu Ada Konsekuensi dalam Memilih Jalan

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 5 Juli 2020 10:30 10:30 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 5 Juli 2020 10:30
Bagikan
nama pejabat
Bagikan

Hidayatullah.com | BILA Allah Ta’ala telah menetapkan hati kita untuk memilih Islam sebagai jalan yang harus kita tempuh, maka logikanya, kita pun harus mengimani segala konsekuensi dari pilihan itu, juga konsekuensi bila kita tak memilih jalan itu.

Mari simak kembali seruan Rasulullah ﷺ kepada kaum kafir Quraisy di Bukit Shofa setelah turun perintah Allah Ta’ala untuk berdakwah secara terang-terangan. “Wahai Bani Ka’ab ibn Lu’ay … Wahai Bani Abdi Manaf … Wahai Bani Abdu Syams … Wahai Bani Hasyim …  Wahai Bani Abdul Muthalib …,” kata Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Selamatkanlah diri kalian dari api neraka.”

Inilah peringatan pertama Rasulullah ﷺ kepada kaumnya. Ini pula konsekuensi yang harus kaumnya pahami apabila mereka memilih jalan yang salah. Mereka akan disiksa oleh Allah Ta’ala di dalam neraka!

Sebaliknya, bila kaumnya mau mengikuti jalan Islam, maka ganjarannya adalah surga. Inilah sebaik-baik tempat kembali. Ini pula sejatinya kampung halaman manusia, tempat Nabi Adam AS dan isterinya Siti Hawa tinggal sebelum dibuang ke muka bumi.

Namun, manusia juga harus tahu bahwa jalan menuju surga bukanlah jalan mudah. Jalan menuju surga penuh onak dan duri, sebagaimana jalan takwa. Ini dijelaskan oleh Ubay bin Ka’ab saat ditanya oleh Umar bin Khaththab tentang takwa.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ubay kemudian balik bertanya, sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu Katsir ketika menafsirkan surat al-Baqarah [2] ayat 2, “Bukankah engkau pernah melewati jalan penuh duri? Apa yang engkau lakukan saat itu?”

Umar lalu menjawab, “Saya berjalan berhati-hati.”

Ubay berkata lagi, “Itulah takwa.”

Inilah konsekuensi jika manusia memilih jalan Islam. Manusia harus beribadah kepada Allah Ta’ala, sebagaimaana Allah Ta’ala perintahkan dalam Surat Az Zariyat [51] ayat 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Perintah ini tidak diberikan kepada mahluk Allah Ta’ala yang lain seperti malaikat, hewan, tumbuhan, atau benda-benda mati. Malaikat, sebagaimana diungkap Allah Ta’ala  dalam al-Qur’an surat at-Tahrim [66] ayat 6, hanya untuk mengikuti perintah Allah Ta’ala saja. Adapun hewan, tumbuhan, dan benda mati, hanya bertasbih kepada Allah Ta’ala sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat al Isra’ [17] ayat 44.

Selain beribadah, manusia diperintahkan untuk memutuskan segala perkara sesuai syariat Allah Ta’ala. Sebab, sebagaimana tertulis dalam al-Qur’an surat An Nisa’ [4] ayat 26, syariat Allah Ta’ala adalah jalan kehidupan. Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah Ta’ala, maka ia termasuk orang-orang kafir (Al-Ma’idah [5]:44) dan orang-orang zalim (Al-Ma’idah [5]: 45).

Selanjutnya, manusia juga harus menegakkan amar ma’ruf, dan nahi mungkar. Perkara ini, menurut Syekh Abdul Aziz Bin Abdullah bin Baz, termasuk kewajiban terpenting dalam Islam. Sebab, kewajiban ini bisa memperbaiki masyarakat Muslim dan menyelamatkan mereka dari siksa Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala juga mengisyaratkan kalau perkara ini penting. Dalam al-Qur’an surat Ali Imron [3] ayat 110, Allah Ta’ala berfirman, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Namun, kewajiban ini harus disertai dengan hujjah dan ilmu. Allah Ta’ala mengatakan dalam al-Qur’an surat Yusuf [12] ayat 108, “Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.”

Sudahkah kita melakukannya?* Mahladi

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jalanJalan Imanoase iman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Angkatan Laut AS Berperan dalam Perdagangan Seks di Bahrain
Tulisan selanjutnya Dekrit Presiden dan Konsep “Negara Tauhid”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?