Hidayatullah.com–Banyak tenaga pelayanan kesehatan telah berhenti dari pekerjaan mereka di Yaman karena takut risiko tertular Covid-19 yang tinggi. Memperburuk sistem perawatan kesehatan yang telah kekurangan sumber daya, Médecins Sans Frontières (MSF) melaporkan pada akhir pekan ini.
“Laporan terbaru bahwa tenaga kesehatan beresiko tinggi terserang virus juga telah meningkatkan kekhawatiran serius tentang keselamatan mereka diantara staf medis di seluruh negeri, membuat banyak orang berhenti dari pekerjaan mereka dan tinggal di rumah, menyebabkan rumah sakit kekurangan staf,” kata Caroline Ducarme, Kepala Misi MSF di Yaman dikutip laman middleeastmonitor.
Ducarme menambahkan: “Salah satu tantangan yang secara konsisten terus kami hadapi adalah menemukan staf medis terampil yang bersedia bekerja di pusat perawatan Covid-19, di mana mereka sangat dibutuhkan.” Dia melanjutkan: “Ini terlepas dari penggunaan alat pelindung diri dan penerapan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang ketat di rumah sakit ini.”
Yaman memiliki 1,456 kasus terkonfirmasi virus corona termasuk 417 kematian, namun angka sebenarnya diperkirakan akan jauh lebih tinggi karena ini tidak termasuk mereka yang tinggal di wilayah yang dikuasai pemberontak Syiah Houthi di wilayah utara. Para pakar juga meyakini banyak warga Yaman yang tidak mendapatkan perawatan medis ketika mereka terinfeksi karena mereka tidak dapat mengaksesnya.*