Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Para Pecandu Berhenti Merokok Setelah Alami Sakit Berat

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 1 Juni 2012 06:15 6:15 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 1 Juni 2012 06:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Indonesia saat ini mempunyai prestasi cukup menyedihkan seputar rokok. Praktisi Kesehatan Dr.Ari Fahrial Syam membeberkan, dilihat dari jumlah rokok yang dikonsumsi, Indonesia merupakan konsumen rokok terbesar di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebutkan, jumlah perokok Indonesia terbanyak ketiga di seluruh dunia, setelah Cina dan India, atau di atas Rusia dan Amerika

Amerika saat ini sudah berhasil menekan penduduknya untuk tidak merokok sehingga hanya tinggal 19,3 persen pada tahun 2010. “Keberhasilan Amerika untuk dapat menekan jumlah perokok pada masyarakatnya karena kampanye media secara massal yang terus menerus dan konsisten akan dampak buruk merokok, harga rokok yang selalu meningkat, dan memperluas daerah bebas rokok,” ujar Ari dalam keterangan persnya, Kamis (31/5/2012).

Pernyataan Ari berkaitan dengan peringatan Dunia Tanpa Tembakau yang jatuh pada 31 Mei.

Lebih lanjut dijelaskan, di Indonesia hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010 menunjukkan bahwa satu dari tiga orang Indonesia merokok. Prevalensi kelompok umur di atas 15 tahun yang merokok tiap hari secara nasional sebesar 28,2 persen.

Sedang penduduk Indonesia yang kadang-kadang merokok sebanyak 6,5 persen. Paling tinggi perokok Indonesia pada kelompok umur 25-64 tahun. Sebagian besar orang yang merokok di Indonesia adalah penduduk pedesaan, tingkat pendidikan rendah, umumnya mereka pekerja informal dengan status ekonomi rendah.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

“Kondisi ini sungguh menarik dan menjadi renungan kita bersama,” ujar Ketua Bidang Advokasi PB Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu.

Orang-orang berpendidikan tinggi cenderung menghindari rokok. Hanya 19,6 persen perokok setiap hari yang bertitel sarjana, 28,1 persen tamat SMA, 26 persen tamat SMP, 30,4 persen tamat SD, 31,9 persen tidak tamat SD, dan 26,7 persen tidak sekolah.

Orang-orang dengan penghasilan tetap dan status ekonomi baik juga berkurang dalam merokok. Salah satu hal yang membuat mereka mengurangi mengkonsumsi merokok karena mereka bekerja di ruang-ruang tertutup dan ber-AC yang membuat mereka tidak dapat merokok setiap saat di ruangan tertutup.

“Di sisi lain yang perlu kita simak profil para perokok Indonesia dari RISKESDAS tersebut adalah lebih dari 60 persen usia pertama kali orang merokok di Indonesia kurang dari 20 tahun. Kelompok umur 15-19 tahun merupakan kelompok yang terbesar merokok dengan angka 43,3 persen. Usia ini adalah usia mereka kelas 3 SMP, SMA dan awal kuliah. Umumnya kelompok ini adalah anak ABG yang memulai merokok untuk menunjukkan bahwa mereka sudah dewasa,” urainya, sebagaimana dilansir JPNN.

Tetapi, lanjutnya, ada hal yang sangat menyedihkan bahwa ada sekitar 2,2 persen orang yang mulai merokok pada masa anak-anak, yaitu pada umur 5-9 tahun. “Bahkan kita juga semua tahu bahwa beberapa anak balita kita sudah menjadi pencandu rokok,” urainya.

Ia mengatakan, sebenarnya kita semua sudah tahu bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan. Hanya masalahnya bagi perokok karena sudah menjadi candu, tidak mudah bagi mereka untuk meyakinkan diri untuk tidak merokok.

“Bagi perokok kadang-kadang yang menjadi patokan dampak merokok buat mereka adalah gangguan pernafasan. Sehingga jika mereka tidak batuk dan tidak sesak mereka masih tetap merokok. Padahal efek samping dari merokok tidak melulu berdampak pada saluran pernafasan,” paparnya.

Pasien yang mengalami kanker, antara lain kanker lidah, kanker kerongkongan, kanker usus besar, kanker paru atau kanker pankreas, akan menyesali kenapa mereka merokok, setelah menderita kanker.

“Rasanya cerita dampak buruk rokok pada seseorang akan selalu kita alami terjadi pada keluarga kita. Apalagi saya yang sehari-sehari bertemu dengan pasien, melihat langsung dampak rokok pada kesehatan seseorang. Kalau penyakit akibat rokok tidak terlalu berat, biasanya pasien hanya mengurangi sedikit rokoknya dan kembali lagi untuk merokok setelah sehat. Tetapi jika dampak sakit pada perokok tersebut cukup berat biasanya mereka berhenti merokok total,” kata Ari.

Serangan stroke ringan atau TIA juga kadangkala membuat kapok seorang perokok untuk tidak merokok lagi. “Ini terjadi pada ayah sendiri dimana ia seorang perokok kuat dan berhenti total setelah jatuh di kamar mandi dan mengalami serangan stroke ringan,” sambungnya.

Para perokok yang mengalami hipersensitifitas pada saluran pernafasannya, yang jika mulai merokok akan merasakan sesak, pasti tidak akan pernah untuk mencoba rokok. Serangan jantung juga bisanya membuat kapok seseorang untuk tidak merokok kembali.

Dampak lain yang sebenarnya tidak diketahui oleh para perokok, papar Ari, rokok akan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan atas seseorang. Mereka yang merokok sering merasa begah, cepat kenyang, dan kembung. Rokok juga menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau refluks yang mencetuskan penyakit GERD.

Belum lagi rokok juga dapat merusak gusi serta gigi geligi. Mereka umumnya tidak nafsu makan karena lambungnya sudah terasa penuh dengan gas akibat hirupan asap rokok. Kondisi hipoksia kronis pada seseorang perokok juga dapat mencetuskan penurunan nafsu makan.

“Oleh karena itu kita sering mendengar seseorang perokok yang berhenti merokok berat badannya akan naik karena nafsu makannya bertambah atau menjadi meningkat setelah berhenti merokok,” kata Ari.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pencegahan Perokok Pemula di Yogya Diperkuat Kampanye
Tulisan selanjutnya Masya Allah, Jasad Syuhada Palestina Masih Utuh Setelah 19 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?