Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Partai Erdogan Menyatakan Turki akan Tetap menjadi Negara Demokrasi

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 29 Juli 2020 09:54 9:54 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 29 Juli 2020 09:54
Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa, pada hari Senin (27/7/2020) memberikan pernyataan bahwa Turki akan tetap menjadi republik dengan sistem demokrasi. Pernyataan tersebut keluar sebagai tanggapan atas timbulnya kegemparan di media sosial dengan seruan pembaruan kekhalifahan.

“Republik Turki adalah negara yang demokratis dan sekuler berdasarkan aturan hukum,” kata juru bicara Omer Celik dalam sebuah ciutan twitter. “Republik kita adalah payung bagi kita semua berdasarkan kualitas-kualitas ini,” ujarnya sebagaimana dikutip oleh The New Arab.

“Adalah hal yang salah untuk memicu polarisasi tentang sistem politik Turki … Debat dan polarisasi tidak sehat yang muncul di media sosial kemarin tentang sistem politik kita tidak ada dalam agenda Turki,” tulis Celik. “Republik Turki akan berdiri selamanya. Dengan doa dan dukungan dari negara kita, dan di bawah kepemimpinan presiden kita, kita berjalan menuju apa yang disebut tujuan yang tak terjangkau untuk negara dan kemanusiaan kita. Republik kita akan terus bersinar,” tambahnya.

Cuitan resmi AKP muncul pada pagi hari setelah Gercek Hayat, majalah mingguan surat kabar Yeni Safak yang terkait dengan pemerintah, memberitakan seruan agar Ankara untuk membangkitkan kembali kekhalifahan, yang dihapuskan tidak lama setelah jatuhnya Kekhilafahan Utsmani (Ottoman).

“Sekarang Hagia Sophia dan Turki bebas; bersiaplah untuk kekhalifahan,” isi sampul Gercek Hayat terbitan 27 Juli lalu.  “Jika tidak sekarang, lalu kapan? Jika bukan kamu, lalu siapa?” tanya sampul tersebut, tampaknya merujuk pada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kekhalifahan adalah sisrem Islam yang dipimpin oleh seorang khalifah, yang memerintah berdasarkan hukum-hukum Islam. Kekhalifahan terakhir, dipimpin oleh Utsmani, jatuh pada tahun 1924 lalu digantikan dengan Republik Sekuler Turki.

Pernyataan itu disertai dengan terjemahan dalam bahasa Inggris dan Arab.  Gercek Hayat dan Yeni Safak dimiliki oleh Albayrak Media Group, yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Turki dan Presiden Erdogan.

Pada hari Jumat (24/7/2020), Turki membuka kembali Masjid Hagia Sophia setelah lebih dari 80 tahun dikonversi menjadi museum oleh pendiri Republik Sekulerisme Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

“Hagia Sophia kini melepaskan diri dari rantai penawanannya. Itu adalah impian terbesar kaum muda kita,” kata Erdogan awal bulan ini. “Hal ini adalah kerinduan rakyat kita dan ia telah tercapai.”

Hagia Sophia difungsikan sebagai gereja selama 916 tahun hingga penaklukan Konstantinopel, kini Istanbul, dan menjadi sebuah masjid dari tahun 1453 hingga 1934 – hampir 500 tahun – dan kemudian oleh Kemal Attaturk diputuskan untuk diubah menjadi museum, keputusan yang dianggap tidak sah dan kemudian dibatalkan pada 10 Juli 2020 ini melalui Dewan Negara Turki.

Pada tahun 1985, selama menjadi museum, Hagia Sophia ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO. Selain menjadi masjid yang berfungsi, Pemerintah Turki telah mengumumkan bahwa Masjid Hagia Sophia adalah tujuan wisata utama Turki dan akan tetap terbuka untuk pengunjung domestik dan asing.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AKPdemokrasiErdoganKhilafahpolitiksekulersekulerisasiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trend Pemuda di Era Milenial
Tulisan selanjutnya Mendikbud Mohon Maaf dan Minta NU, Muhammadiyah, PGRI Gabung POP Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?