Hidayatullah.com—Berita yang mengatakan bahwa utusan khusus PBB untuk Suriah Lakhdar Brahimi sedang merancang resolusi guna menerjukan 3.000 pasukan perdamaian internasional ke Suriah adalah kabar bohong, demikian ditegaskan Ahmad Fawzi jurubicara Brahimi kepada Al Arabiya.
“Sebagaimana Anda ketahui, Telegraph mengklaim bahwa LB [Lakhdar Brahimi] .. sedang merancang rencana pengiriman pasukan perdamaian berkekuatan 3.000 orang. Itu sepertinya untuk melibatkan pasukan Eropa jika nantinya ada gencatan senjata. (Berita itu) palsu,” kata Fawzi dalam emailnya kepda koresponden Al Arabiya di New York.
Menurut laporan media Inggris, Telegraph, Brahimi sedang mencari negara-negara yang mau terlibat dalam misi itu, khususnya negara-negara yang sekarang ikut serta dalam Unifil, pasukan perdamaian internasional berkekuatan 15.000 personel penjaga perbatasan Libanon-Israel.
Pasukan Inggris dan Amerika Serikat sepertinya tidak akan ikut serta dalam misi itu. Hal itu disebabkan karena keterlibatan mereka di Iraq dan Afghanistan dan karena adanya kelompok radikal Islam di kalangan pasukan oposisi Suriah, kata Telegraph.
Namun, jurubicara Brahimi juga membantah kabar yang terakhir itu dan mengatakan bahwa berita tersebut palsu.
Fawzi menjelaskan, Departemen Operasi Pemelihara Perdamaian di Perserikatan Bangsa-Bangsa (DPKO) mendatangi Brahimi dengan membawa ide-ide rencana mereka yang terdiri dari beberapa pilihan.
Ditambahkan oleh Fawzi bahwa Brahimi mempersempit pilihan ide mereka tersebut dan dalam risetnya DPKO harus mengutarakan tentang negara-negara yang berperan didalamnya.*