Hidayatullah.com—Menemani delegasi ‘Israel’ ke Uni Emirat Arab untuk pembicaraan normalisasi “bersejarah”, penasihat Gedung Putih Jared Kushner berangkat dalam tur ke ibu kota Teluk lainnya pada hari Selasa (01/09/2020), mencari lebih banyak dukungan Arab.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kembali ke negarannya tanpa hasil berarti pada Kamis (27/08/2020) setelah tur Timur Tengah di mana ia berusaha mendorong negara-negara Arab untuk mengikuti UEA dan mengakui ‘Israel’.
‘Israel’ dan UEA membentuk komite bersama untuk bekerja sama dalam layanan keuangan pada pembicaraan di ibu kota UEA, Abu Dhabi. Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menemani delegasi Israel pada hari Senin pada apa yang disebut sebagai penerbangan komersial ‘Israel’ pertama ke Kerajaan di Teluk itu, yang setuju pada Agustus untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
‘Israel’, sebelumnya telah menjalin hubungan dengan tetangga Mesir dan Yordania di bawah kesepakatan damai beberapa dekade lalu. Namun semua negara Arab lainnya hingga sekarang, tetap kukuh tidak akan menjalin kesepakatan hingga kedamaian di Palestina tercapai.
Warga Palestina telah mengutuk kesepakatan itu sebagai tusukan dari belakang dan pengkhianatan atas perjuangan rakyat Palestina. Turki juga mengancam akan menangguhkan hubungan dengan UEA setelah normalisasi diumumkan.
Saingan ‘Israel’, yaitu Iran, sangat pedas dalam kritiknya. Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengunggah di Twitter pada Selasa bahwa “UEA mengkhianati dunia Islam, negara-negara Arab, negara-negara kawasan, dan Palestina”.
Kushner kemudian terbang ke Bahrain dan kemudian Arab Saudi dan diharapkan juga mengunjungi Qatar.
Di Bahrain, yang menampung markas angkatan laut AS untuk wilayah tersebut, kantor berita negara melaporkan bahwa selama pertemuannya dengan Kushner, Raja Hamad bin Isa Al Khalifa memuji peran yang dimainkan UEA dalam membela kepentingan Arab dan Islam.
Di Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Kushner membahas perlunya Palestina dan ‘Israel’ untuk melanjutkan negosiasi dan mencapai perdamaian abadi, kantor berita negara SPA melaporkan.
Meskipun tidak ada pejabat lebih lanjut yang membuat pernyataan akan segera mengakui ‘Israel’, dilaporkan oleh kantor berita negara UEA WAM, Kushner menyarankan negara-negara Arab lainnya dapat segera menyusul.
Ditanya kapan aka nada negara berikutnya yang menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’, dia mengatakan: “Mari berharap dalam beberapa bulan ini.”
Arab Saudi mengizinkan penerbangan charter El Al yang membawa Kushner dan ‘Israel’ untuk menggunakan wilayah udaranya, terlepas dari penolakan publiknya terhadap normalisasi.
Pengkhianatan
Ada kepentingan regional yang tumpang tindih antara ‘Israel’ dan negara-negara Teluk Arab, yang terutama diperintah oleh pemimpin Muslim Sunni yang menganggap musuh terbesar mereka adalah Syiah Iran.
‘Israel’ telah lama mengulurkan janji bahwa musuh bersama mereka dapat menyatukan mereka, meskipun ada penentangan regional terhadap ekspansi ‘Israel’ di wilayah Palestina yang diduduki.
Komentar mengejek Iran tidak terbatas pada Twitter. Dalam pidatonya yang berapi-api pada hari Selasa, Khamenei mengatakan: “Emirat akan dipermalukan selamanya karena pengkhianatan terhadap dunia Islam, negara-negara Arab dan Palestina ini.
UEA, bersama dengan orang ‘Israel’ dan orang Amerika jahat seperti anggota Yahudi dari keluarga Trump, bekerja sama melawan kepentingan dunia Islam,” kata Khamenei, mengacu pada Kushner, yang adalah seorang Yahudi.
Ditanya tentang pernyataan Khamenei, pejabat Kementerian Luar Negeri UEA Jamal al-Musharakh mengatakan kepada wartawan di Abu Dhabi: “Jalan menuju perdamaian dan kemakmuran tidak diaspal dengan hasutan dan ujaran kebencian.”
Pejabat ‘Israel’ telah memainkan manfaat ekonomi dari kesepakatan UEA. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan perwakilan kedua negara telah menandatangani perjanjian kerja sama di bidang jasa keuangan.
Kantor Investasi dan Investasi Abu Dhabi yang dikelola negara, bagian dari kementerian ekonomi ‘Israel’, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan mereka telah setuju untuk menetapkan rencana untuk menjalin kerja sama formal.
Pemberi pinjaman terbesar negara Teluk, First Abu Dhabi Bank, kemudian mengatakan akan membuka diskusi dengan pemberi pinjaman ‘Israel’ Bank Hapoalim dan Bank Leumi.
Di tengah pembicaraan normalisasi tersebut, Kushner menghabiskan pagi hari untuk bertemu dengan para pejabat militer UEA Di pangkalan udara Abu Dhabi yang menampung jet F-35 militer AS, pesawat siluman canggih yang telah lama diincar oleh negara Teluk itu meskipun ‘Israel’ keberatan.
UEA mengatakan normalisasi harus menghilangkan rintangan yang menghalangi penjualan. Netanyahu mengatakan kembali pada hari Senin (31/08/2020) bahwa ‘Israel’ masih menentang penjualan jet tersebut ke UEA atau negara Timur Tengah manapun.*