Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Perpanjang Masa Isolasi Mandiri Orang Positif atau Bergejala Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Juli 2020 14:21 2:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Juli 2020 14:21
Bagikan
Covid 19
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com—Orang-orang di Inggris yang dites positif Covid-19 atau memiliki gejala-gejala penyakit tersebut sekarang harus menjalani karantina mandiri selama 10 hari dan bukan 7 hari.

“Bukti semakin kuat dan menunjukkan, meskipun masih terbatas, bahwa orang yang terjangkit Covid-19 dan hanya mengalami gejala ringan dan pulih memiliki peluang rendah tetapi nyata menularkannya 7 sampai 9 hari setelah penyakit itu berada di tubuhnya,” kata Chief Medical Officers Inggris dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Euronews Kamis (30/7/2020).

Pembaruan pedoman Covid-19 Inggris itu sejalan dengan Prancis, yang memberlakukan masa isolasi mandiri untuk orang yang tidak menunjukkan gejala yaitu 8 hari ditambah dua hari sehingga total menjadi 10 hari.

Sejak akhir Mei, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar orang asimptomatik Covid-19 menjalani karantina mandiri selama 10 hari setelah dites positif.

Jerman sudah mengikuti panduan WHO itu, sedangkan Italia memberlakukan masa karantina mandiri lebih lama yaitu 14 hari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam wawancara dengan BBC, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan bahwa perpanjangan masa karantina itu diberlakukan sebab di berbagai negara Eropa sekarang tampak kemunculan wabah coronavirus gelombang kedua. Untuk itu pemerintah bertekad mengambil kebijakan apa saja yang mungkin dilakukan untuk menjauhkan gelombang itu dari pantai Inggris sehingga negaranya aman.

Dalam data yang dirilis hari Kamis, Office for National Statistics menunjukkan bahwa Inggris memiliki tingkat ekses mortalitas tertinggi di kalangan negara Eropa antara bulan Januari dan pertengahan Juni, meskipun jumlah kematiannya bukan yang tertinggi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19inggrisisolasikarantina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kantor Pusat ACT Tutup Sementara, Layanan Kemanusiaan dan Kurban Tetap Dioptimalkan
Tulisan selanjutnya Aljazair Dicoret Uni Eropa dari Daftar Aman Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?