Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pisah dari Sudan, Rakyat Sudan Selatan Tidak Pernah Merasakan Kedamaian

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2020 22:40 10:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Agustus 2020 22:40
Bagikan
Wilayah Sudan, dan jalur pipa minyak Sudan Selatan ke Port Sudan di Laut Merah.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sudan Selatan memang sudah berpisah dari negara Sudan yang berpusat di Khartoum, tetapi menurut seorang uskup agung negara itu rakyat tidak pernah merasakan kedamaian.

Perjanjian damai yang dicapai awal tahun ini diharapkan mengakhiri perang saudara yang berkobar sejak Desember 2013, yang berawal dari perebutan kekuasaan di negara baru itu. Sudan Selatan resmi memisahkan diri dari Sudan pada 9 Juli 2011.

Bagi ribuan rakyat Sudan Selatan yang tinggal di negara-negara bagian Equatoria Barat, Tengah dan Timur, perjanjian damai tersebut tidak pernah terwujud. Selama beberapa bulan terakhir pertempuran berlanjut antara kelompok pemberontak yang dikenal sebagai National Salvation Front dan pasukan pemerintah.

Paul Benjamin Yugusuk, uskup agung Equatoria Tengah, mengatakan kepada BBC Focus on Africa Jumat (28/8/2020) bahwa di wilayahnya dia melihat “sangat banyak orang yang kehilangan tempat tinggal… orang-orang yang terbunuh dan orang-orang yang disiksa.”

Menurut Yugusuk situasinya semakin memburuk dan “kelihatannya masyarakat tidak pernah menikmati kedamaian sejak [kesepakatan] itu ditandatangani.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sudan Selatan sebenarnya merupakan negara yang kaya akan sumber minyak. Menyusul pemisahan diri dari Khartoum, negara Sudan bahkan hingga kini mengalami krisis berkepanjangan disebabkan sumber devisanya berupa minyak berkurang sangat banyak. Sebagian besar ladang minyak Sudan yang produktif berada di selatan yang kini masuk ke dalam wilayah Sudan Selatan. Kekuatan-kekuatan politik dan kelompok bersenjata Sudan Selatan berlomba untuk menguasai kursi pemerintahan dan ladang minyak tersebut, sehingga memicu perang sipil alias perang saudara. 

Ironisnya, salah satu alasan utama mengapa Sudan Selatan memilih memisahkan diri dari Sudan adalah karena rakyatnya menuding pemerintah Khartoum menguasai sumber daya alamnya itu, mereka dimarjinalkan dan tidak pernah merasakan keuntungannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:sudan selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sakit Tak Bisa Emban Amanat PM Jepang Shinzo Abe Pilih Mundur
Tulisan selanjutnya Shalat Jumat Pertama sejak Karantina Wilayah Gaza Sepi Jamaah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?