Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Perkataan Makruf Lebih Baik dari ‘Sedekah Pesawat’ Sekalipun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2020 11:23 11:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Agustus 2020 11:23
Bagikan
Balaslah keburukan dengan kebaikan sebisa kita, atau paling tidak satu derajat di bawahnya, sabar dan memaafkan
Bagikan

Hidayatullah.com | MANUSIA bukan hanya makhluk individu, tapi juga makhluk sosial yang harus berinteraksi satu dengan yang lain. Bukan hanya makhluk yang berinteraksi dengan Tuhannya sehingga lupa di kanan kirinya ada tetangga yang mendampinginya. Rasulullah telah mencontohkan secara sempurna, baik hubungan individu dengan Allah, dengan manusia lain dan dengan alam.

Rasulullah ﷺ adalah tipe ideal (مثل الاعلى). Beliau teladan yang baik dalam segala hal. Sebagai individu, suami, ayah, kakek bahkan hingga kepala negara. Umat Islam wajib mencontoh beliau. Selain beliau, pendapat dan perbuatannya bisa diambil juga bisa ditolak. Tokoh Islam jika diidolakan karena beliau mengikuti Rasulullah ﷺ. Saat tokoh menyimpang, maka tidak boleh diikuti. Apalagi tokoh dan idola di luar islam yang sangat jelas jauh dari petunjuk dan tidak ada jaminan selamat dunia akhirat.

Rasulullah ﷺ diutus untuk menyempurnakan akhlak. Sebagaimana sabdanya yang populer :

انمابعثت لاتمم مكارم الاخلاق. اخرجه احمد والحاكم والبخاري فى ادب المفرد

Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak. (Riwayat Imam Ahmad, Hakim dan Bukhari dalam kitab adabul mufrad).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Akhlak Rasulullah ﷺ adalah Al-Qur’an. Beliau dihiasi dengan akhlak akhlak yang mulia dan dijauhkan dari akhlak yang tercela.  Beliau juga dianugerahi kalimat yang padat, ringkas dan penuh makna (jawamiul kalim).

Di antara akhlak Rasulullah ﷺ adalah berkata baik dan tidak keluar dari lisannya kecuali itu adalah wahyu. Rasulullah bersabda :

( من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره، ومن كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليكرم ضيفه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت ) رواه البخاري .

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sakiti tetangganya, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, muliakanlah tamunya dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam. (Hadist riwayat Bukhari)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa berkata baik atau diam adalah sebagai salah satu tanda bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Iman tidaklah cukup dalam hati saja. Namun, dibuktikan dengan perbuatan dan lisan.

Iman muaranya adalah akhlak mulia. Begitupun syariat tujuannya juga akhlak mulia, seperti shalat, puasa, zakat dll. Ibarat tanaman, iman adalah akar. Syariat adalah pohonnya dan akhlak adalah buahnya. Perkataan baik termasuk bagian dari akhlak mulia.

Di dalam surah Al-baqarah 263, Allah juga berfirman :

قول معروف ومغفرة خير من صدقة يتبعها اذى و الله غني حليم

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun.

Ayat ini menjelaskan bahwa kata-kata yang baik  (akhlak yang mulia) lebih baik daripada sedekah, apabila orang yang bersedekah tersebut menyakiti orang yang diberi. Bisa dengan lisan menyebut-nyebut, mengungkit pemberiannya, atau dengan perbuatan yang sekiranya menyakitkan. Misal, aku beri engkau pesawat terbang supaya tidak miskin terus, supaya tidak kelihatan susah dst.

Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa perkataan baik atau akhlak mulia lebih baik daripada pemberian pesawat sekalipun. Karena lafadz صدقة / shadaqah bentuknya adalah nakirah umum, tidak menyebut sedekah spesifik tertentu. Sehingga bisa termasuk sedekah apapun.

Benarlah ungkapan bahwa :

ادب المرء خير من ذهبه

Adab seseorang itu lebih baik daripada emas atau hartanya.

Persoalan di masyarakat saat ini adalah banyak orang yang sudah tidak membantu terhadap tetangganya, tidak punya emas dan memberi emas, tapi masih banyak komentar buruk atau bahkan melakukan ghibah. Padahal seharusnya berkata baik atau diam agar selamat.

Allah menjamin surga bagi orang yang berkata-kata baik (akhlak mulia) dan termasuk orang muflis (bangkrut) jika lisannya tidak dijaga. Sebagaimana dijelaskan dalam 2 hadits ini :

Dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah ﷺ bersabda,

ﻣَﻦْ ﻳَﻀْﻤَﻦَّ ﻟِﻲ ﻣَﺎﺑَﻴْﻦَ ﻟِﺤْﻴَﻴْﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺭِﺟْﻠَﻴْﻪِ ﺃَﺿْﻤَﻦْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ

“Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara dua janggutnya (lisan) dan dua kakinya (farji), maka kuberikan kepadanya jaminan masuk Surga.” (HR. Bukhari).

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda,

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Apakah kalian tahu siapa muflis atau orang bangkrut itu?”

Para sahabat menjawab, ”Muflis atau orang yang bangkrut itu adalah yang tidak mempunyai dirham (uang) maupun harta benda.”

Tetapi Nabi ﷺ berkata, “Muflis atau orang yang bangkrut dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun saat di dunia dia telah mencaci dan menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain tanpa hak. Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam Neraka.” (HR. Muslim).

Walhasil, kata-kata yang baik termasuk akhlak yang mulia. Sedangkan akhlak mulia adalah buah dari aqidah dan syari’ah. Rasulullah pun diutus untuk menyempurnakan akhlak. Semoga kita semua mendapatkan anugerah akhlak mulia.  Wallahu a’lam.*/ Herman Anas, penulis adalah Alumnus Ponpes Annuqayah, Sumenep.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhlak muliaakhlakul karimahberkata baikIman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya doa semua agama Pemerintah Dinilai Bertanggungjawab atas “Terbelahnya Masyarakat” akibat Dukung Influencer
Tulisan selanjutnya Menteri Luar Negeri Cina Bela Kamp Penahanan Muslim Uighur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?