Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pukul Anak Tak Mau Shalat, Pasangan Malaysia Dipenjara di Swedia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Maret 2014 09:11 9:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Maret 2014 09:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sepasang suami-istri asal Malaysia yang dituduh memukuli anak-anaknya dengan tongkat dan penggantung pakaian divonis hukuman penjara karena dianggap terbukti melakukan kekerasan terhadap anak.

Shalwati Nurshal, si ibu, divonis 14 bulan penjara oleh pengadilan distrik di Solna, Stockholm, hari Jumat (28/3/2014). Sedangkan si ayah, Azizul Raheem Awalludin, diganjar kurungan 10 bulan.

Shalwati didakwa melakukan kekerasan kepada anak perempuannya, anak laki-laki tertua dan dua anak laki-laki lainnya yang lebih kecil.

Azizul didakwa melakukan kekerasan terhadap anak laki-laki tertua, anak perempuan dan dua anak laki-laki lainnya. Namun dakwaan menyiksa anak laki-laki terkecil kemudian dihentikan pengadilan.

Pasangan itu menyangkal dakwaan-dakwaan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketika pasangan itu diserahkan ke polisi pada Desember 2013, dilaporkan oleh media Malaysia bahwa pasangan Muslim itu memukul putra mereka yang berusia 12 tahun di tangan karena menolak melaksanakan shalat.

Dalam sidang pengadilan terungkap, sebagian besar kekerasan dilakukan oleh kedua orangtua itu dengan menggunakan tangan mereka. Kadang-kadang, keduanya juga memukul anak-anaknya dengan tongkat rotan atau gantungan baju.

Dalam keputusannya, pengadilan mewajibkan kedua orangtua itu membayar ganti rugi kepada anak-anak mereka.

Berbeda dengan Malaysia di mana memukul anak di dalam kelas masih diperbolehkan, di Swedia seluruh bentuk hukuman fisik terhadap anak-anak dianggap melanggar hukum sejak tahun 1979.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pengadilan distrik Solna, keluarga itu menetap di Swedia sejak tahun 2010, ketika si ayah mulai bekerja untuk pemerintah Malaysia di Stockholm.

Dakwaan terhadap pasangan Malaysia itu, kata pengadilan, semata-mata merujuk pada kejahatan yang dilakukan di wilayah Swedia. Keempat anak mereka memberikan kesaksian dan mengatakan bahwa kekerasan terjadi berulang kali di rumah mereka.

Empat anak tersebut, berusia antara 7 tahun hingga 14 tahun, kemudian dipulangkan ke Malaysia.

Pengadilan menganggap kesaksian anak-anak itu bisa dipertanggungjawabkan.

Kasus ini menarik perhatian besar di Malaysia dan diamati oleh sejumlah pejabat di kedutaan Malaysia. Pada bulan Februari lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan akan membantu pasangan itu menghadapi kasusnya.

Sedangkan sebuah laman di Facebook yang diberi nama “Bring Shal and Family Home” (bawa pulang Shal dan keluarganya) menarik dukungan lebih dari 20.000 pengguna media sosial tersebut. Dan salah seorang kolumnis Malaysia menyebut proses hukum di Swdia itu sebagai “parodi keadilan universal,” lansir The Local Swedia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah Vakum karena Revolusi, Libya Kembali Mencetak Al-Qur`an
Tulisan selanjutnya Siksa Kubur Bagi yang Meninggalkan Shalat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?