Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seorang Pemuda Muslim di India Dipukuli dan Digergaji oleh Kelompok Fanatik

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 15 September 2020 18:24 6:24 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 15 September 2020 18:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pada tanggal 23 Agustus, karena tidak dapat menemukan pekerjaan yang layak di kampung halamannya, Akhlaq yang berusia dua puluh delapan tahun, berprofesi sebagai tukang cukur, meninggalkan rumahnya di Nanauta, 23 kilometer dari Saharanpur menuju Panipat, Haryana.

“Kami tidak punya pekerjaan karena lockdown. Kondisi keuangan kami lebih buruk,” kata Ikram, saudara laki-laki Akhlaq kepada TwoCircles.net.

Menurut Ikram, saat Akhlaq sampai di Panipat, ia duduk beristirahat selama beberapa menit di daerah Kishanpura. “Dua orang datang dan menanyakan namanya. Begitu mendengar namanya, mereka mulai memukulinya. Setelah itu Akhlaq ditinggal di jalan dalam kondisi luka-luka,” kata Ikram.

Setelah itu, menurut penuturan Ikram, Akhlaq merasa haus dan dia mengetuk pintu terdekat dengannya dan meminta air.

“Namun yang mengejutkannya, orang-orang di rumah itu menyeretnya masuk dan mulai memukulinya dengan tongkat kayu. Dia sadar mereka adalah orang yang sama yang memukulinya beberapa menit sebelumnya, ” tambah Ikram.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ada empat pria dan 2 wanita di rumah itu,” kata Akhlaq kepada saudara laki-lakinya, Ikram.

“Ketika mereka melihat 786 tertulis di tangan Akhlaq, mereka mengatakan kepadanya bahwa kami tidak akan membiarkan ini tertulis di tangan Anda dan mereka memotong tangan kanannya dengan gergaji mesin,” kata Ikram.

“Dia dipukuli dengan sangat parah sehingga dia mengalami luka di setiap bagian tubuhnya,” tambahnya.

Ikram mengatakan kakaknya membuat tato nomor 786 ketika dia baru berusia 15 tahun. “Kami percaya pada 786. Kami percaya pada Allah,” tambahnya.

Kalangan Muslim Pakistan, India, dan Myanmar, memiliki kebiasaan umum menulis ‘786’ dalam memulai apa pun secara tertulis. Mereka juga menyebutkan nomor ini di papan tanda dan dokumen lainnya. Mereka percaya bahwa angka ini menggambarkan nilai numerologis total dari bacaan Basmalah, “Bismillah al-Rahman al-Rahim”.

Sekitar jam 5 pagi, Akhlaq kembali sadar ketika dia menemukan dirinya terbaring di stasiun kereta api.

Ikram mengaku baru mengetahui kejadian itu saat ada orang tak dikenal yang meneleponnya dari Panipat. “Akhlaq dibawa ke stasiun kereta api dan dilempar ke rel kereta api untuk menggambarkan seolah-olah dia terluka dalam kecelakaan kereta api,” katanya.

Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panipat. Saat Ikram tiba di RS, S.I Balvaan dari kepolisian India sudah hadir.

Ikram mengatakan bahwa SI memberitahunya itu kasus kecelakaan. “Tapi melihat luka-lukanya, saya menunggu dia stabil dan menanyakannya,” kata Ikram.

“Polisi sepertinya sudah memutuskan untuk membubarkan kasus tersebut dengan menyebutnya sebagai kecelakaan,” kata Ikram.

Akhlaq memberi tahu saudaranya tentang lokasi di mana dia dipukuli dan menggambarkan rumahnya. Ingin mengetahui tentang orang-orang yang telah memukuli saudaranya dengan kejam, Ikram pergi ke tempat itu dan bertanya dan dia mengetahui bahwa penyerangnya berasal dari komunitas Saini.

Menurut Ikram, S.I Balvaan memanggil mereka ke kantor polisi tapi membiarkan mereka pergi.

“Ini kasus kattarpanthi (fanatisme), mereka memotong tangannya karena 786 tertulis di tangannya,” kata Ikram marah.

Akhlaq kemudian dirujuk ke rumah sakit Rohtak, di mana dia mengatakan bahwa mereka diminta untuk pergi. Ikram kini berobat di Nanauta.

Ikram menginginkan keadilan bagi saudaranya dan khawatir karena tidak ada yang ditangkap hingga saat ini.

Saat dihubungi untuk dimintai komentar, S.I Balvaan mengatakan kepada TwoCircles.net bahwa kasus tersebut telah dipindahkan ke kantor polisi wilayah Chandi Bagh dan mereka akan menyelidikinya lebih lanjut.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelayanan Umrah untuk Jamaah Domestik Saudi akan Kembali Dibuka
Tulisan selanjutnya Said Aqil Sebut Pelaku Penganiayaan Terhadap Syeikh Ali Jaber Merupakan Tindakan Biadab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?