Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Membangun Generasi Literasi di dalam Keluarga

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 15 September 2020 20:27 8:27 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 15 September 2020 20:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | LITERASI adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca. Dalam Kamus Ilmiah Populer (Fatihahtu, t.th:334), dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan literasi adalah kesanggupan membaca dan menulis. Selain itu, Education Development Center (EDC) juga menyatakan, literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis.

Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan keterampilan yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan baca kata dan membaca dunia. Dari sini, dapat dipahami secara umum yang dimaksud dengan literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Jika dikaitkan dengan generasi, generasi gemar berliterasi adalah generasi yang gemar membaca dan menulis.

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan literasi (membaca dan menulis) masyarakatnya. Dalam Al-Quran, ayat pertama yang diturunkan Allah juga memerintahkan kita untuk membaca (Iqra’), baik membaca ayat-ayat yang tersurat dalam Al-Quran dan hadits Nabi maupun ayat-ayat yang tersirat di alam semesta.

Literasi merupakan sarana untuk mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapat, baik di bangku sekolah, rumah maupun lingkungan sekitar (Nurchaili, 2016:198). Manusia dapat berkomunikasi dengan baik melalui penguasaan literasi yang baik pula (Gustini, 2016:334).

Namun, pada kenyataannya di negara kita tercinta Indonesia ini budaya literasi sangat memprihatinkan. Penelitian The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2017 bahwa dari total 61 negara, Indonesia berada di peringkat 60 dengan tingkat literasi rendah (Cnnindonesia, 20/4/2018). Ini merupakan permasalahan literasi yang memprihatinkan di Indonesia.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Melihat kenyataan tersebut, menurut penulis ada dua faktor mendasar yang menyebabkan minat baca di Indonesia berada pada tingkat rendah. Pertama, kurangnya kecintaan dan pengetahuan tentang pentingnya sebuah ilmu. Kedua, kurangnya penanaman budaya membaca.

Dari sini sama-sama dapat kita lihat bahwa keluarga mempunyai peran penting dalam menyelesaikan persoalan di atas. Karena pada dasarnya keluarga merupakan tempat seorang anak mendapatkan pendidikan pertamanya. Segala sesuatu yang dicontohkan oleh orang tua kepada anak akan ditiru oleh sang anak. Oleh karenanya Mujiburrahman (2017:102-103), dalam bukunya Agama Generasi Elektronik mengatakan bahwa perangai anak dipengaruhi oleh perilaku yang dilakukan orang tuanya.

Oleh karena itu, setidaknya ada dua hal yang perlu dilakukan oleh keluarga.

Pertama, keluarga seharusnya menumbuhkan rasa cinta dan pengetahuan tentang pentingnya ilmu kepada seorang anak. Hal ini dapat melalui menceritakan kepada anak kisah para pejuang dan ulama dalam menuntut ilmu.

Bahwa mereka rela meninggalkan kampung halaman, dan keluarga mereka hanya untuk menuntut ilmu. Selain itu perlu juga memberitahukan kepada anak tentang mahfudzat yang berbunyi, “tuntulah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”, menjelaskan kepada mereka bahwa mahfudzat ini mengajarkan betapa pentingnya ilmu tersebut hingga kita disuruh untuk menuntut ilmu terus dan terus dari buaian hingga ke liang lahat. Selain itu juga ajarkan kepada anak bahwa seorang yang menuntut ilmu itu akan Allah angkat derajatnya, sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran surah Al-Muzadalah ayat 11.

Kedua, menanamkan sejak dini kepada anak budaya membaca. Hal ini dapat melalui penyedian sebuah perpustakaan pribadi di dalam keluarga.

Karena pada dasarnya dengan menyediakan perpustakaan pribadi tersebut akan mengarahkan aktivitas seorang anak untuk selalu membaca. Selain itu sebagai orang tua harus mencerminkan terlebuh dahulu budaya membaca tersebut, seperti menjadwalkan jam-jam untuk membaca, sehingga anak akan mengikuti perangai orang tuanya yang suka membaca.

Pada akhirnya, anak akan gemar berliterasi. Hal ini disebabkan sang anak hidup dalam lingkungan keluarga yang mempunyai kebiasaan berliterasi khususnya dalam hal membaca.*/ Rikho Afriyandi

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakbacaanliterasimembacaPerpustakaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Ulama Ditusuk, Din: Polisi Jangan Mudah Percaya Dengan Alasan Orang Tua Tersangka
Tulisan selanjutnya Normalisasi dengan ‘Israel’ Merugikan Status Masjid Al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?