Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Laporan PBB: UEA Mengirim Senjata untuk Pemberontak Haftar Libya Meskipun Terdapat Embargo

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2021 09:42 9:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2020 11:33
Bagikan
pemberontak libya
Komandan militer Libya Khalifa Haftar
Bagikan

Hidayatullah.com–Uni Emirat Arab terus memasok peralatan militer ke komandan pemberontak militer timur Libya Khalifa Haftar. Hal itu terjadi di tengah embargo atas transfer senjata ke negara tersebut, laporan rahasia PBB meyebutkan, dikutip oleh Middle East Eye.

UEA melakukan lebih dari 150 penerbangan ke wilayah yang dikendalikan oleh Haftar, sebagian besar di Libya timur, antara Januari dan April. Para ahli menyebutnya sebagai upaya untuk menopang kampanye pemimpin pemberontak itu melawan pemerintah Tripoli yang diakui PBB.

Secara khusus, penerbangan ke zona yang dikendalikan Haftar meningkat selama serangannya yang gagal di Tripoli awal tahun ini, seorang diplomat dengan akses ke laporan yang tidak dipublikasikan yang disiapkan oleh panel ahli PBB mengatakan kepada Wall Street Journal pada hari Rabu (30/09/2020).

Senjata yang dipasok UEA, kata laporan itu, telah terbukti penting dalam kampanye Haftar dan dalam pengambilalihan sebagian Libya timur.

Senjata terus mengalir bahkan setelah upaya Haftar ke Tripoli gagal, kata diplomat itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain pesawat, UEA juga dituding menggunakan kapal untuk mengangkut bahan bakar jet ke Libya, yang diduga untuk keperluan militer.

Menurut laporan itu, pasokan militer dari UEA “memuncak” pada akhir 2019 dan awal 2020. Ini berakhir pada Juni setelah pasukan pro-pemerintah, didukung oleh Turki, mendorong pasukan Haftar menjauh dari ibu kota.

UEA mengirim sekitar 150 penerbangan militer menggunakan pesawat kargo buatan Rusia ke Libya timur dan Mesir barat, menurut laporan PBB.

Libya telah dilanda kekerasan sejak 2011 ketika pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan penguasa lama Muammar Gaddafi. Sejak itu, banyak kekuatan asing telah terlibat di negara ini.

Setelah pemilihan yang disengketakan pada tahun 2014, negara itu telah terbagi antara administrasi yang bersaing, dengan GNA yang diakui PBB didukung oleh Turki, sementara UEA dan Mesir telah mendukung pasukan yang setia kepada Haftar.

Minggu lalu, seorang pejabat tinggi PBB memperingatkan bahwa negara kaya minyak itu berada pada “titik balik yang menentukan”, dengan pendukung asing dari pemerintah saingannya menyalurkan senjata – dan kesengsaraan rakyatnya diperparah oleh pandemi virus corona yang tampaknya “berputar di luar kendali”.

Menurut laporan itu: “Sejak keterlibatan yang lebih langsung oleh Turki pada 2019 dan Uni Emirat Arab pada Januari 2020, transfer senjata ke Libya oleh kedua negara anggota tersebut telah meluas, terang-terangan dan dengan mengabaikan langkah-langkah sanksi.

“Panel kemudian menemukan bahwa Turki dan Uni Emirat Arab berulang kali tidak mematuhi” embargo senjata, yang telah berlaku sejak 2011.

Uni Eropa telah melakukan upaya untuk menghukum negara yang melanggar embargo.

Pekan lalu Uni Eropa memberi sanksi kepada satu perusahaan pelayaran Turki dan satu perusahaan pelayaran Yordania karena membawa bahan-bahan militer ke Libya.

Itu juga memberi sanksi kepada maskapai penerbangan Kazakhstan dan Sigma Airlines, keduanya telah digunakan oleh UEA untuk menerbangkan senjata ke Libya.

Diyakini UEA menggunakan jaringan perusahaan swasta untuk mengirimkan senjata ke Libya. Dengan cara itu, kata para peneliti, mereka bisa menghindari radar PBB.

Salah satu contohnya adalah ketika militer UEA diduga menggunakan sebuah perusahaan swasta untuk memesan tujuh helikopter serang Mi-24 buatan Rusia dari Republik Ceko pada 2015.

Pada 2016, seorang komandan yang dekat dengan Haftar membeli 11 helikopter Mi-24, termasuk tujuh dengan nomor seri yang sama dengan yang dibeli oleh UEA dari Republik Ceko, menurut Journal.

Tidak jelas apakah helikopter yang dibeli Ceko digunakan di Libya, dan pemerintah Emirat mengundang perwakilan Ceko untuk melihat helikopter tersebut digunakan di UEA sebagai bukti bahwa mereka akan tetap digunakan secara lokal.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khalifa HaftarLibyaPBBTurkiUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Izinkan Penyandang Dana Genosida Rwanda Diserahkan ke ICTR di Tanzania
Tulisan selanjutnya Laporan PBB: ‘Israel’ telah Hancurkan 500 Bangunan Palestina selama Tahun 2020

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?