Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Untuk Ibu, Tak Cukup Hanya Mengirim Uang

Bambang S
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2020 10:29 10:29 am
Bambang S
Dipublikasikan 21 Oktober 2020 10:30
Bagikan
[Ilustrasi] Ibu
Bagikan

Hidayatullah.com | Jabatan tinggi di perusahaan, rumah besar dan nyaman, kendaraan mewah dan istri cantik telah saya dapatkan. Tapi entah mengapa masih ada yang terasa kurang. Kasur empuk di kamar luas ber-AC tak pernah membuat tidur saya terasa nyenyak.

Segalanya yang telah saya miliki entah kenapa bukannya membuat saya merasa nyaman menjalani hidup, malah membuat pikiran dan hati saya tak tenang. Minum obat tidur sudah seperti konsumsi harian bagi saya. Sudah beberapa kali saya konsultasi dengan sejumlah dokter, hasilnya nihil. Tak ditemukan juga gejalanya.

Kalau dibilang kekayaan saya kotor, tiap tahun saya selalu berqurban, rutin membayar zakat, bahkan infaq dan bersedekah sering saya lakukan. Dari segi ibadah pun, saya shalat lima waktu, mengaji selalu saya lakukan. Entah kenapa hati dan pikiran saya masih tak tenang.

Di lingkungan pekerjaan, saya dihormati sebagai seorang manejer dan hasil kerja saya cukup memuaskan. Di lingkungan keluarga saya dikagumi karena bisa sukses dan meraih cita-cita menghasikan pundi-pundi kekayaan. Saya sudah melaksanakan haji, bahkan saya juga telah memberangkatkan haji ibu. Tapi seakan semuanya tak ada efek sama sekali dalam hidup saya.

Beberapa waktu kemudian saya memutuskan konsultasi kepada seorang ustadz. Saya mencurahkan isi hati tentang keresahan dan ketidaknyamanan selama ini. Usai bercerita, sang ustadz spontan bertanya, siapa orang yang paling saya cintai di dalam hidup ini, dengan spontan juga saya menjawab, “Ibuku.”

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Terus sang ustadz bertanya, apa saja yang telah saya lakukan untuk sang ibu. Saya bilang saya telah memberangkatkan haji. Semenjak ayah saya meninggal, saya rutin mengirimkan uang setiap bulan. Dulu saya bantu biaya kuliah adik-adik dan biaya hidup mereka sampai memiliki pekerjaan masing-masing.

Ustadz bertanya, seberapa sering saya berkomunikasi dengan ibu, saya bilang cukup sering. Saya juga bilang hampir setiap tahun saya mengajak keluarga kecil saya ke kampung ibu.

Pertanyaan selanjutnya, dengan siapa ibu saya tinggal sekarang. Saya bilang, ibu tinggal sendirian, adik-adik saya hampir semua bekerja di luar kota, tapi tetangga di sekitar rumah ibu hampir semuanya adalah keluarga dekatnya.
Tiba-tiba raut wajah sang ustadz berbeda. Namun kemudian kembali seperti sebelumnya. Dia mengatakan bahwa saya butuh refreshing, istirahat sejenak. Dia menyarankan untuk berkujung ke kampung halaman ibu dan rehat sejenak di sana.

Meskipun awalnya saya merasa berat karena pekerjaan di kantor kian menumpuk, tapi akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti saran ustadz: liburan di tengah sibuknya pekerjaan kantor. Saya mengambil cuti sepekan dan mengunjungi ibu di kampungnya, dan meninggalkan istri dan anak agar tetap beraktifitas seperti biasa.

Saya sengaja tak mengabari ibu tentang kedatangan saya. Ketika saya sampai, ibu tengah menyapu halaman depan rumah yang penuh sejarah bagi keluarga kami. Melihat kedatangan saya, raut wajah ibu merekah. Ia terlihat sangat bahagia. Kemudian langsung menghampiri dan memeluk saya.

Kami masuk ke dalam rumah dan bercengkrama banyak hal, dari masalah keluarga, pekerjaan, tentang sekolah cucu-cucunya, dan lelucon-lelucon lainnya. Usai shalat Maghrib, kami makan bersama dan melanjutkan obrolan. Hampir semua yang kami bicarakan tentang diri saya, istri dan anak-anak.

Usai isya kami lanjut ngobrol dan tak terasa saya tertidur pulas di sofa ruang keluarga. Hilang semua beban pikiran, entah kenapa malam itu saya merasa nyaman sekali. Subuh harinya saya terbangun. Sebuah selimut tebal menutup tubuh saya. Kulihat ibu tengah sibuk di dapur. Saya lekas mengambil air wudhu dan menuju masjid untuk shalat Shubuh.

Menghirup udara pagi itu membuat badan saya terasa segar, entah tiba-tiba semua perasaan tidak tenang itu hilang. Pikiran saya terasa segar. Hal itu saya rasakan beberapa hari di rumah ibu.

Namun ketika kembali ke rutinitas saya di kota, perasaan itu kembali lagi. Berkali-kali saya berpikir, dan kemudian mengambil kesimpulan. Penyebab selama ini saya merasa tidak tenang karena meninggalkan ibu hidup sendirian.
Hari itu saya merasa durhaka sekali, sudah bertahun-tahun saya meninggalkan ibu hidup sendiri sementara saya sibuk mengurus keluarga baru dan pekerjaan. Maafkan saya ibu, yang telah membuat ibu kesepian selama bertahun-tahun.

Saya pikir dengan memberangkatkan haji, mengirimkan uang setiap bulan, meneleponnya sesering mungkin itu sudah cukup.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengajak ibu tinggal bersama di kota. Ibu tidak menolak, malah dia terlihat bahagia. Maafkan saya ibu!

Saya mulai sadar, selama ini saya tidak tenang karena membuat ibu kesepian. Semenjak ibu tinggal bersama kami, perasaan itu hilang tergantikan dengan kebahagiaan. Ibu adalah sumber ketenangan dan kebahagian, karena ridhanya adalah ridha Allah Subhanahu Wata’ala.*

Seperti dikisahkan Rudi (nama samaran), dikutip dari Majalah Suara Hidayatullah.

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakayahbapakbirrul walidainibuKeluargaorang tuaorangtua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Disebut Punya Luas Lahan Terbesar di Dunia, Indonesia Kembangkan Sagu sebagai Pangan Pokok
Tulisan selanjutnya Wapres: Kita Ingin Jadikan Industri Halal Indonesia Tuan Rumah sekaligus Pemain Global

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?