Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sukarelawan Uji Klinik Vaksin Covid-19 Universitas Oxford di Brazil Meninggal Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2020 09:59 9:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Oktober 2020 09:59
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang sukarelawan yang ambil bagian dalam uji klinik vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Oxford University telah meninggal dunia di Brazil, kata pejabat terkait hari Rabu (21/10/2020).

Kasus ini merupakan kematian pertama dalam berbagai uji klinik vaksin coronavirus yang sedang dilakukan di berbagai negara. Tidak diketahui apakah orang itu termasuk yang diberikan suntikan kandidat vaksin atau plasebo.

Regulator kesehatan nasional Anvisa mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah diberitahu tentang kasus itu pada 19 Oktober. Pihaknya juga sudah menerima laporan kajian independen dari komite keamanan dan evaluasi yang mengawasi uji klinik tersebut.

D’Or Teaching and Research Institute (IDOR), yang membantu penyelenggaraan uji klinik vaksin itu di Brazil, mengatakan proses kajian independen menyatakan tidak ada keraguan soal keselamatan uji klinik vaksin yang dikembangkan bersama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca itu,dan merekomendasikan untuk dilanjutkan, lapor AFP.

Setengah dari peserta uji klinik tahap akhir menerima plasebo, kata IDOR. Sekitar 8.000 sukarelawan sudah divaksinasi sejauh ini di Brazil, dan lebih dari 20.000 di seluruh dunia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Peserta uji klinik di Brazil harus merupakan dokter, perawat atau pekerja kesehatan lain yang kontak rutin dengan coronavirus.

Berbagai laporan media mengatakan sukarelawan itu adalah seorang dokter pria berusia 28 tahun yang bertugas di garis depan selama pandemi dan meninggal akibat komplikasi Covid-19.

Koran Brazil Globo mengatakan dokter muda itu sudah merawat pasien Covid-19 sejak Maret di ruang gawat darurat dan ruang intensif di dua rumah sakit di kota Rio de Janeiro.

Dia lulus sekolah kedokteran tahun lalu, dan kondisi kesehatan baik sebelum terjangkit penyakit itu, kata teman dan keluarganya kepada Globo.

Oxford dan AstraZeneca sebelumnya sudah pernah menangguhkan uji klinik vaksin tersebut pada bulan September setelah seorang sukarelawan di Inggris mengalami sakit yang tidak dijelaskan.

Uji klinik dilanjutkan kembali setelah regulator di Inggris dan hasil kajian independen menyimpulkan sakit yang dialami sukarelawan tersebut bukan efek samping dari vaksin coronavirus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AstraZenecaBrazilcoronaviruscovid-19dokterOxforduji klinikvaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laporan: Delegasi ‘Israel’ Melakukan Perjalanan ke Sudan untuk Membahas Normalisasi
Tulisan selanjutnya Good Corporate Governance dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Keuangan Bank Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?