Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Perdana Menteri Sudan Sebut Kesepakatan dengan ‘Israel’ akan Memicu Perang

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2020 08:44 8:44 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 26 Oktober 2020 08:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan Perdana Menteri Sudan Sadiq al-Mahdi pada hari Sabtu (24/10/2020) mengecam normalisasi hubungan antara Sudan dengan ‘Israel’, Daily Sabah melaporkan.

Al-Mahdi, yang merupakan perdana menteri terakhir yang terpilih secara demokratis dan mengepalai partai politik terbesar di negara itu, mengatakan bahwa dia menarik diri dari konferensi agama yang diselenggarakan pemerintah pada hari Sabtu di ibu kota, Khartoum. Hal itu sebagai protes terhadap kesepakatan normalisasi Sudan-‘Israel’ yang diumumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Jum’at (23/10/2020).

“Pernyataan ini bertentangan dengan hukum nasional Sudan … dan berkontribusi pada penghapusan proyek perdamaian di Timur Tengah dan untuk mempersiapkan dimulainya perang baru,” kata al-Mahdi dalam sebuah surat kepada konferensi tersebut.

Dia mengatakan perjanjian dengan ‘Israel’ akan membahayakan otoritas pemerintah transisi Sudan, koalisi yang rapuh dari para pemimpin sipil dan militer.

Sudan berada di jalan yang sulit menuju demokrasi setelah pemberontakan rakyat tahun lalu yang menyebabkan militer menggulingkan otokrat lama, Omar al-Bashir. Pemerintah transisi telah menjanjikan pemilu paling cepat pada tahun 2022.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Al-Mahdi, yang memimpin Partai Umma Nasional, digulingkan dalam kudeta yang didukung Islam pada tahun 1989 yang membawa al-Bashir ke tampuk kekuasaan. Partainya bersekutu dengan gerakan pro-demokrasi yang memimpin protes terhadap al-Bashir.

Al-Mahdi mengatakan bahawa Trump berlaku rasis terhadap Muslim dan orang kulit hitam, dan menyebut ‘Israel’ sebagai “negara apartheid”.

Sudan adalah negara Arab ketiga yang bergerak menuju normalisasi hubungannya dengan Israel di antara serangkaian kesepakatan yang ditengahi Washington menjelang pemilihan presiden AS. Pemerintahan Trump merekayasa pakta diplomatik antara pemerintah Zionis dan Uni Emirat Arab dan Bahrain pada Agustus, yang pertama sejak Yordania mengakui ‘Israel’ pada 1990-an dan Mesir pada 1970-an.

Sudan menjadi tuan rumah konferensi Liga Arab yang penting setelah perang Timur Tengah 1967 di mana delapan negara Arab menyetujui “tiga tidak”: tidak ada perdamaian dengan ‘Israel’, tidak ada pengakuan ‘Israel’ dan tidak ada negosiasi dengan ‘Israel’.

Pengakuan Sudan atas ‘Israel’ terjadi setelah negara Afrika Utara itu setuju untuk memasukkan $ 335 juta ke dalam rekening escrow untuk digunakan sebagai kompensasi korban serangan teroris Amerika. Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok berterima kasih kepada Trump karena telah menandatangani perintah eksekutif untuk menghapus Sudan dari daftar terorisme dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia berharap untuk menyelesaikan kesepakatan itu dalam “waktu yang tepat”.

Penghapusan sebutan teror membuka pintu bagi pemerintah transisi Sudan untuk mendapatkan pinjaman internasional dan bantuan yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali ekonominya yang terpukul dan menyelamatkan transisi negara itu menuju demokrasi.

Pemerintah telah berjuang untuk menghidupkan kembali ekonomi Sudan yang terpukul di tengah defisit anggaran yang besar dan kekurangan barang-barang penting yang meluas, termasuk bahan bakar, roti dan obat-obatan.

Awal bulan ini, Jenderal Mohammed Hamdan Dagalo, wakil kepala dewan kedaulatan Sudan, mengatakan kepada stasiun televisi lokal bahwa Sudan akan mendapatkan keuntungan dari normalisasi tersebut.

“Kami membutuhkan ‘Israel’ … ‘Israel’ adalah negara maju dan seluruh dunia sedang bekerja dengannya,” katanya.

Palestina telah mengecam normalisasi Sudan-‘Israel’ ini sebagai “tikaman baru dari belakang”.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Normalisasi Sudan dan IsraelSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Boikot Produk Prancis’ Diluncurkan setelah Komentar Presiden Macron tentang Islam
Tulisan selanjutnya Mahkamah Konstitusi Polandia Dukung Larangan Aborsi, Demonstran Menarget Gereja Katolik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?