Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Berdakwah Tak Perlu Tergesa-gesa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2020 13:50 1:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Oktober 2020 13:50
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com | DALAM salah satu Hadits Arbain, Rasulullah ﷺ berkata, “Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman,” (Riwayat Muslim).

Kemungkaran akan selalu ada selama orang-orang yang memilih jalan bengkok juga ada. Namun, Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita untuk berusaha mengubah kemungkaran itu menjadi kebajikan sesuai dengan kemampuan kita sebagaimana pesan Rasulullah ﷺ dalam hadits di atas.

Jika kita punya kekuasaan untuk mengubahnya, maka ubahlah. Misal, seorang ayah tentu punya kekuasaan atas anak-anaknya. Atau, seorang pimpinan mesti punya kekuasaan atas bawahannya. Demikian pula seorang yang kuat dan ditakuti, pastilah punya kekuasaan atas orang-orang yang lemah.

Rasulullah ﷺ pernah melakukan cara ini. Ketika Islam telah kuat di Madinah, beliau kembali ke Makkah membawa 10 ribu pasukan untuk menghancurkan semua berhala di sekitar Ka’bah. Beliau juga beberapa kali mengutus pasukan untuk memerangi kelompok-kelompok yang benar-benar menetang Islam.

Ini sejalan dengan seruan Allah Ta’ala dalam al-Qur’an Surat al-Anfal ayat 39:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”

Namun, jika kekuasaan itu tak kita miliki, maka kita masih bisa mengubah kemungkaran dengan nasehat yang makruf. Ini juga dilakukan oleh Rasulullah ﷺ, utamanya setelah turun perintah berdakwah secara terang-terangan (Qur’an Surat Asy-Syu’ara [26]:214).

Rasulullah ﷺ juga mendakwahkan Islam kepada para penguasa di sekitar Madinah dengan cara berkirim surat. Beberapa penguasa yang beliau kirimi surat adalah Raja Najasy, Kaisar Heraklius, Raja Ghassan, Penguasa Yamamah, dan Raja Oman.

Dan, jika kita tak mampu mengubah kemungkaran dengan tangan atau dengan lisan, maka cukup kita ingkari saja di dalam hati. Ini dilakukan oleh Rasulullah ﷺ beberapa saat setelah peristiwa kenabian. Beliau tidak langsung berdakwah secara terang-terangan, namun sembunyi-sembunyi. Tentu saja ini beliau lakukan agar dakwah bisa terus berlangsung dalam jangka panjang.

Namun, dakwah butuh kebijaksanaan. Adakalanya kita mampu mengubah kemungkaran dengan tangan, namun tidak kita lakukan karena kita tahu hal itu justru akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar atas dakwah. Atau sebaliknya, jika kita bersabar dan menahan diri, justru kebajikan atas dakwah akan datang lebih besar.

Dikisahkan dalam Jaami’ al-Ulum wa al-Hikam bahwa para murid Ibnu Mas’ud, setiap kali melewati sekelompok orang yang mereka pandang sedang berbuat jelek, maka mereka mengatakan, “Tak perlu tergesa-gesa, tak perlu tergesa-gesa, semoga Allah merahmati kalian.”

Yang juga menarik, ketika Rasulullah ﷺ berdakwah di Thaif, beliau dihina dan disakiti oleh penduduk negeri itu. Namun, beliau justru tidak menghendaki kehancuran penduduk Thaif meskipun beliau punya kesempatan untuk itu.

Beliau menolak tawaran malaikat penjaga gunung untuk meluluhlantahkan Thaif dengan berkata, “Aku masih berharap agar Allah melahirkan dari keturunan mereka orang-orang yang hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.”

Dakwah juga butuh kelembutan. Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Hendaklah memerintah pada yang makruf dan melarang dari kemungkaran dengan tiga hal. Pertama, lemah lembut ketika memerintahkan yang makruf dan melarang yang mungkar. Kedua, bersikap adil ketika memerintah dan melarang. Dan ketiga, berilmu pada apa yang diperintahkan dan yang akan dilarang,” (Jaami’ al-Ulum wa al-Hikam). Wallahu a’lam.*/Mahladi Murni

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Berdakwah Tak Perlu Tergesa-gesadakwahsabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mossad: Arab Saudi ‘di Baris Berikutnya’ untuk Normalisasi dengan ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Ketakutan, Prancis Desak negara-negara Arab Hentikan Seruan Boikot

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?