Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libya Tuntut Presiden Prancis Macron Meminta Maaf kepada Umat Islam di Seluruh Dunia

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2020 12:43 12:43 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 27 Oktober 2020 12:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Libya mengecam komentar Islamofobia Emmanuel Macron baru-baru ini dan menuntut permintaan maaf dari pemimpin Prancis tersebut, The New Arab melaporkan.

Kementerian luar negeri Libya mengecam keras pernyataan kontroversial Macron baru-baru ini tentang Islam, menggambarkannya sebagai sangat ofensif dan menghina Nabi Muhammad.

Dalam sebuah pernyataan kepada Arabi21, juru bicara kementerian luar negeri Libya, Ahmed Al-Qeblawi mengatakan komentar menghina Macron dirancang untuk memicu kebencian demi keuntungan politik dan memintanya untuk meminta maaf kepada dunia Islam.

Pernyataan tersebut menolak klaim bahwa komentar Macron dilindungi oleh hak kebebasan berbicara, mencatat bahwa Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa pada 2018 menyatakan bahwa menghina Nabi tidak dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.

Ia meminta presiden Prancis untuk menahan diri dari pernyataan provokatif lebih lanjut dan mendesaknya untuk mengeluarkan pernyataan kepada lebih dari satu miliar Muslim, termasuk jutaan Muslim Prancis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Prancis menganggap satir religius berada di bawah kebebasan berekspresi, sementara banyak Muslim menganggap serangan apa pun terhadap nabi mereka dianggap sebagai pelanggaran berat.

Pada 16 Oktober, seorang pemuda berusia 18 tahun asal Chechnya membunuh seorang guru yang telah memperlihatkan karikatur Muhammad di kelas.

Saat mengenang guru tersebut pada hari Rabu (22/10/2020), Macron mengatakan Prancis tidak akan melepaskan kebebasannya.

Pembunuhan mengerikan tersebut, terjadi ketika pemerintah Prancis menyusun undang-undang yang direncanakan untuk melawan apa yang disebut “separatisme Islam’, yang diklaim Macron telah menciptakan masyarakat paralel yang melawan nilai-nilai Prancis.

Seruan untuk memboikot barang-barang Prancis juga datang dari kelompok-kelompok di Yordania, Kuwait dan Qatar setelah Presiden Emmanual Macron mengatakan negaranya tidak akan “menyerahkan kartun” yang menggambarkan nabi.

Di Arab Saudi, ekonomi terbesar di dunia Arab, tagar yang menyerukan boikot pengecer supermarket Prancis Carrefour menjadi topic terpopuler kedua pada hari Ahad (25/10/2020).

Kementerian luar negeri Prancis juga mendesak negara-negara di mana seruan boikot telah dilakukan untuk menghentikan mereka dan memastikan keamanan warga Prancis.

“Seruan untuk boikot tidak berdasar dan harus segera dihentikan, seperti halnya semua serangan terhadap negara kami yang telah dimanipulasi oleh minoritas radikal,” kata pernyataan kementerian.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:LibyaMacronPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Facebook, Google dan Microsoft Hindari Pajak 3 Miliar di Negara-negara Miskin
Tulisan selanjutnya Pemerintah Inggris Tolak Berikan Alasan atas Tindakan Lockdown Sepihak saat Idul Adha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?