Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Hakikat Waktu dalam Dakwah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 November 2020 09:23 9:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 November 2020 10:07
Bagikan
Para dai muda lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim (STAI) Hidayatullah Surabaya ini berdebar menanti kota tempat penugasan dakwah
Bagikan

Hidayatullah.com | AL-wajibat aktsaru minal awqat (kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia). Ini adalah fakta yang tidak terbantahkan. Terutama karena seseorang selalu mengkorelasikan kata “kewajiban” dalam bingkai dakwah.

Seorang dai (juru dakwah) kadang merasa berputus asa ketika berdakwah, karena merasa sudah mengerahkan segala potensi, argumentasi dan dalil, namun tidak mendapatkan sambutan dari mad’u (objek dakwah).

Nabi Nuh AS yang sudah berusaha mati-matian mengingatkan kaumnya agar kembali kepada Allah. Ratusan tahun (950 tahun lebih) berdakwah siang dan malam, hanya sekitar 80 orang yang mengikuti seruan dakwahnya.

Perasaan putus asa itu muncul akibat hilangnya salah satu unsur penting dalam proses dakwah, yaitu waktu. Hal yang mesti dipahami oleh seorang dai adalah bahwa usia dakwah itu lebih panjang dari usia seorang dai itu sendiri. Hasil dakwah menjadi hak prerogatif Allah yang hanya diberikan kepada manusia yang dikehendaki-Nya, seorang dai hanya berkewajiban terus berdakwah hinggal ajal menjemputnya.

إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS al-Qashshash [28]: 56).

Seorang dai berinteraksi dengan pribadi buruk di bawah keburukan pemikiran dan moral. Hal ini bisa menjadi penghalang bagi dai untuk berkomunikasi dengan objek dakwah. Atau, dai berada di satu alam dan mad’u di alam yang lain, di antara keduanya terjadi kesenjangan nilai. Karena itu, terjadinya respon cepat yang tidak proporsional dan wajar, bertentangan tabiat segala sesuatu.

Sesungguhnya kata-kata (materi dakwah) yang diucapkan (disampaikan) oleh sang dai tidak akan sia-sia, pasti merasuk ke dalam pikiran sang mad’u dan akalnya, kelak akan memilih dan menjadi akumulasi pengalaman yang baik.

Sesungguhnya pengaruh kata-kata yang diucapkan beberapa tahun yang lalu akan membuahkan sikap dan membuatnya kembali mengenang pengalamannya. Apa yang diucapkan oleh dai akan didapati (dirasakan) setelah beberapa tahun kemudian.

Pemilihan waktu dalam dakwah adalah hal yang penting, ada waktu seseorang menyendiri, dan tidak siap menerima pemikiran. Dakwah akan berpengaruh dalam suasana dan kondisi yang kondusif, pada sang dai dan mad’u. Karenanya, seorang dai hendaknya memilih waktu yang tepat dengan kendala dan hambatan yang minim.

Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ أَبِى وَائِلٍ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَخَوَّلُنَا بِالْمَوْعِظَةِ فِى الأَيَّامِ ، كَرَاهَةَ السَّآمَةِ عَلَيْنَا

“Adalah Nabi ﷺ mengatur pemberian nasehat pada hari tertentu, khawatir akan membuat kami bosan.” (HR Bukhari).

Seorang dai tidak bijak jika terlalu lama mengajarkan kepada mad’u, sehingga membuatnya gelisah dan bosan. Memberi materi dalam waktu yang tidak terlalu lama, membuat mad’u rindu ingin menyempurnakan pelajaran dan menginginkan tambahan.

Sikap emosional terhadap sang mad’u dapat berdampak buruk, apakah mad’u menolak atau menerima, keduanya berbahaya jika terjadi sebelum waktunya. Mad’u akan bersikap menerima atau menolak lebih dominan karena paksaan, bukan pilihan.

Ketika mad’u menyatakan menolak, sesungguhnya ia tergesa-gesa mengambil sikap, sebelum menerima gambaran dakwah secara utuh. Penolakannya adalah sikap terhadap dakwah, dan tidak mudah merubah sikapnya, sebab biasanya seseorang akan kokoh dengan pendiriannya. Hal ini disebabkan oleh sang dai yang terburu-buru untuk memetik buah dakwah sebelum tiba masa panennya.

Sebaliknya, sang mad’u yang terlalu cepat menerima, tidak lama setelah itu akan mendapati dirinya tidak mampu memikul beban dan kewajiban yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya. Padahal, jika bisa menunggu sebentar, tidak akan terburu-buru mengambil sikap itu, sehingga menjadi jelas mana sikap yang normal dan prematur, munculnya sifat dusta dan munafik karena faktor tergesa-gesa.

Seandainya dibuka terlebih dahulu kesempatan berfikir dan merenung, pasti ia akan mengambil sikap mendasar dan orisinil. Jalan terbaik adalah jangan emosional dalam mengeluarkan pernyataan. Tetapi, minta kepada mad’u agar tidak terlalu cepat mengambil sikap, seraya terus terang kepadanya tentang tantangan dan konsekuensi menerima dakwah secara positif dan realistis.

Sesungguhnya waktu merupakan unsur yang dapat meringankan intensitas seorang dai dan mengantisipasi sikap putus asa yang kadang menimpa, dan membuka pintu cita-cita. Karena itu, seorang dai dituntut memahami waktu dalam dakwah.

Semoga Allah memberikan kesabaran dan keteguhan kepada para dai agar dapat istikamah dalam menunaikan amanah dakwah dan mendapat hasil dakwah yang terbaik. Amin.*/ Imam Nur Suharno, pengurus Korps Muballigh Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktifis dakwahdaidakwahmadu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penularan Covid-19 di DKI Menurun, Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi
Tulisan selanjutnya RI-Chile Tandatangani MoU Jaminan Produk Halal untuk Perkuat Hubungan Dagang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?