Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Awas! Penularan Manusia-ke-Manusia Virus Langka Chapare dari Tikus yang Mirip Demam Berdarah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 November 2020 10:55 10:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 November 2020 10:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para peneliti di US Centers for Disease Control and Prevention menemukan penularan dari manusia ke manusia virus langka di Bolivia yang termasuk dalam keluarga virus penyebab demam berdarah, contohnya Ebola.

Virus Chapare, yang menyebabkan penderitanya mengalami demam berdarah, menjangkiti para pekerja kesehatan di La Paz dan sejauh ini tiga orang dilaporkan meninggal dunia karenanya, lapor The Guardian Senin (16/11/2020).

Para ilmuwan mengatakan bahwa pada 2019 dua pasien menularkan virus tersebut ke tiga pekerja kesehatan di ibukota de facto Bolivia, La Paz. Satu dari pasien itu dan dua tenaga medis tersebut kemudian meninggal dunia. Hanya satu wabah kecil virus tersebut sebelumnya pernah didokumentasi, yaitu daerah Chapare yang jauhnya 370 mil arah timur dari La Paz pada tahun 2004.

“Hasil kerja kami mengkonfirmasi bahwa seorang dokter residen muda, seorang tenaga medis ambulans dan seorang ahli gastroenterologi semua terpapar virus tersebut setelah kontak dengan pasien-pasien yang terinfeksi,” kata Caitlin Cossaboom, seorang ahli epidemiologi pada divisi patologi dan patogen berkonsekuensi tinggi di CDC. Du dari tenaga kesehatan itu kemudian meninggal dunia. 

“Kami sekarang yakin banyak cairan tubuh yang berpotensial membawa virus tersebut,” imbuh Cossaboom.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Virus itu diyakini dibawa oleh tikus, yang kemudian kemungkinan menularkannya kepada manusia. Secara umum, virus yang menyebar melalui cairan tubuh lebih mudah diatasi dibanding virus yang menyebar lewat saluran pernapasan seperti virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang sedang mewabah saat ini.

Cossaboom mengatakan pasien yang terjangkit virus itu mengalami demam, sakit di bagian perut, muntah, gusi berdarah, ruam pada kulit dan rasa sakit di belakang mata. Oleh karena belum ada obat khusus untuk mengatasinya, maka pasien hanya menerima perawatan pendukung seperti pemberian cairan infus.

“Kami mengisolasi virus itu, dan kami berharap akan menemukan penyakit biasa, tetapi data urutan mengarah kepada virus Chapare,” kata Maria Morales-Betoulle, seorang pakar patologi di CDC. “Kami sangat terkejut.”

Temuan itu dipresentasikan hari Senin (16/11/2020) dalam pertemuan tahunan American Society of Tropical Medicine and Hygiene (ASTMH). Kasus itu dianggap penting karena penularan virus dari manusia ke manusia berpotensial menimbulkan wabah baru di masa depan.

Para peneliti juga mengatakan virus itu kemungkinan sudah beredar selama beberapa tahun tanpa terdeteksi, karena mudah terjadi salah diagnosis dikira demam dengue yang memiliki gejala sama. Para ilmuwan mengatakan mereka perlu melakukan studi lanjutan terhadap virus tersebut untuk melihat kepasitasnya menyebabkan wabah.

Ilmuwan dapat segera mengidentifikasi, mengatasinya dan membuat tes virus itu disebabkan adanya kerja sama erat antara otoritas kesehatan Amerika di lapangan, otoritas kesehatan Bolivia, serta para ilmuwan di Pan American Health Organization cabang dari World Health Organization (WHO).

“Sementara masih banyak yang belum diketahui tentang virus Chapare itu, kecepatan tim ini dalam membuat tes diagnostik, mengkonfirmasi transmisi manusia-ke-manusia dan mengungkap bukti awal virus ini berasal dari hewan pengerat, patut mendapatkan pujian,” kata Dr Joel Breman, presiden ASTMH, seraya menekankan bahwa kerja sama erat antar berbagai organisasi internasional beserta peralatan yang lengkap dan canggih dapat membantu mengidentifikasi penyakit yang muncul di masyarakat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BoliviaCDCChaparedemam berdarahdengueEbolatikusvirus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar Sebut Negara Arab yang Berhubungan dengan ‘Israel’ Melemahkan Perjuangan Palestina
Tulisan selanjutnya Viral Video Tulisan Arab “Bismillahirrahmanirrahim” Melintang di Tengah Jalan Raya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?