Hidayatullah.com- Viral sebuah video menayangkan tulisan mirip “Bismillahirrahmanirrahim” dalam lafal Arab di jalan raya. Video tersebut beredar di media sosial termasuk grup-grup WhatsApp dan YouTube.
Sebagaimana video diterima hidayatullah.com pada Rabu (18/11/2020) pagi, tampak lafadz Arab berwarna putih tersebut ditulis cukup besar secara melintang nyaris memenuhi seluruh badan jalan yang tampaknya berbahan cor-coroan.
“Baru saja ditemukan tulisan berlafadzkan “Bismillahirrahmanirrahim” kemudian “Bismillah” di tengah jalan. Tentunya ini dibuat oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab entah siapa yang melakukan ini semua,” suara seseorang yang tampaknya perekam video tersebut.
Menurutnya ada beberapa titik, setidaknya 3, tulisan serupa di jalan tersebut. Tampak sejumlah kendaraan berlalu lalang melintas dan sebagian menginjak lafadz tersebut.
Menurut laporan dalam video tersebut, temuan itu berada di Bekasi, Jawa Barat.
“(Lokasi) tepatnya berada di Jalan Kusuma Timur tepat di depan Masjid Baitussalam, Duren Jaya, Bekasi Timur,” sebutnya. Dalam video tampak plang nama sebuah bangunan yang menunjukkan alamat RW 17, Kelurahan Duren Jaya.
“FYI : Astaghfirullah…Izin melaporkan ada tulisan lapaz basmalah di jalan kusuma timur duren jaya bekasi timur, depan masjid baitusalam,” twit netizen di Twitter @IffahAlqadrie (17/11/2020).
Hingga berita ini dimuat belum ada keterangan resmi mengenai kapan video tersebut direkam dan siapa perekam serta siapa pelaku penulis lafadz Bismillah itu. Dalam Islam, lafadz-lafadz tersebut tidak boleh ditempatkan atau ditulis di sembarang tempat.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia menyesalkan terjadinya penulisan lafadz “Bismillahirrahmanirrahim” di tengah jalan tersebut.
“Saya sangat menyesalkan adanya orang atau pihak yang menulis lafadz-lafadz karimah yang sangat mulia di atas aspal sehingga diinjak dan dilindas oleh setiap motor dan mobil yang lewat,” ujar Sekjen MUI Pusat Buya Anwar Abbas kepada hidayatullah.com saat dimintai pendapatnya tentang video tersebut, Rabu (18/11/2020).
“Tindakan ini tentu saja sangat menyakiti hati umat Islam dan saya mengimbau kepada si pelaku untuk menyadari kesalahannya dan meminta ampun kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” tambahnya.
MUI pun mengimbau umat Islam agar tidak terprovokasi sehingga melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.*