Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qatar Sebut Negara Arab yang Berhubungan dengan ‘Israel’ Melemahkan Perjuangan Palestina

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 18 November 2020 08:33 8:33 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 November 2020 09:31
Bagikan
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani
Bagikan

Hidayatullah.com — Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan negara-negara Arab yang membangun hubungan dengan ‘Israel’ merusak perjuangan negara Palestina, lapor Al Jazeera pada Selasa (17/11/2020).  Dalam beberapa bulan terakhir, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Sudan menyetujui hubungan formal dalam kesepakatan yang ditengahi oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Rakyat Palestina telah mengecam perjanjian ini sebagai “tikaman dari belakang” dan pengkhianatan atas tujuan mereka. Mereka khawatir langkah Bahrain dan UEA akan melemahkan posisi pan-Arab yang telah lama ada.

UEA, Bahrain dan Sudan mematahkan posisi ini, yang menuntut penarikan ‘Israel’ dari wilayah yang sudah diduduki secara ilegal dan penerimaan kenegaraan Palestina sebagai imbalan untuk hubungan normal dengan negara-negara Arab.  “Saya pikir lebih baik memiliki front [Arab] yang bersatu untuk menempatkan kepentingan Palestina [pertama] untuk mengakhiri pendudukan [Israel],” kata Sheikh Mohammed kepada Forum Keamanan Global online pada hari Senin.

Dia mengatakan perpecahan itu bukan demi kepentingan bersama Arab untuk membuat ‘Israel’ bernegosiasi dengan Palestina dan menyelesaikan konflik yang sudah berumur puluhan tahun. Namun, bagi negara-negara yang menjalin hubungan, “pada akhirnya terserah mereka untuk memutuskan apa yang terbaik untuk negara mereka”, katanya.

Dalam pernyataannya, UEA beralasan negaranya tetap berkomitmen pada kenegaraan Palestina, dan bahwa kesepakatan dengan ‘Israel’ telah menghentikan pencaplokan lebih lanjut atas tanah yang diinginkan Palestina untuk sebuah negara.  Hingga tahun ini, ‘Israel’ hanya memiliki hubungan formal saat ini dengan hanya dua negara Arab – tetangganya Mesir dan Yordania – yang dibangun berdasarkan kesepakatan damai yang dicapai beberapa dekade lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pejabat AS dan ‘Israel’ mengatakan lebih banyak negara Arab dapat segera menyusul setelah kesepakatan baru-baru ini.  Sheikh Mohammed mengatakan Doha memelihara beberapa hubungan dengan ‘Israel’, meskipun hanya pada hal-hal yang menyangkut Palestina, seperti kebutuhan kemanusiaan atau proyek pembangunan.

Qatar mendukung solusi dua negara dengan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kota negara Palestina, pernyataan yang ditegaskan menteri luar negeri.

Krisis Teluk

Merujuk pada perselisihan yang terjadi pada 2017 ketika UEA, Arab Saudi, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar dan memberlakukan blokade darat, udara dan laut terhadap negara tersebut, Sheikh Mohammed mengatakan tidak ada pemenang dalam krisis tersebut.  “Kami berharap ini akan berakhir kapan saja dan apa yang kami butuhkan saat ini adalah memiliki keterlibatan serius dalam hubungan baik dengan negara lain – dan inilah yang siap dilakukan Qatar,” katanya kepada Forum. “Tidak ada pemenang dari krisis ini dan kita semua kalah,” tambahnya.

Keempat negara tersebut menuduh Qatar mendukung “terorisme”, sebuah tuduhan yang dengan keras dan berulang kali dibantah oleh Doha.  Dalam pidato terkait di Forum, penasihat keamanan nasional Trump mengatakan langkah pertama untuk menyelesaikan krisis adalah mengizinkan pesawat terbang di atas wilayah udara Saudi dan Bahrain.

“Kami ingin perpecahan itu diselesaikan,” kata Robert O’Brien, menambahkan bahwa dia ingin melihat izin penerbangan diberikan dalam 70 hari ke depan, sebelum transisi kantor di AS dan mencatat, “Saya pikir ada kemungkinan untuk itu.”*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelNegara ArabQatarSheikh Mohammedbin Abdulrahman al Thani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Raja Salman Serukan Rakyatnya untuk Sholat Istisqa
Tulisan selanjutnya Awas! Penularan Manusia-ke-Manusia Virus Langka Chapare dari Tikus yang Mirip Demam Berdarah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?