Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tuntut Makanan Halal, Gubernur Xinjiang sebut Muslim Larang Warga Tertawa dan Menangis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 April 2014 08:29 8:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 April 2014 08:29
Bagikan
i Xinjiang tinggal sembilan juta warga etnis minoritas Uighur yang mayoritas beragama Islam. Namun sering mendapat tekanan Beijing
Bagikan

Hidayatullah.com—Israf (menghambur-hamburkan harta) dan berlebih-lebihan adalah hal yang dilarang dalam Islam. Begitu pula  meratap (niyahah) saat memperingati meninggalknya sanak-keluarga (mayit).   Namun, hal ini akan menjadi masalah lain di China.

Baru-baru ini  tepatnya hari Senin (07/04/2014), Gubernur Xinjiang, Nur Bekri, memojokkan kaum Muslim Xinjiang seolah memaksa melarang sebagian warga provinsi itu tertawa di pesta pernikahan dan menangis di pemakaman.

Seperti dikutip harian Xinjiang Daily, Gubernur Nur Bekri mengatakan, perilaku kelompok  Islam ini dinilai memanfaatkan kepercayaan warga terutama “orang-orang muda yang belum pernah melihat dunia”.

Xinjiang yang didiami etnis Muslim Uighur, secara tradisional menjalankan Islam. Belakangan ini, semaraknya pendakwah Islam ikut meresahkan pemerintah. Misalnya ketika banyak perempuan Muslim diharusnya mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh dan wajah mereka.

Nur Bekri, yang juga etnis Uighur, menuding kelompok di Xinjiang berupaya melupakan tradisi dan budaya Uighur dan ingin menerapkan sebuah komunitas teokratis yang ketat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mereka sudah memaksa warga untuk tidak menonton televisi, mendengarkan radio, membaca koran, menyanyi dan menari. Mereka bahkan melarang orang menangis di pemakaman dan tertawa di pesta pernikahan,” ujar Nur Bekri ujarnya dikutip Reuters.

Menurut Bekri, kelompok ini juga mengharuskan pria memelihara janggut dan perempuan mengenakan burka.

“Mereka juga menuntut tak hanya makanan namun juga kosmetik, obat-obatan dan pakaian halal. Mereka bahkan memaksakan ide bahwa rumah yang disubsidi pemerintah adalah haram dan harus dihindari,” tambah Bekri.

Xinjiang adalah provinsi paling barat China dan berbatasan dengan Asia Tengah. Sebagian besar warga Xinjiang  secara tradisional memeluk Islam. Meski kawasan ini kaya sumber daya alam namun selama beberapa tahun terakhir ini dicengkeram aksi kekerasan.

Pemerintah China menuding kelompok Islam ini dan kelompok separatis menjadi biang kerusuhan. Namun, sejumlah tokoh Uighur di pengasingan mengatakan masalah utama di Xinjiang adalah pemerintah China memerintah kawasan itu dengan tangan besi.

Berbagai kebijakan Beijing dianggap tidak mengindahkan kepentingan warga asli Xinjiang seperti melarang agama Islam dan melarang perkembangan budaya serta bahasa asli Uighur.

Ketakutan China terhadap eksremisme muncul sejak insiden penabrakan sejumlah wisatawan di Lapangan Tiananmen tahun lalu dan penusukan 29 orang di kota Kunming bulan lalu.

Seperti diketahui, israf (menghambur-hamburkan) dan boros terhadap harta, meratap (rihayah) saat meninggalnya seseorang adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. Sebagaimana menutup aurat, memilih makanan/minuman haram adalah bagian kewajiban setiap Muslim di manapun berada, tak ada perselisihan menyangkut ini.

Sementara di China, ada tradisi, sebagaimana berlaku pada upacara kematian, bahwa ahli keluarga, saudara, handai-taulan dikehendaki menangis atau meratapi pemergian si mati.

Secara demografi, di Xinjiang tinggal sembilan juta warga etnis minoritas Uighur yang mayoritas beragama Islam.  Uighur adalah suku minoritas di wilayah Xinjiang, terletak di ujung Barat dan Barat Laut China. Suku uighur memiliki provinsi sendiri dengan status otonomi bernama Xinjiang-Uighur. Mayoritas mereka adalah Muslim.

Islam adalah bagian integral kehidupan dan identitas warga Uighur Xinjiang, dan salah satu keluhan utama mereka terhadap pemerintah China adalah tekanan pada kaum minoritas Muslim dan tingkat pembatasan yang diberlakukan oleh Beijing terhadap kegiatan keagamaan mereka.

Jumlah masjid di Xinjiang merosot jika dibandingkan dengan jumlah pada masa sebelum tahun 1949, dan institusi keagamaan itu menghadapi pembatasan yang sangat ketat. Anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak diizinkan beribadah di masjid. Faktanya, minoritas Muslim di China sering mendapat tekanan dari penguasa.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:etnis uighurmakanan halal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Empati…
Tulisan selanjutnya Pemimpin Sejati Tak Ingkar Janji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?