Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bisnis Mafia Kelima Italia di Masa Pandemi: Memeras Rumah Pemulasaraan Jenazah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 November 2020 16:23 4:23 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 November 2020 16:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah kelompok mafia yang sedang naik daun dengan aksinya memeras rumah-rumah pemulasaraan jenazah €50 per satu peti mati telah digerebek oleh ratusan polisi dalam salah satu operasi terbesar di wilayah Puglia, selatan Italia.

Aparat keamanan sejak lama mengakui ancaman yang ditimbulkan empat kelompok mafia besar –Cosa Nostra di Sisilia, ’Ndrangheta di Calibria, Camorra di Naples an Sacra Corona Unita di Publia. Namun, belakangan gangguan keamanan dari kelompok Foggia, yang sebagian kalangan menyebutnya sebagai “mafia kelima”, semakin meresahkan masyarakat.

Mafia Foggia memanfaatkan pandemi coronavirus untuk mengambil keuntungan dari pemilik usaha yang mengalami kesulitan, kata Ludovico Vaccaro, kepala kejaksaan di Foggia. 

Menurut kejaksaan, klan Foggia bahkan mengharuskan rumah-rumah pemulasaraan jenazah membayar €50 untuk setiap mayat yang mereka urus. “Mafia itu bahkan menyuap seorang pegawai administrasi pemerintah setempat yang setiap hari memberikan daftar orang yang mati di kota itu,” kata Ludovico Vaccaro kepada The Guardian (16/11/2020).

Vaccaro mengatakan bahwa aktivitas lintah darat yang dilakukan kelompok mafia beberapa bulan belakangan semakin marak, mereka menawarkan pinjaman uang kepada para pemilik usaha yang mengalami kesulitan semasa pandemi dengan bunga lebih dari 400%.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mafia Foggia sudah menjadi musuh masyarakat nomor satu di negara ini,” kata jaksa antimafia nasional Federico Cafiero De Raho, seraya menambahkan aparat berwenang pun semakin bersikap tegas terhadap mereka.

Serangkaian bom mobil di Foggia pada bulan Februari mendorong Kementerian Dalam Negeri mengirim satu tim penyidik antimafia ke Puglia.

“Mafia Foggia relatif muda,” kata Voccaro kepada The Guardian dalam wawancara awal tahun ini. “Klan ini telah menjadikan mengakar di daerah ini selama sedikitnya 30 tahun. Kita tidak bisa membandingkannya dengan kelompok-kelompok mafia Italia legendaris seperti Costa Nostra dan’Ndrangheta, tetapi mafia ini dikenali dengan kebrutalannya. Seperti apa yang saya sebut sebagai mafia primitif –yang melemparkan jasad mayat ke babi agar dimakan sehingga tidak meninggalkan jejak.”

Mafia di Provinsi Foggia muncul di akhir era 1970-an, ketika kepala mafia Neapolitan Raffaele Cutolo bertemu dengan penjahat-penjahat lokal di Puglia dengan tujuan “menggaji” mereka sebagai anak buahnya di sana untuk menjalankan bisnis perdagangan rokok ilegalnya di kawasan Balkan.

Sekarang, sedikitnya ada tiga kelompok cabang yang beroprasi di sekitar Foggia. Selain Società Foggiana, yang mengeruk uang melalui aksi pemerasan dan menjual narkoba, ada klan Cerignola yang terkenal dengan aksinya perampokannya dengan menggunakan kendaraan antipeluru dan penyelundupan kokain, serta sebuah kelompok lain yang aktif di sekitar Gargano di mana 80% kasus pembunuhan tidak diketahui siapa pelakunya dan bos mafianya diyakini telah membunuh sekitar 360 orang.

Operasi yang dilakukan dini hari Senin awal pekan ini di Foggia berbuntut pada penangkapan sekitar 40 anggota organisasi kriminal yang disebut pihak berwenang Italia sebagai “musuh masyarakat nomor satu”.

Termasuk yang ditangkap adalah pemimpin klan Federico Federico Trisciuoglio dan Pasquale Moretti, yang diduga tergabung dalam organisasi kriminal yang memberikan pinjaman dengan bunga sangat tinggi (lintah darat) dan pemerasan terhadap para pemilik usaha, penjaga toko serta rumah-rumah pemulasaraan jenazah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FoggiaItaliajenazahmafia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jepang Kembali Batasi Kerumunan Acara Besar
Tulisan selanjutnya YLKI: Pemerintah Seharusnya Menanggung 100% Biaya Vaksinasi Covid-19 Tanpa Terkecuali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?