Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libya Didesak untuk Menyelidiki Nasib Ratusan Orang Hilang di Tarhuna

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 8 Januari 2021 16:16 4:16 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 8 Januari 2021 16:16
Bagikan
Human Right Watch
Bagikan

Hidayatullah.com–Human Rights Watch mendesak pemerintah Libya yang diakui secara internasional untuk menyelidiki hilangnya ratusan orang hilang dari Kota Tarhuna. Desakan terebut datang menyusul penemuan beberapa kuburan massal di sana musim panas lalu, lapor Middle East Eye (MEE).

Kelompok hak asasi yang berbasis di New York, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (07/01/2021), mengutip pejabat Libya yang mengatakan setidaknya 338 penduduk dilaporkan hilang. Mereka hilang setelah pasukan yang setia kepada komandan pemberontak Khalifa Haftar menarik diri dari daerah itu pada bulan Juni.

“Keluarga di Tarhuna yang orang yang dicintainya hilang menghadapi masa sulit untuk melanjutkan hidup mereka,” kata Hanan Salah, seorang peneliti senior Libya di HRW.  “Pihak berwenang harus bertindak atas penemuan suram kuburan massal dengan mengambil langkah yang tepat untuk mengidentifikasi mayat dan membawa mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran ke pengadilan,” tambahnya.

Baca: Pasca Qadhafi Perusahaan Konstruksi Amerika Mengeruk Untung di Libya

Tarhuna, 60 km (37 mil) tenggara Tripoli, adalah landasan peluncuran untuk upaya gagal Haftar untuk menguasai ibu kota. Penduduk mengatakan bahwa pasukannya, yang didukung oleh milisi Kaniyat, “menculik, menahan, menyiksa, membunuh dan sering menghilangkan orang-orang yang menentang atau dicurigai melakukan itu”.

“Ketika mereka menangkap dan membunuh seseorang, mereka juga memastikan untuk membunuh [orang-orang] lainnya di keluarganya sehingga mereka tidak membalas,” kata seorang penduduk kepada HRW. “Setelah mereka membunuh orang, mereka menyita uang dan harta benda mereka,” tambahnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Sarkozy Ambil Jutaan Euro dari Qadhafi

Kamal al-Siwi, kepala otoritas orang hilang untuk Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli, mengatakan sebagian besar orang hilang hilang antara April 2019 dan Juni 2020 – selama serangan di Tripoli.  “Beberapa jenazah ditemukan diborgol, dan sebagian besar berada dalam kondisi pembusukan lanjut, yang menyulitkan kerabat untuk mengidentifikasi mereka,” katanya.

HRW mencatat bahwa sementara banyak penghilangan terjadi ketika Kaniyat disejajarkan dengan pasukan Haftar, penghilangan itu juga mungkin dilakukan ketika milita sejalan dengan GNA.

‘Bukan Pejuang’

Anggota keluarga yang hilang mengatakan kepada HRW bahwa kerabat mereka bukan pejuang tetapi menjadi sasaran karena mereka menentang Kaniyat, atau pemberontakan tahun 2011 yang menyebabkan penggulingan penguasa lama Muammar Qadhafi, yang pemerintahannya didukung oleh keluarga al-Kani.

Pada bulan November, Amerika Serikat mengeluarkan sanksi terhadap Kaniyat berdasarkan Global Magnitsky Act, yang memungkinkan pemerintah memberikan sanksi kepada pejabat asing yang dituduh melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia. Sanksi secara khusus ditujukan kepada pemimpin milisi, Mohamed al-Kani, karena “menyiksa dan membunuh warga sipil selama kampanye penindasan yang kejam di Libya”.

“Amerika Serikat mendukung rakyat Libya dan akan menggunakan alat dan otoritas yang dimilikinya untuk menargetkan para pelaku pelanggaran hak asasi manusia di Libya dan di seluruh dunia,” kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada saat itu.

Baca: Jubir Qadhafi: Libya Dihancurkan agar Barat Bebas Mengeksploitasi Kekayaan Afrika

Libya telah dilanda kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO dan negara Barat berambisi menggulingkan Qadhafi. Sejak itu, banyak kekuatan asing telah terlibat di negara ini.

Sejak pemilu yang disengketakan pada tahun 2014, negara itu telah terbagi antara administrasi yang bersaing, dengan GNA yang diakui PBB didukung oleh Turki, sementara UEA dan Mesir telah mendukung pasukan pemberontak yang setia kepada Haftar.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratHuman Rights WatchLibyaMoammar Qadhafi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menlu Qatar: Tuntutan Menutup Al Jazeera Tidak Dibahas dalam Pembicaraan GCC
Tulisan selanjutnya Sempat Alami Gangguan Asam Lambung, Kondisi Habib Rizieq Shihab Mulai Sehat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Berita
5 Juni 2026 18:57
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?