Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tekno

Kelompok Hak Asasi Rohingya Desak Facebook Memblokir Kampanye Online Militer Myanmar

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 11 Januari 2021 09:40 9:40 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 11 Januari 2021 09:40
Bagikan
Menurut catatan, ada peningkatan kekerasan etnis dan agama di Myanmar semenjak 2012, ketika serangkaian kekerasan terjadi antara Buddha dan Muslim
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah kelompok hak asasi Rohingya telah meminta Facebook  untuk menangguhkan akun militer Burma yang mempromosikan perekrutan dan perusahaan yang memiliki hubungan dengan tentara, lapor Anadolu Agency. Menurut mereka, Facebook bisa membungkan Donald Trump,  seharusnya militer Burma juga bisa.

“Donald Trump telah diskors karena menghasut kekerasan, tetapi militer Burma melakukan kekerasan terhadap warga sipil setiap hari dan bebas menggunakan Facebook  untuk merekrut tentara untuk melakukan kekerasan itu”, kata Mark Farmaner, Direktur Kampanye Burma Inggris. “Perusahaan milik militer diizinkan menggunakan Facebook  untuk mempromosikan produk, yang keuntungannya mendanai militer dan membantu mendanai pelanggaran hukum internasional, termasuk genosida Rohingya,” tambahnya.

Sementara raksasa media sosial itu telah menghapus beberapa halaman militer Burma, termasuk milik panglima militer Min Aung Hlaing, meskipun akun resminya masih ada. Permintaan Kampanye Burma untuk menghapus akun yang mendorong perekrutan tentara tidak mendapat tanggapan, kata kelompok hak asasi itu.

Facebook  juga mendapat kecaman karena gagal menangani ujaran kebencian terhadap Rohingya dan etnis minoritas lainnya di Burma. Permintaan Kampanye Burma untuk akun yang mengiklankan barang dan jasa yang ditawarkan oleh bisnis tersebut juga telah ditolak, kata kelompok hak asasi tersebut.

Sebuah laporan PBB tahun 2019 mengungkap bagaimana bisnis yang memiliki koneksi dengan militer mendanai pelanggaran hak asasi manusia, yang kemudian mendesak embargo penjualan senjata ke Myanmar. Pendapatan bisnis memperkuat “otonomi dari pengawasan sipil dan memberikan dukungan keuangan untuk operasi Tatmadaw (tentara Myanmar) dengan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional”, kata Marzuki Darusman, pengacara yang memimpin pencarian fakta PBB misi.

Baca Juga

Beginilah Zionis Mempersiapkan Remaja dan Pelajar jadi Generasi Tentara Siber
Sejumlah Kementerian Zionis Diserang Hacker Dunia  
Kecerdasan Buatan Tetap Terbatas Gunakan Sumber Daya yang Ada
Tak Dapat F-35, Turki Luncurkan KAAN, Pesawat Siluman Generasi ke-5
PP Muhammadiyah Luncurkan Aplikasi MASA

Kepentingan ekonomi militer meluas ke perusahaan yang terlibat dalam penjualan bir, jaringan telepon seluler, teh dan semen. Lebih dari 750.000 muhajirin Rohingya telah melarikan diri dari perbatasan Myanmar dengan Bangladesh sejak Agustus 2017 untuk menghindari tindakan keras militer berdarah yang dilakukan terhadap minoritas tersebut, di tengah tuduhan bahwa pasukan keamanan melakukan pemerkosaan dan pembunuhan massal serta membakar ribuan rumah.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmafacebookmyanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islam Memandang Lingkungan Hidup
Tulisan selanjutnya Organisasi Media Palestina Boikot Facebook karena Lakukan Penyensoran Semena-mena

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Tekno

Google Sudah Lewat, Gen Z Cari Berita dan Informasi di TikTok

16 November 2023 14:45
IptekesTekno

Ratusan Nomor Telepon Terindikasi Penipuan Online Diblokir Pemerintah

16 November 2023 14:32
IptekesTekno

Kemenag Kembangkan Layanan Chatbot Al-Qur’an dengan Teknologi Artificial Intelligence

21 September 2023 20:49
pinjaman online
Tekno

Masyarakat Digital Mandiri Berdaulat dengan Platform Komunitas

28 Februari 2023 12:37
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?