Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ekonomi Syariah

Zaim Zaidi Ditangkap, Inilah Awal Ia Kenal Dinar dan Dirham

Bambang S
Terakhir diupdate: 3 Februari 2021 12:37 12:37 pm
Bambang S
Dipublikasikan 3 Februari 2021 12:35
Bagikan
Zaim Zaidi
Bagikan

Hidayatullah.com–Bareskrim Polri menangkap Zaim Saidi, pendiri pasar Muamalah Depok. Dari Zaim Saidi, tim Bareskrim Polri menyita ratusan koin dinar dan dirham yang digunakan sebagai alat transaksi di tempat tersebut.

Zaim Saidi ditangkap pada Selasa (2/2) di Depok. Penangkapan Zaim Saidi ini dibenarkan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono.

“Benar (ditangkap),” kata Brigjen Pol Rusdi Hartono

Zaim selama ini dikenal sebagai penggerak logam (uang) dinar dan dirham.Persinggungan awal Zaim Saidi dengan dinar dan dirham bermula saat suami dari Dini Damayanti ini memberikan kata pengantar dalam buku berjudul “Jerat Utang IMF” pada tahun 1999. Buku terjemahan yang berjudul asli “Interest Death” ini merupakan hasil seminar yang dibuat oleh murid-murid Syaikh Abdul Qadir As-Sufi di Inggris. “Buku ini berisi tentang kritik terhadap sistem mata uang kertas dan dibicarakan juga tentang mata uang emas (dinar) dan perak (dirham),” ujar Zaim Saidi.

Informasi tersebut menambah keyakinan Zaim yang sebelumnya pernah mendapatkan mata kuliah International Economy Politic saat menempuh pendidikan S2 di Australia pada tahun 1996-1997. Dalam kuliah tersebut, aku Zaim, dipaparkan tentang bagaimana jaringan keuangan global dan sejarah adanya sistem mata uang emas dan perak.  “Saya jadi semakin yakin bahwa sesungguhnya ada sistem keuangan alternatif untuk menghadapi krisis moneter, yakni sistem mata uang emas dan perak,” ulas Zaim yang ketika itu sama sekali belum mengetahui wujud dinar dan dirham kepada majalah Suara Hidayatullah beberapa tahun lalu.

Baca Juga

Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Baitul Wakaf Jalin Kemitraan Strategis dengan Fundex di ISEF 2023
Gara-gara Paylater, Makin Banyak Gen Z Terlilit Utang yang Membengkak
Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel
Indonesia Ajak Anggota OKI Majukan Industri Halal

Setelah memberikan kata pengantar itu, Zaim membuat seminar “Dinar dan Dirham Solusi Krisis Moneter”. Itulah pertama kali, aku Zaim, orang mulai membicarakan masalah dinar dan dirham ke publik. Ia mengundang Abdur Razaq, orang Malaysia yang mengedit buku tersebut. Dari Razaqlah, Zaim mengetahui bahwa yang mengajarkan kembali pentingnya muamalah dinar dan dirham adalah Syaikh Abdul Qadir As-Sufi. “Dan menurut Razaq, di Indonesia ini ada murid-murid Syaikh Abdul Qadir. Akhirnya mereka juga saya undang,” terang ayah dari lima orang anak ini.

Saat acara berlangsung, salah satu murid Syaikh Abdul Qadir As-Sufi, Malik Abdalhaq Hermanandi  ternyata hadir dan duduk di belakang. Pada saat acara itu berlangsung, Malik menunjukan wujud dirham yang dicetak di Dubai. “Saat itulah saya merasa bahwa dinar dan dirham ternyata realitas,” kenangnya.

Tahun 2002, saat dinar dan dirham mulai dicetak di Indonesia, Zaim membuka Wakala Addina. “Inilah pertama saya buka wakala pertama yang saya jalankan dengan suplai koin dari teman-teman Bandung,” aku Zaim. Namun, kegiatan ini ternyata hanya berjalan hingga tahun 2004, seiring dengan bubarnya PT  Islamic Mint Nusantara yang mencetak dan mengeluarkan dinar dan dirham ketika itu.

Saat kegiatan pencetakan itu berhenti, Zaim yang ketika itu tengah berada di Capetown, Afrika untuk belajar kepada Syaikh Abdul Qadir As-Sufi tetap menjalankan operasional wakalanya. Setelah 10 bulan di Capetown, Zaim melanjutkan kegiatan wakala dengan mencetak koin emas dan perak ke PT Aneka Tambang hingga tahun 2007.

Barulah pada tahun 2008, Zaim dipercaya oleh World Islamic Mint (WIM) untuk mengelola pencetakan dan pendistribusian dinar dan dirham untuk di Indonesia. “Sejak itu saya membuat Wakala Induk Nusantara, serta berbagai aktivitas lainnya seperti Festival Hari Pasaran, Kampung Jawara, dan wakala lainnya,” terang Zaim

 

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dinardirhampasar muamalahpenggiat dinarwakalazaim zaidi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Erdogan Kecam Gerakan Pemuda LGBT
Tulisan selanjutnya Suami Merahasiakan Gajinya, Menurut Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Ekonomi Syariah

KTT Halal Dunia dan Pameran Halal OKI ke-9, Erdogan: Pasar Halal Makin Disukai Semua Kalangan

25 November 2022 09:40
Ekonomi Syariah

Ibnu Sina dan Konsep Negara Adil Makmur

12 November 2022 22:10
Ekonomi SyariahNasional

Inilah 8 Standard Kehalalan Kosmetik Berdasarkan Fatwa MUI yang Perlu Diketahui

4 November 2022 23:20
Ekonomi SyariahNasional

MUI: Keuangan Syariah Instrumen Perkuat Pembiayaan UMKM

25 Oktober 2022 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?