Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Boda Afrika Tengah terjepit antara Kelaparan dan ancaman Kematian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 April 2014 13:39 1:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 April 2014 13:39
Bagikan
Wajah Milis Anti Balaka
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemandangan mengerikan di mana umat Islam terkepung di sebuah daerah bernama Boda (191 KM, sebelah barat Ibu Kota Bangui, Afrika Tengah (CAR).

Seperti yang diberitakan Reuters dalam situsnya berbahasa Arab, Sabtu  (19/04/2014 ) salah seorang penjahit yang bernama Addo Connie mengatakan, ”Kami hidup di penjara setiap jalanan di tutup dan tidak memasukkan apapun kepada kami. Harga makanan terlalu tinggi dan hidup kita berada dalam bahaya,” ujarnya.

Di bawah terik panas di dalam sebuah gudang di Kota Boda, Republik Afrika Tengah (CAR), puluhan pengungsi kurus dan sering sakit-sakitan. Mereka bertahan hidup dalam ketakutan dari para penangkap yang kini mengelilingi mereka.

Seperti diketahui, rombongan kelompok Musim melarikan diri ke Boda dari desa Danga, 25 km guna mencari perlindungan dari milisi “anti – Balaka” (anti  parang ) kelompok milisi Kristen yang tengah memburu dan membunuh mereka.

Tapi setelah rombongan kaum Muslim ini tiba di Boda, bentrokan sengit terjadi antara milisi anti – Balaka dan penduduk Muslim, di mana endingnya,  pasukan milisi Kristen mengepung kota dengan tambang berlian nya ini. Lebih dari 14.000 Muslim, termasuk keluarga pengungsi dari Danga kini terjebak di dalam tanpa ada akses jalan keluar dan persediaan makanan yang sangat terbatas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya menderita banyak, tak ada rumah, tidak ada makanan. Anti – Balaka membunuh banyak orang,” kata Saifou, salah satu dari warga yang sedang berlindung di sebuah gudang.

“Saya telah kehilangan banyak hal, bahkan saya ternak. Saya punya 800, ujar Saifou dikutip AFP.

Terletak 140 kilometer dari Ibu Kota Bangui, Boda adalah salah satu benteng terakhir bagi umat Islam wilayah itu yang kini sedang menjadi ancaman serius serangan milisi Kristen anti-Balaka.

Boda menjadi korban berdarah pada akhir Januari setelah kudeta pimimpinan Michel Djotodia yang akhirnya menyerah di bawah tekanan internasional. Djotodia dituduh membiarkan mantan pejuang dari Seleka, yang diklaim melakukan kekejaman terhadap mayoritas Kristen.

Umat Islam di Boda mengaku kondisinya kini seperti terjepit di tengah-tengah. Meskipun ada pasukan penjaga perdamaian seperti Prancis dan Afrika, siapa saja yang melewati perbatasan dua jembatan yang membatasi daerah itu maka dia akan dibunuh seperti ribuan korban kekerasan lainnya.

Krisis ini mengakhiri keharmonisan antara mayoritas Muslim dan Kristen yang sempat dibanggakan di negara jajahan Prancis ini. Kini, umat Islam mengalami pembantaian dan genosida (penghabisan) terhadap Muslim secara besar-besaran.

Sementara itu, pemimpin milisi Kristen di Boda mengatakan tidak akan menerima kaum Muslimin dalam jangka panjang dan berhak membunuh Muslimin, akunya.

“Kami ingin orang-orang Muslim pergi, karena mereka telah menunjukkan kepada kita sisi jahat mereka, ” kata Miguez Wilikondi, tokoh pemuda yang telah mengambil alih dari para pengungsi.

Tak hanya itu, di kota di mana perekonomian dibangun atas perdagangan berlian ini, Milisi Kristen memutuskan untuk memboikot pedagang Muslim yang menguasai hampir 95 % dari perdagangan, menyebabkan kaum Muslim menderita kehilangan bisnis dan perekonomian mereka.

“Kita dapat menemukan pembeli lain untuk berlian kami, ” kata juru bicara anti – Balaka, Edgar Flavie.

Hingga hari ini, pengungsi masih terus mengalir ke negara-negara tetangga, salah satunya Kamerun.

Kantor urusan kemanusiaan PBB mengatakan, “pengungsi terpaksa berjalan di tengah semak-semak dua atau tiga bulan sebelum sampai di perbatasan karena hambatan yang dilakukan oleh milisi bersenjata di jalan jalan.”

Menurut PBB, konflik ini tidak mendapat perhatian dan dibutuhkan pertongan untuk menyalamatkan nyawa  mereka.*/Abidurrahman (Sudan)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [VIDEO] Suara Merdu Pelajar Indonesia ini Menghiasi Langit-langit Jeddah
Tulisan selanjutnya Hindari Perpecahan, Pengurus PPP harus Runtuhkan Egois

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?