Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

New Business Model, Bisnis yang Tidak Pernah Merugi?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 September 2009 17:36 5:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 September 2009 17:36
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

Hidayatullah.com–Di dunia bisnis modern, sukses tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan produk, baik berupa barang atau jasa. Sukses bisnis bisa dilahirkan dari produk barang atau jasa yang ‘biasa-biasa’ saja, tetapi yang dibawakan secara luar biasa.

Di masa kecil saya sampai SMA misalnya, tidak terbayang minum air putih harus beli. Di kantin sekolah yang harus beli, kalau kita minum cendol, dawet, es sirup, dan sejenisnya. Tetapi sejak air putih dikemas dalam botol dan kemudian juga dalam gelas, maka air putih yang biasanya gratis ini kini menjadi barang dagangan yang laris manis, lebih laris dari kacang goreng.

Contoh lain business model yang dekat dengan kita adalah koin emas. Di pusat-pusat perdagangan emas di Jakarta, di Melawai, Cikini, dan lain sebagainya, Anda bisa jumpai banyak koin emas dari berbagi model di toko-toko. Kalau Anda tanya si engkoh yang jaga toko, apakah koin-koin emas tersebut laris dibeli orang ? Jawabannya pasti tidak.

Terkadang kolektor datang mencari koin tertentu, tetapi ini sangat jarang. Jadi tempatnya sudah berada di pusat perdagangan emas yang mudah dijangkau, produknya indah dengan kadar yang bagus, tetapi jarang dibeli orang.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Sebaliknya, kami tidak memajang barang dagangan kami berupa koin emas yang sama. Lokasi kami pun ‘ngumpet’ di Depok yang tidak mudah dijangkau oleh pasar utama kami –penduduk menengah atas Jakarta, tetapi koin emas kami laris dibeli orang. Mengapa? Karena koin emas yang sama ini kami bawakan secara berbeda. Koin emas kami istilah bisnisnya, memiliki Value Proposition yang fit dengan kebutuhan pasar kami.

Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan akan instrumen investasi alternatif, yang juga berperan sekaligus sebagai store of value yang sempurna, yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya selain bisnis sektor riil. Kita semua kenal ada instrumen investasi tabungan, deposito, reksadana, dlsb, yang semuanya berperan sebagai instrumen investasi tetapi tidak dapat berperan sebagai proteksi nilai –store of value– karena hasilnya akan tergerus inflasi.

Model bisnis yang tidak biasa, seperti mengemas air dalam botol atau gelas, memperkenalkan koin emas sebagai instrumen investasi dan proteksi nilai, dlsb, awalnya kelihatan ‘konyol’. Tetapi setelah pasar bisa menerimanya, hasilnya insya Allah akan luar biasa. Dalam dunia saya yang dulu, saya banyak sekali mengenal ahli-ahli investasi yang mentertawakan ide Gerai Dinar saya.

Di benak mereka saya akan membuka toko emas, tetapi tidak di pusat perdagangan emas. Dagangannya cuma satu pula, koin emas yang diberi nama Dinar. Apa menariknya? Hal yang sama saya pikir juga terjadi ketika seorang pengusaha brillian mengungkapkan idenya akan mengemas air dalam botol dan menjualnya, apa menariknya?

Dua contoh business model tersebut di atas sudah luar biasa, namun keduanya masih bisa saja merugi. Sekarang maukah Anda saya bawa ke business model yang lebih luar biasa lagi? Business model yang tidak akan pernah merugi, yaitu berbisnis dengan Allah, business model amal saleh namanya.

Berbeda dengan bisnis duniawi yang hanya berjalan dua arah; si pengusaha dengan value proposition-nya mencari untung langsung dari pembeli barang atau jasanya; dalam bisnis model amal saleh ada pembeli lain yang Dia tidak memerlukan barang atau jasa yang kita tawarkan, tetapi Dia pula yang akan membayar dengan sangat mahal. Siapa pembeli ini? Dialah Allah yang Maha Pemurah.

Barang dagangan apa yang Dia tertarik membeli dengan harga yang luar biasa ini? Harta dan jiwa kita yang kita pergunakan untuk berjuang di jalanNya. Untuk dua barang dagangan ini, bahkan dalam Al-Quran, Allah benar-benar menggunakan istilah ‘membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka, dengan memberi mereka surga…’ (QS 9:111). Di tempat lain Allah menggunakan istilah perniagaan (atau bisnis), “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?” (QS 61:10).

Memang barang dagangan luar biasa yang ditawarkan Allah tersebut dalam konteks jihad, dalam arti perang di jalan Allah. Namun kalau jihad ini belum menjadi kesempatan kita, maka kini juga sangat banyak ‘pasar’ lain yang memerlukan inovasi kita untuk melayaninya; pasar ini mungkin tidak sedang memiliki daya beli untuk membeli barang dan jasa yang akan kita tawarkan; tetapi yang akan membeli tetap Dia yang Maha Kaya, yang Maha Benar janjiNya ?.

Melayani orang-orang miskin, menciptakan lapangan kerja untuk mereka, membantu saudara-saudara kita yang lagi terkena musibah, membela saudara-saudara kita yang lagi dizalimi, memperjuangkan keadilan dan kedaulatan ekonomi yang kini masih ‘terjajah’, dan masih banyak lagi pasar-pasar amal yang insya Allah pembelinya tidak pernah mengingkari janji.

Inilah model bisnis baru, yang di dunia Barat dicoba dilahirkan dengan istilah social business. Kita menyebutnya busnis amal saleh, bisnis yang tidak akan pernah merugi sebagaimana janji Allah berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS 35 :29).

Jadi bila kita ingin bisnis yang tidak pernah merugi, jawabannya hanya satu, yaitu berbisnis dengan Allah. Mau? Insya Allah.

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar dan kolomnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Keterlibatan Zionis dalam Kudeta Honduras
Tulisan selanjutnya Dr Isnawati Rais: Hukum Islam Lebih Miliki Efek Jera

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?