Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Spirulina, Si Hijau Sahabat Anak

Bambang S
Terakhir diupdate: 10 Maret 2021 13:13 1:13 pm
Bambang S
Dipublikasikan 10 Maret 2021 13:13
Bagikan
spirulina
Bagikan

Oleh Nurul Qurrota ‘Ayun,

Hidayatullah.com–Banyak tumbuhan darat yang bermanfaat sebagai obat alami. Namun, ternyata banyak pula manfaat tumbuhan laut. Misalnya, alga hijau-biru golongan cyanobacterium atau yang disebut dengan Spirulina sp. Tumbuhan ini dikenal sebagai suplemen terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh terutama untuk anak-anak.

Spirulina sp merupakan mikroorganisme autotrof alami di perairan tawar maupun asin dengan iklim tropis dan subtropics. Tumbuhan ini dapat menghasilkan pigmen klorofil dan fikosianin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Bentuknya menyerupai benang spiral (helix) berbentuk silindris dan dapat bergerak bebas.

Allah SWT telah menyampaikannya di dalam al-Qur`an melalui utusan-Nya, Muhammad SAW:

 “Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing lautan itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (Al-Fathir [35]: 12)

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Spirulina sudah muncul sejak 3,6 juta tahun yang lalu sebagai jembatan evolusi antara bakteri dan tanaman hijau. Spirulina hampir ada di seluruh dunia dan menjadi sumber makanan kaya akan nutrisi bagi banyak budaya termasuk Amerika, Afrika, dan Timur Tengah sejak zaman dahulu.

Telah dikemukakan oleh NASA bahwa nilai gizi 1 kg spirulina setara dengan 1000 kg buah dan sayuran. Oleh karena itu, misi antariksa jangka panjang NASA (CELSS) dan badan antariksa Eropa (MELISSA) mengusulkan agar spirulina berfungsi sebagai sumber makanan dan gizi utama (Alabama A & M University, 1988). Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut spirulina sebagai “makanan terbaik untuk masa depan” dalam konferensi dunia tahun 1974 silam.

Saat ini, spirulina diproduksi dengan cara budidaya pada kolam yang dibangun khusus. Sedangkan dipanen dengan metode sederhana kemudian diolah menjadi berbagai bentuk seperti serbuk, tablet, flakes, sirup, dan lain-lain.

Dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2014, jenis keluhan kesehatan pada anak-anak dirinci menjadi panas, batuk, pilek, asma/sesak napas, diare, sakit kepala berulang, sakit gigi dan lainnya. Lebih dari separuh balita di Indonesia mengalami panas (53,90%), batuk (57,62%) dan pilek (58,32%). Ketiga keluhan kesehatan ini sering dialami balita, karena balita masih sangat rentan terhadap penyakit. Berangkat dari permasalahan tersebut, memungkinkan pemanfaatan spirulina sebagai agen alami penambah daya tahan tubuh dan pelengkap gizi anak.

Kaya Protein

 Spirulina kaya akan protein, enzim, karbohidrat, asam amino esensial, asam lemak tak jenuh ganda, gula rhamnose (gula alami tanaman kompleks), sterol, mineral, dan vitamin. Spirulina mengandung tiamin (vitamin B1) yang memperkuat sistem saraf, mengurangi kelelahan, menormalkan tidur, denyut jantung, menghilangkan nafas pendek, juga mengandung asam folat (vitamine B9) yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin, dan asam gamma-linolenat yang hanya ditemukan pada spirulina dan ASI.

Pada penelitian Subhashini, dalam jurnal Biochem Pharmacol 2004, pigmen fikosianin pada spirulina memiliki peran dalam memodulasi sistem kekebalan tubuh. Spirulina memiliki efek penghambatan pelepasan histamin dari sel mast pada respons alergi dan inflamasi. Pengujian membuktikan spirulina menekan pertumbuhan sel tumor dan mendorong aktivitas sel imun natural killer.

Fikosianin meningkatkan aktivitas pertahanan biologis dengan mengurangi alergi akibat inflamasi, dibuktikan pada penelitian Hayashi, dalam jurnal AIDS Res Hum Retroviruses 1996. Spirulina juga dapat menurunkan demam tinggi, pada penelitian double blind placebo terkontrol pasien rinitis alergi, menunjukkan adanya penurunan sekresi sitokin proinflamasi IL-4 sebesar 32% dan menurunkan efek simtomatik (Hosoyamada et al. at Journal of Japanese Soc Nutr Food Sci. 1991)

Selain itu, spirulina juga diketahui memiliki manfaat perlindungan terhadap teratogenesis pada janin yang merupakan penyebab utama kematian anak di dunia. Spirulina melindungi janin melalui mekanisme antioksidan melawan Reactive Oxygen Species (ROS) atau dikenal sebagai oksidan sebagai penyebab teratogenesis. Sebuah studi Grzanna dan kawan-kawannya dalam jurnal Altern Complement Med, 2006 dilakukan untuk melihat efek perlindungan spirulina pada janin dengan mengobati tikus hamil yang diinduksi hidroksiurea (obat antineoplastik teratogenic). Diketahui bahwa spirulina menunjukkan perlindungannya melalui mekanisme antioksidan.

Studi menarik lainnya dilakukan oleh Mishima pada 1998, menggunakan ekstrak air dan fraksinasi spirulina yang dapat menghambat replikasi beberapa virus, terutama virus yang memiliki pembungkus/kapsid seperti virus campak, dan virus HIV-1 pada sel T manusia, sel mononuklear perifer dan sel Langerhans. Kalsium spirulan (Ca-SP), polisakarida tersulfasi yang berasal dari spirulina memberikan sifat khelat dalam menghambat replikasi virus. Dalam penelitian ini kalsium digantikan oleh sodium, alhasil mekanisme penghambatan replikasi antivirus berkurang. Oleh karena itu, kalsium pada spirulina memainkan peran penting untuk menghambat peran sitopatik dari virus tersebut.

Tak hanya berbicara manfaat fikosianin pada spirulina, klorofil pada spirulina juga memberikan manfaat penting pada perbaikan gizi anak-anak, menambah berat badan dan mencegah anemia pada orang dengan HIV dan HIV-negatif. Klorofil yang dikandung spirulina memiliki struktur yang sama dengan hemoglobin pada sel darah merah, perbedaannya hanya dalam 4 molekul Fe pada hemoglobin (zat besi, berwarna merah), sedangkan klorofil memiliki 4 molekul Mg (magnesium, berwarna hijau). Klorofil bermanfaat meningkatkan jumlah sel-sel darah, khususnya meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah. Dengan demikian, penggunaan spirulina memiliki efek positif pada anak-anak yang menderita anemia. (Chen T, Wong YS. at J Agric Food Chem, 2008).

Struktur klorofil yang unik juga memiliki manfaat untuk membersihkan jaringan tubuh. Ekor molekul klorofil yang bersifat hidrofobik dapat menggali ke dalam sel/jaringan dan mengangkat senyawa hidrokarbon dari dinding sel serta mengeluarkan senyawa racun tersebut sehingga membantu fungsi hati, dan melindungi DNA dari kerusakan karsinogenik. Wallahu’alam bisshawab.*di Kutip dari majalah Suara Hidayatullah

* Mahasiswi S2 Jurusan Herbal di Universitas Indonesia/

 

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:manfaat spirulinaPengobatan Nabipengobatan rasulullahthibun nabawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyesatan Makna Pluralisme sebagai Bentuk Toleransi
Tulisan selanjutnya TP3 Penembakan 6 Laskar FPI akan Terbitkan Buku Putih ‘Bukti’ Pelanggaran HAM Berat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza

Berita
2 Juli 2026 19:40
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?