Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Monyet Kudisan yang Mengusir Penolongnya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Mei 2021 13:54 1:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Mei 2021 13:54
Bagikan
Gelombang Yahudi di Kota Tua Baitul Maqdis (Yerusalem), Agustus 1929
Bagikan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Hidayatullah.com | DAHULU monyet-monyet kudisan tanpa alas kaki dan tanpa baju ini datang dalam keadaan terusir. Tidak ada satu pun negeri di Eropa mau menerima kehadiran mereka. Satu-satunya negeri yang mau menerima mereka adalah Palestina dan menyambut hangat kehadiran mereka. Muslimin Palestina memperlakukan mereka layaknya manusia. Bukan sebagai monyet kudisan.

Muslimin Palestina membuka pintu-pintu rumah mereka untuk orang-orang Yahudi yang Hitler menyebutnya sebagai “race-tuberculosis of the peoples”; ras yang menjadi sumber penyakit bagi ummat manusia. Ketika itu tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang sangat membahayakan manusia. Maka Hitler untuk memusnahkan dari negerinya, tetapi ia menyisakan sebagian agar kelak dunia mengerti mengapa ia membinasakan mereka. Kata Hitler, “I would have killed all the Jews of the world, but I kept some to show the world why I killed them. (Aku akan membunuh seluruh orang Yahudi di muka bumi, tetapi aku menyisakan sebagian untuk menunjukkan mengapa aku membunuh mereka).”

Muslimin Palestina memperlakukan mereka dengan baik karena begitulah seharusnya akhlak seorang mukmin. Mereka menolong dengan tulus, meskipun tak seagama. Akan tetapi, ternyata kelak mereka benar-benar menjadi penyakit bagi ummat manusia. Bukan saja tidak berterima-kasih. Bahkan mereka berbalik menganiaya dan mengusir orang-orang yang menolongnya, lalu memutar-balikkan fakta di media massa dan buku-buku mereka. Hal yang sama mereka perbuat dalam beberapa cabang ilmu pengetahuan.

Seorang Petugas keamanan Palestina memerika pendatang Yahudi saat tiba di Gerbang Jaffa (Yafa), di Al-Quds, 1929

Kelak makhluk terusir yang sebagian di antara leluhurnya dulu ada yang dilaknat menjadi monyet hina itu bertingkah dengan cara sangat menjijikkan. Mereka yang datang berangsur ke Palestina dalam keadaan sebagai pengungsi yang sangat memerlukan pertolongan, di tahun 1940, 1947 dan masa lainnya, tetapi begitu mereka merasa agak kuat, tahun 1948 memproklamasikan berdirinya negara Israel, mengklaim tanah yang bahkan setahun sebelumnya mereka ditampung di sana dalam keadaan hina dan dekil, kemudian mengusir dan memerangi para pemilik tanah yang dahulu menolong mereka setulus hati penuh kehangatan.

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

Berkenaan dengan laknat terhadap sebagian leluhur mereka, para mufassir menerangkan bahwa mereka dikutuk menjadi monyet dalam keadaan terusir dan hina disebabkan mereka hendak menipu Allah ‘Azza wa Jalla dengan kedurhakaan yang besar, tetapi mereka seolah berbuat ketaatan. Sebuah pelajaran bahwa jika kepada Allah Ta’ala saja mereka ringan berdusta dan berusaha melakukan tipu daya, apatah terhadap manusia. Hingga hari ini, tak terhitung kedustaan yang mereka bangun dalam berbagai cabang urusan kehidupan, termasuk dalam ilmu pengetahuan.

Allah Ta’ala berfirman tentang mereka:

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعْتَدَوْا۟ مِنكُمْ فِى ٱلسَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina.” (QS: Al-Baqarah, 2: 65).

Lalu, apakah kita memerlukan Hitler untuk mengusir mereka? Tidak. Kita tidak memerlukan Hitler untuk menolong kita. Kelak mereka akan diburu disebabkan kezaliman dan kebiadan mereka, hingga mereka bersembunyi penuh ketakutan di tempat manapun mereka dapat bersembunyi, tetapi setiap tempat yang menjadi persembunyian mereka itu akan bicara menunjukkan bahwa mereka sedang bersembunyi di situ. Maka tak ada tempat yang aman untuk bersembunyi, kecuali pohon gharqad (الْغَرْقَد) alias Lycium. Itu pun mereka bersembunyi dalam kondisi tidak aman. Penuh ketakutan.

Di saat itulah mereka akan berusaha lari dalam keadaan yang lebih menakutkan karena bumi manapun tempat mereka lari, tak menerima mereka.

Kita tak memerlukan Hitler karena bahkan dalam perang pun Islam menerapkan adab dan akhlak yang sangat tinggi. Ada aturan sangat jelas dalam agama kita ini yang Hitler dan sejenisnya tidak akan sanggup memenuhinya, kecuali bagi orang-orang yang imannya kokoh kepada Allah ‘Azza wa Jalla.*

Penulis relawan Sahabat Al-Aqsha

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelMonyetmonyet KudisanpalestinaSerangan Masjid al-Aqshayahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesan Mohammad Natsir: Palestina Bukan Soal Tanah
Tulisan selanjutnya Mengenal Faksi-faksi Pejuang Pembebasan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?