Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Minim Perhatian, Warga Muslim Ini Gembira Berhari Raya setelah 5 Tahun Tak Laksanakan Shalat Id

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Mei 2021 14:46 2:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Mei 2021 14:43
Bagikan
Untuk pertama kali warga Geti, di Halmahera Utara melaksanakan shalat Id (ISTIMEWA)
Bagikan

Hidayatullah.com—Untuk pertama kalinya Muhtar (55) berbahagia bisa melaksanakan shalat Idul Fitri. Pasalnya, ia bersama warga muslim di di desa Geti lama, Kecamatan Bacan barat utara Kabupaten Halmahera Selatan ini baru bisa menikmati ibadah shalat Id.

“Saya  sangat terharu karena ada saudara muslim yang masih punya perhatian sampai sejauh ini,” ujar Muhtar kepada Tim Jamaah Masjid Asy-Syifa’ (JMS) yang mendampingi warga untuk melaksanakan shalat Id, katanya hari Kamis (13/5/2021) usai shalat Id, pekan lalu.

Menurut Haris, hari JMS, ini adalah sholat Idul Fitri pertama kali dalam sejarah di Desa Geti lama. Sebelumnya, hampir 5 tahun ini tidak ada kegiatan shalat Id.

Ceritanya, warga mengundang dai dari luar untuk bisa datang ke desa tersebut agar ada yang bisa jadi imam  dan khatib shalat Id. “Sudah lama tidak ada sholat, karena semua mualaf tidak bisa jadi imam dan khatib,” kata Muhtar.

Menurut Muhtar, bahkan untuk wudhu dan shalat 5 waktu saja, banyak warga belum bisa dan banyak yang salah. Untuk memudahkan warga bisa melaksanakan shalat Id, JMS mengirim satu tim ke desa itu.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar
Untuk pertama kali warga Geti, di Halmahera Utara melaksanakan shalat Id (ISTIMEWA)

Tim terdiri dari Ustad Rakieb (dai desa Geti Lama), Ustad Faishol (koordinator dai), Kawal Buton (evaluator lapangan) dan Nasir (tim dokumentasi). Mereka berangkat Rabu siang dengan bodi, sebuah perahu kayu kecil.

Pengiriman tim sekaligus untuk mengawali proses pembangunan Musholla Mina Dhulumati Ilannur, yang sedang tahap pembangunan.

“Kami kesulitan mencari perahu, karena lin spit sudat libur menjelang Idul Fitri,” kata Haris dari JMS.

Untuk sampai di desa, dibutuhkan perjuangan ekstra keras. Maklum, transportasi untuk menuju desa ini tidaklah mudah.

Ombak dan cuaca kurang mendukung sehingga saat itu. Sehingga handhone harus disimpan di dalam cooler box agar tidak mudah basah.

“Demikian pula saat pulang dari desa Geti Lama. Mesin bodi sempat mati satu sehingga di tengah jalan kami harus balik ke untuk memperbaiki mesin,” katanya.

Saat pelaksanaan sholat Idul Fitri sebagaian mualaf terlihat banyak yang masih belum bisa tata-cara sholat yang benar. Untuk memudahkan shalat, jamaah meniru gerakan imam atau tim yang ikut mendampingi.

Untuk pertama kali warga Geti, di Halmahera Utara melaksanakan shalat Id (ISTIMEWA)

Selama khutbah,  khatib menyampaikan pedan tentang pentingnya tauhid dengan bahasa sederhana. Selepas sholat, warga mengajak tim rihlah ke Pulau Geti kecil.

Sebagaimana diketahui, dalam tradisi desa ini,  jika sudah dianggap saudara, seseorang akan diajak ke tempat ini, untuk disiram dengan air laut, pertanda dimulainya persaudaraan.

Meski shalat Id ini hanya untuk kaum Muslim, tetapi warga non-Muslim juga ikut merasa senang. Maklum, sehabis pelasanaan sholat,  sebagaia warga non-Muslim undang makan bersama di depan masjid.

Menurut beberapa warga, jumlah penduduk nya desa ini sekitar 78 keluarga. 10 keluarga sudah menjadi mualaf.

Sebelumnya,  di tahun 2000, semua warga telah masuk Islam. Namun kurangnya pembinaan dan minimnya juru dakwah,  hanya tersisa 15 persen saja yang bisa bertahan dengan agama Islam.

Selain itu, menurut Haris,  tidak ada dai yang datang dan tinggal di desa ini. Pembina Islam di desa ini semuanya tidak menetap.

Biasanya, usai ceramah kemudian pulang ke tempatnya. Awalnya, kegiatan keislaman di desa ini berjalan normal, khususnya saat bupatinya Muhammad Kasuba.

Melalui PABN, Kasuba membuat program apparatus berbasis nilai. Program ini menempatkan 1 dai per kecamatan, yang memungkinkan dai berkunjung.  Namun setelah Kasuba tidak menjabat, program ini ditutup oleh pejabat penggantinya,  sejak 5 tahun lalu.

“Akibatnya, dai yang datang tidak rutin dan tidak tinggal bersama masyarakat. Efeknya,  shalat Jumat juga tidak ada. Sementara para mulaf masih banyak yang tidak bisa sholat dan wudhu,” kata Haris.*

Dukung Donasi Dakwah Media untuk berita-berita kabar saudara Muslim di seluruh Indonesia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya tokoh palestina, kemerdekaan indonesia Wakil Ketua MPR: Indonesia Harus Beri Kehormatan Tokoh Palestina yang Berjasa Bantu Kemerdekaan Indonesia
Tulisan selanjutnya Ahli Navigator Dari Peradaban Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing

Berita
8 Agustus 2026 11:06
Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia

Terbaru

  • Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama
  • Gandeng ICMI dan BRIN, Pemprov Maluku Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset
  • Genosida ‘Israel’ Sebabkan Ribuan Muslimah Gaza Keguguran
  • Sita Kontainer Tujuan ‘Israel’, Malaysia Tegaskan Larangan Berhubungan dengan Zionis
  • Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
  • Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
  • Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?