Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Korea Utara: Anak-anak Yatim Sukarela Bekerja di Tambang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Mei 2021 17:39 5:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Mei 2021 17:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Media milik pemerintah Korea Utara mengklaim bahwa anak-anak yatim atas kemauannya sendiri bekerja di pertambangan dan pertanian yang dikelola negara.

Kantor berita Korut Korean Central News Agency (KCNA) mengatakan ratusan anak dengan “kebijakan dan keberanian di awal masa muda” mereka sudah memutuskan untuk melakukan pekerjaan kasar bagi negara.

Tidak diketahui pasti berapa usia mereka, tetapi foto-foto yang dipublikasikan mengindikasikan anak-anak itu remaja belasan tahun, lansir BBC Sabtu (29/5/2021).

Kelompok-kelompok peduli HAM sejak lama menuding Korea Utara menggunakan buruh anak secara paksa. Namun, tudingan itu dibantah keras oleh Pyongyang,

Pada bulan Februari, BBC melaporkan tuduhan bahwa orang-orang Korea Selatan yang menjadi tawanan perang digunakan sebagai tenaga buruh paksa di pertambangan Korut untuk menghasilkan uang bagi rezim dan membiayai program pembuatan senjata.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan April, pemimpin Korut Kim Jong-un memperingatkan rakyatnya, yang diperkirakan mencapai 26 juta orang, bahwa negara mereka akan menghadapi masa-masa sulit. Korut menutup pintu perbatasannya pada tahun 2020 disebabkan pandemi Covid-19, menutup perdagangan dengan China yang merupakan urat nadi perekonomiannya.

Sejumlah laporan media pemerintah pekan lalu menyebutkan “buruh-buruh sukarela” melakukan pekerjaan manual di berbagai pelosok daerah.

Hari Sabtu, KCNA melaporkan 700 anak yatim sukarela bekerja di berbagai pabrik, pertanian/peternakan, dan di hutan.

Sebelumnya pada hari Kamis, KCNA melaporkan bahwa “puluhan anak yatim dibawa ke Kompleks Pertambangan Batubara Area Chonnae guna memenuhi sumpah mereka membalas sejuta cinta yang ditunjukkan oleh partai.” Partai Pekerja Korea (Choson Rodongdang) adalah partai komunis yang selalu memenangkan pemilu di Korea Utara sejak 1948 hingga saat ini. Partai itu, yang resminya dibentuk tahun 1949, merupakan peleburan dari Partai Pekerja Korut dan Partai Pekerja Korsel.

Sebuah laporan tahun 2020 tentang jam yang dirilis Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebutkan bahwa Korut mempraktikkan “bentuk-bentuk butuh anak paling buruk.”

Laporan itu juga menyebutkan bahwa anak berusia 16-17 tahun dimasukkan

ke dalam semacam brigade konstruksi pemuda bergaya militer selama 10 tahun di mana mereka dipaksa melakukan pekerjaan-pekerjaan fisik berat yang mengakibatkan mereka mengalami malnutrisi, gangguan pertumbuhan dan gangguan kesehatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buruh anakKorea UtaraKorut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Liberia Bayar $71.000 Ongkir 3 Dus Herbal Covid-19 yang Belum Terbukti Manjur
Tulisan selanjutnya vaksinasi ramadhan Gandeng Dokter Swasta, Malaysia Percepat Imunisasi Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?