Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PKS Silaturahim ke PP Muhammadiyah, Bahas Berbagai Persoalan Keumatan dan Kebangsaan

Bambang S
Terakhir diupdate: 9 Juni 2021 21:01 9:01 pm
Bambang S
Dipublikasikan 9 Juni 2021 21:01
Bagikan
Muhammadiyah PKS
Bagikan

Hidayatullah.com–Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima silaturahim Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (08/06/2021). Rombongan PKS itu diterima Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.

Melansir dari situs resmi Muhammadiyah, silaturahim itu berlangsung sekitar 1,5 jam. Membahas berbagai persoalan kebangsaan dan keumatan, juga mendiskusikan bagaimana Indonesia ke depan, di mana bangsa ini banyak tantangan dari dalam dan luar. Di luar persatuan dan kemajuan, potensi yang dimiliki bangsa ini hebat-hebat, tetapi secara koletif dan sistem harus memacu diri agar Indonesia menjadi negara yang maju.

Dalam kegiatan itu Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang berwawasan Islam Wasatihyah Berkemajuan. Selain itu, dalam pertemuan juga disampaikan pentingnya integrasi keislaman dan keindonesiaan.

“Islam bukan ancaman bagi kebangsaan dan kebangsaan bukan ancaman bagi Islam, semuanya memerlukan persatuan dan kerjasama secara tulus,” ujar Haedar seperti dikutip dari laman muhammadiyah.or.id.

Haedar mengakui adanya tantangan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang pasti ada. Namun Indonesia, akan bisa menghadapi tantangan itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Soalnya, Indonesia punya modal politik, budaya, rohani, dan sosial. Nantinya, Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar. “Untuk mewujudkannya, butuh kekuatan yang bisa menjadi penyeimbang pemerintah,” tutur Haedar.

Lebih jauh, Haedar juga mengatakan bahwa kondisi kehidupan kebangsaan saat ini masih ada di dalam koridor demokrasi dan konstitusi, tetapi disatu sisi juga menghadapi sejumlah masalah dalam kehidupan berdemokrasi dimana ada politik yang transaksional, politik yang cenderung oligarki, politik yang sampai batas tertentu oportunistik dan nir etika.

“Sementara dalam konteks kehidupan kebangsaan maupun politik yang menjadi arena partai politik PP Muhammadiyah meminta agar semua pihak harus berdiri tegak di atas konstitusi. PP Muhammadiyah turut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai rujukan bangsa kita termasuk di dalam politik. Jangan sampai Pancasila berhenti pada lisan, tulisan, dan retorika,” tegas Haedar.

PP Muhammadiyah berpesan agar PKS dan semua elit politik menjadikan Pancasila sebagai political behaviour, menjadi pola perilaku politik yang didasarkan pada nilai ketuhanan yang maha esa, nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai persatuan Indonesia, nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara Presiden PKS menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai rancangan UU yang sedang dibahas di parlemen.

Ahmad berharap PP Muhammadiyah bisa mendapatkan lebih awal berbagai draf, rancangan, dan naskah akademik UU yang tengah dibahas agar bisa dilakukan kajian secara mendalam.

Ahmad menilai dengan keberadaan 170 perguruan tinggi yang dimiliki oleh Muhammadiyah akan mampu menyelesaikan berbagai masalah kebangsaan.

“Keberadaan perguruan tinggi Muhammadiyah ini akan sangat bisa membantu dalam mengkritisi berbagai masalah dalam naskah akademik maupun hal-hal yang memerlukan kajian yang lebih detail,” tutur Ahmad.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ahmad Syaikhu Presiden PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi Sekjen DPP PKS, Jazuli Juwaini Ketua Fraksi PKS DPR RI, serta jajaran pengurus DPP PKS lainnya.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:haedar NashirMuhammadiyahPartai Keadilan Sejahterapersoalan kebangsaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wamenag Apresiasi Dubes Saudi Mengklarifikasi Info Haji
Tulisan selanjutnya Kim Jong-un Tampak Turun BB, Kesehatannya Dipertanyakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?