Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Netanyahu Peringatkan untuk Cegah Berdirinya Negara Palestina dalam Pesan Terakhirnya sebagai Perdana Menteri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Juni 2021 11:05 11:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juni 2021 11:05
Bagikan
negara palestina
Menteri Permukiman 'Israel' Tzachi Hanegbi (kiri) dan Perdana Menteri 'Israel'Benjamin Netanyahu.
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana menteri “Israel” yang lengser, Benjamin Netanyahu, mendesak anggota parlemen untuk mencegah pembentukan negara Palestina, memperingatkan bahwa hal itu akan menimbulkan ancaman bagi keberadaan “Israel”. Pesan terakhir Netanyahu tersebut merupakan salah satu penentangan yang paling sengit terhadap aspirasi kedamaian rakyat Palestina, Middle East Monitor melansir.

Berbicara kepada Knesset menjelang pemungutan suara yang menyetujui pemerintah baru pada hari Ahad (13/06/2021), Netanyahu memuji rekornya dalam menolak tekanan internasional untuk menghentikan pembangunan permukiman ilegal; Kesepakatan nuklir Iran, dan status kenegaraan Palestina sementara juga melemparkan tantangan kepada pemerintah koalisi baru, yang dipimpin oleh nasionalis sayap kanan Naftali Bennett, untuk menghadapi segala bentuk tekanan dari masyarakat internasional.

“Selain Iran, tantangan kedua yang kami hadapi adalah mencegah berdirinya negara Palestina yang mengancam keberadaan kami. Pemerintahan baru di Amerika Serikat telah menghidupkan kembali upaya ke arah ini,” kata Netanyahu.

Sejak menjabat, Presiden AS Joe Biden telah putus asa untuk memperbaiki kerusakan pendahulunya Donald Trump yang secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Zionis “Israel”, bersama dengan sekutu Teluk mereka Arab Saudi dan UEA, adalah penentang terkuat dari kesepakatan yang ditandatangani oleh kekuatan Eropa, AS, China, dan Rusia, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabung (JCPOA).

Netanyahu juga mengecam sikap pemerintahan Biden terhadap perusahaan permukiman “Israel” yang luas yang ilegal menurut hukum internasional. “Ini telah menuntut agar kita sekarang membekukan pembangunan pemukiman di Yudea dan Samaria dan membekukan pembangunan lingkungan Yahudi baru di Yerusalem. Saya dengan tegas menolak seruan untuk membekukan pembangunan di Arnona dan Givat Hamatos,” kata Netanyahu, merujuk pada nama alkitabiahnya dari Tepi Barat yang diduduki.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Mengecam rencana AS untuk membuka kembali konsulat Amerika di Yerusalem Timur yang diduduki, Netanyahu memperingatkan bahwa proposal semacam itu “akan menempatkan pembagian Yerusalem kembali ke dalam agenda” dan bahwa jika AS ingin mendirikan konsulat, ia harus melakukannya di Abu Dis, bukan di “Yerusalem yang berdaulat”.

Palestina telah menolak proposal yang sangat disukai oleh orang “Israel” untuk menjadikan Abu Dis sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan. Rencana itu diajukan oleh pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump sebagai bagian dari “kesepakatan abad ini” yang gagal.

Terlepas dari optimisme seputar kemunduran Netanyahu, belum ada indikasi bahwa pada masalah penting hak-hak Palestina, pemerintah baru akan berusaha mengubah arah. Bennett, yang mengepalai Partai Yamina ultra-nasionalis dan menggambarkan dirinya sebagai “lebih sayap kanan” daripada Netanyahu dan lebih “hawkish” seperti yang ditunjukkan oleh pernyataan sebelumnya bahwa pembentukan negara Palestina akan menjadi “bunuh diri” bagi “Israel”. Dia juga menyerukan pencaplokan sebagian besar Tepi Barat yang diduduki.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:50 tahun penjajahan Israel atas PalestinaBenjamin Netanyahuisraelpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya fatwa mui pembelajaran tatap muka Kasus Covid-19 Sedang Naik, Kemendikbud-Ristek: Pemda Berwenang Menghentikan PTM Terbatas dan Menutup Sekolah
Tulisan selanjutnya Sudan secara Resmi Meminta Mediasi Internasional dalam Sengketa Bendungan Grand Renaissance Ethiopia Mesir dan Qatar Bertemu Menjelang KTT Terkait Krisis Bendungan Renaissance

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?