Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Cendikiawan Jerman Terdakwa Informan China Terkait Erat dengan Intelijen BND dan Hanns Seidel Foundation

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Juli 2021 14:47 2:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Juli 2021 14:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang cendikiawan politik Jerman, yang hanya diidentifikasi sebagai Klaus L, ditangkap hari Selasa (6/7/2021) dengan tuduhan melakukan kegiatan spionase untuk kepentingan intelijen China. Wadah pemikir yang dikelolanya rupanya berkaitan dengan sebuah partai politik di negara bagian Bavaria.

Ilmuwan politik Klaus L mengelola oragnisasi bernama Hanns Seidel Foundation yang bermarkas di Munich sejak 2001, sebelum kemudian mendirikan Institute for Transnational Studies, menurut lembaga penyiaran Jerman ARD yang dilansir Deutsche Welle (6/7/2021).

Hanns Seidel Foundation (Hanns-Seidel-Stiftung) – organisasi ini juga hadir di Indonesia – merupakan sebuah yayasan yang terkait dengan Christian Social Union (CSU), partai saudara dari partainya Kanselir Angela Merkel, Christian Democratic Union (CDU), di negara bagian Bavaria.

Pihak berwenang Jerman menuduh Klaus L direkrut oleh intelijen China saat mengajar di Universitas Tongji di Shanghai pada pertengahan 2010. Dia secara rutin memberikan informasi kepada para handler-nya (agen intelijen yang kontak dengannya) dan diberi uang, biasanya sebelum diselenggarakannya konferensi-konferensi besar dan kunjungan kenegaraan.

Biaya perjalanannya ke China juga ditanggung sampai bulan November 2019, yaitu ketika penyelidik Jerman mendatangi rumahnya untuk menangkapnya dan melakukan penggeledahan atas propertinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Klaus L baru saja kembali dari Italia dan sedang dalam perjalanan menuju bandara di Munich untuk terbang ke Macau bersama istrinya guna menemui handler-nya ketika polisi mendatangi tempat tinggalnya. Polisi menyita sejumlah flashdisk dan komputer saat menggeledah propertinya.

Lembaga penyiaran publik Jerman ARD melaporkan bahwa Klaus L adalah seorang agen ganda, sebab dia juga bekerja untuk dinas intelijen federal Jerman BND (Bundesnachrichtendienst) selama 50 tahun. Dari orang-orang di lingkaran sekuriti ARD memperoleh informasi bahwa Klaus L bekerja untuk BND sebagai “intelligence liaison“.

Bertahun-tahun Klaus L biasa keluar-masuk markas besar BND di Pullach, dekat Munich, di mana dinas intelijen Jerman itu berada sampai belum lama ini. Dia punya kontak yang sangat bagus hingga ke rantai komando level atas, tingkat eselon, menurut ARD.

Dia bekerja untuk Hanns Seidel Foundation sejak 1980-an, kerap bepergian untuk memberikan kuliah tamu di bekas Uni Soviet dan kemudian di Rusia, negara-negara Balkan, Afrika Selatan, dan Asia Selatan.

Di wadah pemikir yang didirikan Klaus L menyusul masa pensiunnya, Institute for Transnational Studies, ARD melaporkan bahwa intelijen Jerman hadir dalam berbagai acara yang diikutinya, tetapi ARD tidak menjelaskan apakah institut itu sendiri merupakan organisasi yang menjadi fasad bagi dinas intelijen Jerman.

Ketika direkrut oleh agen intelijen China, Klaus L memberitahukan handler-nya di BND, menurut keterangan yang diberikan oleh cendikiawan itu kepada pihak penyidik. Klaus L mengklaim respon yang diterimanya adalah bahwa BND ingin melihat “apa maunya China”.

Dikatakan bahwa perwira komando intelijen China yang menjadi atasan Klaus L memberikannya teknologi untuk mengirimkan komunikasi terenkripsi, lapor ARD. Dia diusulkan untuk disusupkan di World Uyghur Congress – organisasi bentukan orang-orang Uighur yang menyelamatkan diri ke Jerman yang bermarkas di Munich – tetapi Klaus L tidak setuju dengan usulan tersebut.

Cina berusaha merekrut sumber daya manusia di berbagai sektor termasuk politik, budaya, bisnis, dan sains, demi kepentingannya, dan para pensiunan yang masih aktif dalam kehidupan profesional mereka merupakan target empuk untuk direkrut sebagai informan sebab mereka umumnya masih bernafsu untuk mempertahankan pengaruh yang dimilikinya.

Klaus L akan diproses di pengadilan di Munich.

Pihak kejaksaan kabarnya juga akan menjerat hukum sejumlah orang yang memfasilitasi Klaus L mendapatkan informasi yang kemudian diberikannya kepada intelijen China.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHanns Seidel FoundationHanns-Seidel-StiftungInstitute for Transnational StudiesintelijenJerman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kasus covid 19 Gubernur DKI Akui Banyak Perusahaan Tidak Taat Aturan PPKM Darurat
Tulisan selanjutnya Berobat dengan Kitab Syama’il

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran

Berita
11 Juli 2026 10:28
RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital

Terbaru

  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?