Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pasukan ‘Israel’ Membunuh Pria Palestina yang Tengah Pulang Kerja di Tepi Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juli 2021 09:53 9:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2021 09:53
Bagikan
enam tahanan palestina
Ilustrasi serdadu Zionis
Bagikan

Hidayatullah.com — Seorang pria Palestina syahid pada Selasa (27/07/2021) malam dalam tembakan oleh pasukan ‘Israel’ di Tepi Barat yang diduduki. Tepi Barat telah menjadi tempat kekerasan “Israel” terhadap penduduk lokal Palestina yang memprotes pemukiman ilegal “Israel” selama berminggu-minggu.

Shadi Omar Lotfi Salim, 41, ditembak mati di dekat desa Palestina, Beita, kata kementerian kesehatan Palestina.

Pasukan “Israel” membunuh pria itu saat memasuki desa sekembalinya dari pekerjaan, kata wakil walikota Beita Mussa Hamayel, dilansir oleh The New Arab.

“Dia dibunuh dengan darah dingin,” ungkap wakil walikota, seraya menambahkan bahwa tidak ada protes di daerah itu Selasa malam.

Tentara Zionis “Israel” mengeluarkan pernyataan yang menuduh bahwa saat bertugas rutin tentara””melihat seorang tersangka Palestina di daerah itu”, selatan Nablus.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

“Ketika orang Palestina itu mulai maju dengan cepat menuju pasukan dengan benda mencurigakan yang diidentifikasi sebagai batang besi di tangannya, pasukan itu beroperasi untuk menghentikan tersangka mengikuti prosedur standar, termasuk dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara,” tuduhan pasukan Zionis “Israel dalam sebuah pernyataan.

“Ketika tersangka terus maju, komandan pasukan menembak ke arah tersangka. Insiden itu akan diselidiki,” katanya

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah berulang kali mengungkap bahwa pasukan Zionis “Israel” menggunakan “kekuatan yang tidak perlu dan berlebihan” dan melakukan pembunuhan di luar proses hukum terhadap warga Palestina.

“Banyak [Palestina] dibunuh secara tidak sah dengan peluru tajam atau kekuatan berlebihan lainnya ketika tidak menimbulkan ancaman hidup. Beberapa pembunuhan di luar hukum tampaknya disengaja, yang akan merupakan kejahatan perang,” kata Amnesty International.

Impunitas pasukan Zionis “Israel” yang menggunakan kekuatan berlebihan terhadap Palestina telah menjadi isu yang diperdebatkan dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus profil tertinggi adalah tentara Zionis “Israel: Elor Azaria, yang menerima hukuman penjara 14 bulan pada September 2017 karena pembunuhan setelah menembak kepala Abdul Fatah al-Sharif yang berusia 21 tahun saat dia terbaring terluka di tanah, membunuhnya. .

Beita telah menjadi tempat kerusuhan yang sering terjadi sejak Mei, ketika puluhan keluarga pemukim Yahudi tiba dan mulai membangun pemukiman ilegal Eviatar di puncak bukit dekat Nablus yang bertentangan dengan hukum “Israel” dan internasional.

Setelah berminggu-minggu bentrokan dan ketegangan, pemerintah nasionalis Perdana Menteri “Israel” Naftali Bennett membuat kesepakatan dengan para pemukim yang membuat mereka meninggalkan pos terdepan Eviatar.

Para pemukim ilegal meninggalkan rumah-rumah sederhana yang mereka bangun sampai kementerian pertahanan Zionis “Israel” menentukan apakah tanah itu dapat dianggap sebagai wilayah negara.

Militer penjajah “Israel” mempertahankan kehadirannya di Eviatar sampai keputusan dibuat.

Perjanjian itu ditolak oleh walikota Beita, yang mengatakan Kamis (22/07/2021) lalu bahwa “bentrokan dan protes akan terus berlanjut” selama masih ada orang “Israel” di tanah Palestina.

Semua pemukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Muhajirin Rohingya Kehilangan Tempat Berlindung di Tengah Banjir
Tulisan selanjutnya Cara Ibrahim Mengajak Kaumnya Berpikir Tentang Tuhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?