Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasukan Iran Menyiksa dan Memalak Migran Gelap, dan Membuang Dekat Perbatasan Turki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juli 2021 11:12 11:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2021 11:12
Bagikan
Para migran berjalan di dekat Pazarkule di perbatasan Turki-Yunani pada Kamis, 5 Maret 2020. Otoritas Yunani menembakkan gas air mata dan granat setrum untuk mendorong kembali puluhan orang yang mencoba menyeberang Eropa. (Foto AP / Darko Bandic)
Bagikan

Hidayatullah.com—Aparat keamanan Iran dituduh menangkap dan memukuli migran gelap. Beberapa warga Afghanistan mengklaim bahwa mereka ditangkap dan dipukuli kemudian diturunkan di perbatasan Turki.

Mereka adalah migran asal Afghanistan, Pakistan, dan Bangladesh yang memasuki Turki secara ilegal melalui Iran. Mereka pertama kali memasuki Iran dengan berjalan kaki atau dengan kendaraan, kemudian,  saling menghubungi di sepanjang jalan menggunakan aplikasi di ponsel mereka.

Agar tidak tertangkap untuk memasuki Turki, para migran menggunakan dasar sungai, di mana jarak pandang sangat berkurang.  Mereka menghubungi para penyelundup manusia melalui aplikasi perpesanan yang disebut “IMO” kemudian diarahkan melalui informasi lokasi yang dikirim oleh para penyelundup melalui WhatsApp.

Bereka bermigrasi ke Iran karena tekanan ekonomi namun mengalami perlakuan buruk tentara Iran, kata Gülap Cemili yang secara ilegal memasuki provinsi Van, Turki timur dikutip Daily Sabah. “Mereka membunuh beberapa teman kami, mengambil sebagian pakaian dan uang kami, lalu menurunkan kami di perbatasan Turki,” kata Cemili, yang mengklaim pasukan Iran menyiksa mereka.

Selain dipukuli tentara Iran dan dijatuhkan di perbatasan Turki, mereka juga jatuh ke tangan para pedagang manusia, dengan mengeruk kuntungan sebenar Rp. 15 juta dari kami para migran. Para pedagang manusia ini biasnya membagikan informasi lokasi, tetapi mereka tidak ikut serta.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mereka mengirim rekaman audio melalui IMO sehingga panggilan mereka tidak dapat dilacak. Setiap dari kami sengsara; kita tidak tahu lagi harus berbuat apa. Ada perang yang sedang berlangsung di Afghanistan; mereka mengebom sekolah kami. Jadi kami terpaksa pergi ke Iran,” kata Cemili. “Mereka telah memukuli kami di Iran, dengan mengatakan bahwa Ini bukan negara Anda, pergilah ke Turki. Seorang Muslim tidak akan melakukan itu kepada sesama Muslim; mereka menodongkan senjata ke kepala kami,” tambah Cemili yang sudah satu setengah bulan hidup terkatung-katung.

“Ada kesengsaraan besar yang terjadi di Afghanistan, dan saya telah kehilangan banyak kerabat saya,” kata warga Afghanistan, Muhammad Tenha, yang tiba di distrik Tatvan di provinsi Bitlis Turki bersama dengan warga negara Pakistan dan Bangladesh.  “Saya belum makan selama empat hari, dan kami telah berjalan selama 45 hari. Mereka menahan kami di Iran, dan saya ditahan di kantor polisi selama 3-4 hari. Kemudian mereka menyerahkan sebuah dokumen dan berkata, ‘Anda memiliki lima hari untuk pergi ke mana pun Anda pergi; Istanbul, Afghanistan, Saya tidak peduli. Jika kami menangkapmu dalam lima hari, kami akan menyakitimu.’ Kemudian mereka melepaskan kami, dan kami memasuki Turki melalui perbatasan,” tambahnya.

Migran gelap ini dipaksa membayar kepada pedagang manusia di Iran untuk sampai ke Istanbul sebesar 1.200 USD (Rp 17 juta) hingga 1.500 USD (Rp 21 juta). “Sebelumnya kami dapat menghubungi teman-teman kami, tetapi uang dan telepon kami diambil polisi Iran dan membakarnya. Para pedagang meninggalkan kami di sini lalu pergi. Hari ini saya dan 220 migran lainnya tidur di truk yang membawa kami ke sini (Bitlis) dari Van,” kata Tenha.

Selama bulan Juli pasukan keamanan di Turki timur telah melakukan operasi besar-besaran terhadap pedagang manusia yang membawa migran melintasi perbatasan Iran.  Lebih dari 1.450 migran ditemukan di gedung-gedung yang ditinggalkan di sekitar Gunung Erek, yang menjulang di atas kota Van, sejak 10 Juli, kata kantor gubernur Van.

Sebelas orang telah ditahan, enam di antaranya telah ditahan di penjara atas perintah pengadilan. Pernyataan itu menambahkan bahwa 11 bangunan “bergaya barak” untuk menampung para migran telah dihancurkan.  Operasi itu dilakukan di tengah kekhawatiran atas kemungkinan lonjakan migran dari Afghanistan sebelum penarikan AS dan pertempuran sengit antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan.

Menggambarkan operasi sebelumnya oleh polisi dan agen perbatasan, yang didukung oleh pesawat tak berawak, menyebabkan 27.230 migran melintasi perbatasan Iran sepanjang tahun ini telah ditahan.

Perbatasan Turki dengan Iran telah lama menjadi rute penyelundupan yang populer bagi orang-orang, terutama warga Afghanistan, Iran dan Pakistan, yang ingin memasuki Turki sebelum menuju ke barat ke kota-kota seperti Istanbul dan Ankara.  Para migran biasanya berharap untuk mengumpulkan uang di Turki dengan bekerja di pasar gelap sebelum berangkat ke Eropa.

Turki,  menampung sekitar 4 juta pengungsi, Negara dengan jumlah terbesar menampung pengungsi di dunia.  Warga Afghanistan diyakini sebagai komunitas pengungsi terbesar kedua setelah Suriah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistanimigraniranmigran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya perjuangan umat islam palestina Al-Azhar Mesir Desak Dunia Ambil “Tindakan Serius” terhadap Perubahan Iklim
Tulisan selanjutnya Kisah Huzaemah T Yanggo: Seorang Ulama Mumpuni, Ibu Bijak dan Istri yang Taat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?