Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Coba Alihkan Asal-usul Covid-19 Media China Bikin Berita Palsu Catut Nama Pakar Palsu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2021 22:06 10:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Agustus 2021 22:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kedutaan Besar Swiss di China mendesak media-media China mencabut artikel dan postingan yang mengandung berita palsu.

Lewat Twitter, Kedubes Swiss mengatakan pakar biologi Swiss yang dikutip oleh banyak media China belum lama ini sosok sesungguhnya tidak ada.

Sejumlah media milik pemerintah China juga termasuk yang mengutip komentar “Wilson Edwards” perihal asal-usul Covid-19 dan independensi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, banyak media kemudian menghapus komentar yang merujuk “Wilson Edwards” setelah muncul seruan dari Swiss tersebut.

“Sementara kami menghargai perhatian kepada negara kami, Kedubes Swiss sayangnya harus memberitahukan kepada publik China bahwa berita ini tidak benar,” kata Kedubes Swiss dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejumlah media China, termasuk CGTN, Shanghai Daily dan Global Times mengutip sosok yang konon katanya adalah pakar biologi berdasarkan profil di lama Facebook-nya.

Namun, Kedutaan Swiss mengatakan akun Facebook “Wilson Edwards” itu baru dibuat dua pekan lalu dan hanya memiliki tiga teman.

“Sepertinya akun Facebook ini tidak dibuka untuk tujuan berjejaring sosial,” imbuhnya.

Misi diplomatik itu mengatakan bahwa tidak ada warga negara Swiss bernama “Wilson Edwards” dan tidak ada artikel akademis dengan nama tersebut.

Dalam satu artikel yang dilihat oleh BBC sebelum diubah, “Wilson Edwards” disebut sebagai ahli biologi di Swiss.

Sebaris kalimat dari artikel China Daily berbunyi: “[Wilson Edwards] mengatakan di akun Facebook-nya: ‘Sebagai seorang ahli biologi, saya menyaksikan dengan rasa ketakutan selama beberapa bulan terakhir bagaimana penelusuran asal-usul Covid-19 itu telah dipolitisasi.'”

Dalam versi yang diubah kemudian, semua referensi ke Wilson Edwards sudah dihapus.

Platform digital koran Shanghai Daily, Shine dalam satu artikelnya menulis: “Seorang ahli biologi Eropa telah muncul dengan klaim yang mengejutkan bahwa kelompok penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melacak asal-usul patogen termasuk virus yang menyebabkan pandemi Covid-19, akan menjadi “alat politik”.

Shine menambah bahwa ahli biologi itu khawatir tentang “independensi WHO” dan mengutip komentarnya yang mengatakan “AS terobsesi menyerang China dalam isu pelacakan asal-usul [Covid-19] dan negara itu enggan membuka matanya untuk melihat data dan temuan yang ada.”

Kedutaan Swiss meyakinkan para pembaca bahwa pihaknya menganggap penyebaran berita itu dilakukan dengan itikad baik tetapi “dengan hormat meminta” agar tulisan-tulisan itu dihapus atau dikoreksi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berita palsuchinacovid-19swissWilson Edwards
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Inggris Peraih Medali Emas Disambut Bak Pahlawan
Tulisan selanjutnya Pemerintah Afghanistan Menawarkan untuk Berbagi Kekuasaan dengan Taliban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?