Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Merdeka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2021 14:33 2:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Agustus 2021 14:33
Bagikan
merdeka
Bagikan

Oleh: Mahladi Murni

Hidayatullah.com | MERDEKA berarti bebas dari belenggu. Dulu, bangsa kita dibelenggu oleh bangsa asing. Akibatnya, kita tidak bebas. Waktu kita dibatasi, usaha kita dihentikan, kekayaan kita direbut, bahkan sekadar berpendapat saja kita tak boleh.

Sekarang, belenggu itu sudah berhasil kita lepaskan. Kita telah MERDEKA.

Namun, belenggu itu tidak hanya satu, tapi banyak. Belenggu dari pendudukan bangsa asing memang telah kita lepaskan. Tapi belenggu yang lain, belum. Malah, ada belenggu yang belum berhasil kita lepaskan sampai sekarang.

Belenggu ekonomi, misalnya. Sampai sekarang kita masih tergantung kepada bangsa lain. Utang luar negeri kita sudah mencapai Rp 6 ribu triliun. Itu berarti, bila ingin kita lunasi, maka seluruh rakyat Indonesia harus urunan Rp 24 juta per orang. Berat, berat!

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Bila sebuah negara perlu MERDEKA, maka sebagai pribadi, kita juga perlu MERDEKA, bebas dari belenggu. Ada banyak hal yang bisa membelenggu pribadi kita. Himpitan ekonomi, misalnya. Atau, ancaman keselamatan.

Belenggu-belenggu seperti ini bisa membuat kita tertekan. Kita ingin melepasnya, namun sulit. Sementara tekanan terasa menghimpit. Tidur tak nyenyak, makan tak kenyang. Bahkan, sebagian orang lebih memilih jalan pintas.

Sadarkah kita bahwa kunci untuk membuka belenggu tersebut bukan berada pada persoalan yang membelenggu kita, namun pada kesiapan hati kita menghadapinya? Sebab, sehebat apa pun kita berusaha menyelesaikannya, persoalan yang baru akan segera muncul. Tak akan ada habisnya.

Tak ada manusia yang tak dirongrong oleh masalah. Tak peduli apakah ia kaya atau miskin, pejabat atau rakyat, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, semua akan menemui persoalan yang membelenggu.

Allah Ta’ala telah berfirman, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam kesusahan.” (Al-Balad [90]: 4). Tafsir ayat ini, menurut Ibnu Jarir, adalah kesusahan menghadapi urusan hidup.

Namun, Islam telah memberi solusi atas kesusahan tersebut. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Baqarah [2] ayat 153, “Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Senada dengan hal itu, Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran.”

Jadi, solusi atas seluruh kesulitan adalah kesabaran. Hanya saja, kesabaran yang tanpa cacat hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang beriman.  Rasulullah ﷺ menyebutkan hal ini dalam sabdanya, “Kondisi seorang mukmin begitu mengagumkan. Semua keadaan merupakan kebaikan. Tidak akan ditemukan hal semacam ini kecuali pada diri seorang mukmin. Jika ia mendapat kenikmatan, ia bersyukur, dan kondisi ini adalah kebaikan untuknya. Jika ia ditimpa keburukan, ia bersabar, dan kondisi ini juga kebaikan untuknya.” (Riwayat Muslim)

Bahkan, bagi para penyeru kebaikan, masalah adalah “sahabat” yang mendampinginya sehari-hari. Ibnul Qayyim berkata, sebagaimana tertulis dalam Kitab Zaadul Ma’ad, “Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, maka Allah kirimkan obat ujian dan cobaan sesuai keadaannya, sehingga saat dirinya telah dibersihkan dan diperbaiki dengan ujian itu, maka Allah menyiapkan untuknya posisi tinggi di dunia, yaitu mengabdi kepada-Nya, serta memberinya pahala tertinggi di akhirat,  yaitu melihat wajah-Nya dan dekat dengan-Nya.”

Perkataan ini senada dengan ungkapan Rasulullah ﷺ kepada para sahabatnya, “Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agaman ya. Bila ia kuat maka akan ditambah ujian baginya. Bila ia lemah dalam agamanya, akan diringankan ujian baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi ujian  sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.”

Allah Taala telah berfirman dalam al-Qur’an surat Al-‘Ankabut [29] ayat 2 dan 3, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman’ dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.”

Inilah hal yang harus disadari oleh seorang hamba. Jika seorang hamba telah menyadarinya, lalu menerima semua ujian dengan perasaan ikhlas semata berharap ridha Allah, kemudian ia mampu bersabar atas semua cobaan tersebut sembari terus berikhtiar mencari jalan keluar, maka jadilah ia manusia yang MERDEKA. Hatinya tak akan terbelenggu lagi.

Lalu bagaimana dengan sebuah negara? Apa yang harus dilakukan agar sebuah negara tidak “terjajah” lagi? Jawabnya, kurang lebih sama: Bersabar dan berjuang, sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ bersabar dan berjuang menegakkan Madinah! Wallahu a’lam.*

Penulis wartawan, pengurus MUI Pusat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HUT RI ke-76kemerdekaanpenjajahan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah Divaksinasi dan Gigih Menolak Keharusan Masker, Gubernur Texas Positif Covid-19
Tulisan selanjutnya pesantren hidayatullah Pesantren Hidayatullah: Dari ’Sarang Laba-laba’ Hingga ‘Sarang Lebah’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?