Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Desember 2022 21:10 9:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Desember 2022 21:45
Bagikan
Bagikan

Bu Susan tak sekadar tertarik, namun ikut serta menjadi bagian dari masyarakat yang menggunakan produk dan layanan ekonomi dan keuangan syariah

Oleh: Mahladi Murni

Hidayatullah.com | NAMANYA Bu Susan. “Saya seorang non-Muslim,” katanya pada Selasa siang, 13 Desember 2022, di salah satu ruang pertemuan di Hotel Le Meridian, Jakarta.

Di ruang itu berkumpul sekitar 30 utusan dari berbagai kementerian RI dan lembaga non pemerintah atas undangan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Saya juga ikut dalam pertemuan tersebut mewakili Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Bu Susan melanjutkan ceritanya. “Awalnya saya tak tahu apa itu asuransi syariah, apa pula bank syariah,” jelasnya. Seseorang lalu datang menjelaskan kepadanya.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

“It’s OK. Saya mulai tertarik,” jelas Bu Susan. Rupanya prinsip syariah mengedepankan keadilan dan kemanusiaan. Prinsip keadilan ini membuat siapa pun, termasuk non-Muslim sekalipun, merasa aman bertransaksi.

“Saya mulai paham bahwa prinsip syariah itu menjauhkan orang dari unsur haram, zalim, riba, gharar, dan maysir. Semua unsur tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan,” cerita Bu Susan.

Lama-lama, Bu Susan tak sekadar tertarik, namun ikut serta menjadi bagian dari masyarakat yang menggunakan produk dan layanan ekonomi dan keuangan syariah. “Saya mengganti asuransi saya dari konvensional ke syariah,” jelasnya.

Belakangan, Bu Susan tak lagi sekadar pengguna, namun kerap mengajak rekan-rekannya sesama non-Muslim untuk ikut menerapkan  prinsip ekonomi dan keuangan syariah. “Kita harus sepakat bahwa syariah itu bukan milik satu kelompok atau golongan saja. Syariah itu untuk semua orang,” jelas Bu Susan.

Saya tertarik dengan cerita Bu Susan. Tak banyak masyarakat Indonesia yang sadar seperti dia. Jangankan non-Muslim, pemeluk Islam sekali pun, belum tentu mengerti dengan prinsip ekonomi dan keuangan syariah.

Survei yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada tahun 2021 menunjukkan tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap ekonomi syariah sebesar 20,1 persen. Padahal, jumlah pemeluk Islam di negara ini pada tahun tersebut sebesar 237,53 juta jiwa atau 86,9% dari total penduduk Indonesia (data dari Kementerian Dalam Negeri).

Dari angka-angka tersebut kita bisa menebak bahwa ada sekitar 60 persen masyarakat Muslim Indonesia yang belum paham dengan prinsip ekonomi dan keuangan syariah. Jika mereka diajak untuk bertransaksi dengan sistem ekonomi dan keuangan syariah barangkali mereka akan bertanya, “Saya dapat apa?”

Pertanyaan seperti itu sebetulnya lumrah dilontarkan oleh masyarakat awam. Mereka masih berpikir tentang kehidupan di dunia. Belum berpikir jauh hingga kehidupan setelah mati.

Namun, bila melihat pemaparan Bu Susan di atas, maka jawaban atas pertanyaan seperti itu sebetulnya sudah clear.  Wong masyarakat non-Muslim saja telah merasakan keuntungan dari ber-ekonomi dan keuangan syariah. Apalagi masyarakat Muslim.

Akan tetapi, para ulama harus lebih giat mendakwahkan kepada masyarakat Muslim Indonesia bahwa penerapan syariah bukan sekadar persoalan “Saya dapat apa?”

Meskipun apa yang dirasakan oleh Bu Susan sudah pasti dirasakan juga oleh kaum Muslim jika menggunakan prinsip syariah, namun yang lebih penting lagi adalah perasaan aman dari praktik-praktik yang membuat murka Tuhan. Sebab kelak masing-masing kita akan dimintai pertanggungjawaban dari apa yang kita lakukan di dunia. Wallahu a’lam. *

Wakil Sekretaris Komisi Infokom MUI

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:non-Muslimsyariah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Palestina Pengamat: Pertemuan China dan Arab Saudi Tidak lebih Kepentingan Minyak
Tulisan selanjutnya Membaca Motif Sesungguhnya China Mendekati Dunia Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

Iptekes
8 Juli 2026 08:09
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional

Terbaru

  • Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
  • Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
  • ‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
  • Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
  • Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
  • Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
  • Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
  • Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
  • Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?