Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Desember 2022 10:19 10:19 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 Desember 2022 11:00
Bagikan
Kota Madinah
Bagikan

Rasulullah ﷺ membangun peradaban Islam di Madinah hanya butuh waktu sekitar 23 tahun, tak sekedar kawasan, namun ada peradaban di dalamnya

Hidayatullah.com | BILA perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ kita jadikan patokan perjuangan, maka ujung dari perjalanan panjang perjuangan tersebut adalah terbangunnya Madinah.

Tapi, benarkah muara dari perjuangan Rasulullah ﷺ adalah terbentuknya sebuah kawasan bernama Madinah? Mari kita lihat kembali kisah perjuangan Rasulullah ﷺ yang dimulai dari Makkah.

Setelah Muhammad ﷺ diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun, kemudian berdakwah di Makkah selama lebih kurang 13 tahun,  lalu hijrah ke Madinah dan mendakwahkan Islam selama lebih kurang 10 tahun hingga beliau wafat di sana, maka pahamlah kita bahwa Madinah menjadi akhir dari perjuangan Rasulullah ﷺ

Namun, kita juga harus paham bahwa Madinah –sebagai sebuah wilayah– bukanlah unsur paling penting dari perjuangan Rasulullah ﷺ Sebab, Madinah hanyalah sebuah tempat.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Justru yang jauh lebih penting dari sekadar tempat adalah peradaban yang terbangun di dalamnya. Itulah peradaban Islam.

Jadi, jika kisah sukses Rasulullah ﷺ ini menjadi acuan, maka muara dari perjuangan panjang kita adalah tegaknya peradaban Islam sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ menegakkannya di Madinah.

Dulu, Rasulullah ﷺ membangun peradaban Islam di Madinah hanya butuh waktu sekitar 23 tahun jika dihitung saat beliau diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun. Kita mahfum beliau bisa melakukan itu dalam waktu yang sangat singkat. Sebab, beliau dituntun langsung oleh Allah Ta’ala lewat petunjuk wahyu.

Ini akan sangat berbeda bila kita ingin melakukan hal yang sama. Wahyu sudah tak lagi turun dan kita bukanlah seorang Nabi. Apalagi orang-orang hebat seperti para sahabat Nabi, sudah sulit didapatkan sekarang ini.

Namun, bukan berarti kita tak bisa membangun Madinah sebagaimana dulu dibangun oleh Rasulullah ﷺ. Bukankah wahyu yang dulu menuntun Rasulullah ﷺ membangun Madinah masih ada dan terbukukan sampai sekarang?

Bukankah jejak-jejak perjalanan Rasulullah ﷺ dari beliau kecil hingga dewasa dan wafat masih bisa kita dapati lewat riwayat para sahabat beliau?

Apalagi Rasulullah ﷺ pernah bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad Ibn Hanbal dalam al-Musnad, yang artinya; “Akan berlangsung nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki, lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung kekhalifahan menurut sistim kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki, lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya.”

“Kemudian berlangsung kerajaan yang bengis selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki, lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung pemerintahan yang menindas (diktator) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki, lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian akan berelangsung kembali kekhalifahan menurut sistem kenabian.”

Jadi, kita ikuti saja petunjuk al-Qur’an dan apa-apa yang dulu dilakukan oleh Rasulullah ﷺ. Insya Allah, peradaban Islam yang dulu pernah dibangun oleh Rasulullah ﷺ kelak akan terbangun kembali.

Hanya saja, ketika saat itu tiba, mungkin kita sudah tak ada. Bahkan mungkin juga anak cucu kita juga tak ada. Generasi demi generasi akan meneruskan perjuangan itu silih berganti.

Kaum Muslim yang ikut di dalam arus mendirikan peradaban Islam tersebut —meski tak sampai kepada muaranya— insya Allah akan mendapat ganjaran bertemu dengan kampung halamannya di surga.

Lantas, seperti apa peradaban Islam yang menjadi cita-cita bersama kaum Muslim tersebut? Kita akan kupas dalam catatan selanjutnya. Insya Allah! (Mahladi)


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:madinahperadabanperadaban madinah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahfud MD Temui Kiai NU, Bahas Pemulihan Pelanggaran HAM Berat Tahun 1965, akankah PKI Bangkit?
Tulisan selanjutnya Problem Pendidikan Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing

Berita
8 Agustus 2026 11:06
Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji
Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
Untuk Kesekian Kalinya, Istri Netanyahu Dituduh Aniaya ART
Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan

Terbaru

  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Desak Netanyahu Larang Presiden Palestina Kembali ke Tepi Barat
  • Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji
  • Promosi Miras dengan Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha, Sounds Project Buat Klarifikasi
  • MUI Kecam Promosi Miras Pakai Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha
  • ‘Israel’ Masih Tahan Ratusan Syuhada Palestina untuk Dijadikan “Alat Tawar”
  • Ratusan Warga Yunani Gelar Demo Dukung Palestina, ‘Israel’ Minta Warganya Sembunyi
  • Dukung Rakyat Gaza yang Bertahan di Utara, Bulan Sabit Merah Palestina Buka RS Lapangan
  • Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu
  • Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan
  • Pengadilan Suriah Jatuhkan Hukuman Mati Atas Bashar al-Assad

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?